ORGANISASI DAN TATA KERJA
Pasal 1
Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, yang
selanjutnya disingkat PPATK adalah lembaga independen
yang dibentuk dalam rangka mencegah dan memberantas
tindak pidana pencucian uang.
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -3-
Bagian Kesatu
Kedudukan
Pasal 2
(1) PPATK dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
bersifat independen dan bebas dari campur tangan
dan pengaruh kekuasaan mana pun.
(2) PPATK bertanggung jawab kepada Presiden.
(3) PPATK dipimpin oleh Kepala.
Bagian Kedua Tugas
Pasal 3
PPATK mempunyai tugas mencegah dan memberantas
tindak pidana pencucian uang.
Bagian Ketiga
Fungsi
Pasal 4
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3, PPATK menyelenggarakan fungsi:
- pencegahan dan pemberantasan tindak pidana
pencucian uang;
- pengelolaan data dan pengelolaan informasi yang
diperoleh PPATK;
- pengawasan terhadap kepatuhan Pihak Pelapor; dan
- analisis atau pemeriksaan laporan dan informasi
transaksi keuangan yang berindikasi tindak pidana pencucian uang dan/atau tindak pidana lain
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1)
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -4-
Pencucian Uang.
Pasal 5
Selain tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 dan Pasal 4, PPATK juga menyelenggarakan tugas
dan fungsi berkaitan dengan pencegahan dan
pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
ORGANISASI
Bagian Kesatu
Susunan Organisasi
Pasal 6
Susunan organisasi PPATK terdiri atas:
Kepala PPATK;
Wakil Kepala PPATK;
Sekretariat Utama;
Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama;
Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan; dan
Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan.
Bagian Kedua
Kepala PPATK
Pasal 7
(1) Kepala PPATK mempunyai tugas memimpin,
bertanggung jawab, dan mengendalikan pelaksanaan tugas dan fungsi PPATK.
(2) Kepala PPATK mewakili PPATK di dalam dan di luar
pengadilan.
(3) Kepala PPATK dapat menyerahkan kewenangan
mewakili sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Wakil Kepala PPATK, seorang atau beberapa orang
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -5-
pegawai PPATK, dan/atau pihak lain yang khusus
ditunjuk untuk itu.
Bagian Ketiga
Wakil Kepala PPATK
Pasal 8
(1) Wakil Kepala PPATK bertugas membantu Kepala
PPATK.
(2) Wakil Kepala PPATK dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung
jawab kepada Kepala PPATK.
(3) Dalam hal Kepala PPATK berhalangan, Wakil Kepala
PPATK mempunyai tugas memimpin, bertanggung jawab, dan mengendalikan pelaksanaan tugas dan
fungsi PPATK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bagian Keempat Sekretariat Utama
Pasal 9
(1) Sekretariat Utama berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Kepala PPATK.
(2) Sekretariat Utama dipimpin oleh Sekretaris Utama.
Pasal 10
Sekretariat Utama mempunyai tugas menyelenggarakan
koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian
dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di
lingkungan PPATK.
Pasal 11
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 10, Sekretariat Utama menyelenggarakan fungsi:
- koordinasi kegiatan di lingkungan PPATK;
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -6-
- koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran PPATK;
- pembinaan dan pemberian dukungan administrasi
yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan,
kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, arsip,
manajemen internal, dan dokumentasi PPATK;
- pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana
PPATK;
- pengelolaan barang milik/kekayaan negara dan
layanan pengadaan PPATK; dan
- pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala
PPATK.
Pasal 12
(1) Sekretariat Utama terdiri atas paling banyak 3 (tiga)
Biro.
(2) Biro sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas
Kelompok Jabatan Fungsional.
(3) Dalam hal tugas dan fungsi Biro tidak dapat
dilaksanakan oleh Kelompok Jabatan Fungsional
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dapat terdiri
atas paling banyak 3 (tiga) Bagian.
(4) Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri
atas Kelompok Jabatan Fungsional.
(5) Bagian yang menangani fungsi ketatausahaan
pimpinan dikecualikan dari ketentuan sebagaimana
dimaksud pada ayat (4) dan dapat terdiri atas paling
banyak 2 (dua) Subbagian.
Bagian Kelima
Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama
Pasal 13
(1) Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala PPATK.
(2) Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama dipimpin oleh
Deputi.
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -7-
Pasal 14
Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan, koordinasi, dan
pelaksanaan kebijakan di bidang strategi, hukum, dan
kerja sama terkait pencegahan dan pemberantasan tindak
pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan
terorisme.
Pasal 15
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 14, Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama
menyelenggarakan fungsi:
- perumusan, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan di
bidang strategi, hukum, serta kerja sama dalam negeri dan internasional terkait pencegahan dan
pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan terorisme;
- pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di
bidang strategi, hukum, serta kerja sama dalam negeri dan internasional terkait pencegahan dan
pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan
tindak pidana pendanaan terorisme;
- pelaksanaan administrasi Deputi Bidang Strategi dan
Kerja Sama; dan
- pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala PPATK.
Pasal 16
(1) Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama terdiri atas
paling banyak 3 (tiga) Direktorat dan 1 (satu) Bagian
yang melaksanakan fungsi administrasi.
(2) Direktorat dan Bagian sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) terdiri atas Kelompok Jabatan Fungsional.
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -8-
Bagian Keenam
Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan
Pasal 17
(1) Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Kepala PPATK.
(2) Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan
dipimpin oleh Deputi.
Pasal 18
Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan
mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan,
koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan kepatuhan Pihak Pelapor, serta pelaporan dan
pengelolaan data dan informasi yang diterima PPATK.
Pasal 19
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 18, Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan
Kepatuhan menyelenggarakan fungsi:
- perumusan, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan kepatuhan Pihak Pelapor, serta
pelaporan dan pengelolaan data dan informasi;
- pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengawasan kepatuhan Pihak Pelapor, serta
pelaporan dan pengelolaan data dan informasi;
- pelaksanaan administrasi Deputi Bidang Pelaporan
dan Pengawasan Kepatuhan; dan
- pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala
PPATK.
Pasal 20
(1) Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan
terdiri atas paling banyak 3 (tiga) Direktorat dan 1
(satu) Bagian yang melaksanakan fungsi administrasi.
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -9-
(2) Direktorat dan Bagian sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) terdiri atas Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Ketujuh
Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan
Pasal 21
(1) Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala PPATK.
(2) Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan dipimpin oleh
Deputi.
Pasal 22
Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan, koordinasi, dan
pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan pemeriksaan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana
pendanaan terorisme.
Pasal 23
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 22, Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan
menyelenggarakan fungsi:
- perumusan, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan di
bidang analisis dan pemeriksaan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan
terorisme;
- pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di
bidang analisis dan pemeriksaan tindak pidana
pencucian uang dan tindak pidana pendanaan
terorisme;
- pelaksanaan administrasi Deputi Bidang Analisis dan
Pemeriksaan; dan
- pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala
PPATK.
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -10-
Pasal 24
(1) Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan terdiri atas
paling banyak 3 (tiga) Direktorat dan 1 (satu) Bagian
yang melaksanakan fungsi administrasi.
(2) Direktorat dan Bagian sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) terdiri atas Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Kedelapan Unsur Pengawas
Pasal 25
(1) Inspektorat dibentuk sebagai unsur pengawas di
lingkungan PPATK.
(2) Inspektorat berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala PPATK dan secara administrasi
dikoordinasikan oleh Sekretaris Utama.
(3) Inspektorat dipimpin oleh Inspektur.
Pasal 26
Inspektorat mempunyai tugas menyelenggarakan
pengawasan intern di lingkungan PPATK.
Pasal 27
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 26, Inspektorat menyelenggarakan fungsi:
penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern;
pelaksanaan pengawasan intern terhadap kinerja dan
keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan,
dan kegiatan pengawasan lainnya;
- pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas
penugasan Kepala PPATK;
penyusunan laporan hasil pengawasan;
pelaksanaan administrasi Inspektorat; dan
pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala
PPATK.
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -11-
Pasal 28
(1) Inspektorat terdiri atas Kelompok Jabatan Fungsional.
(2) Dalam melaksanakan fungsi administrasi, Inspektorat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibantu
oleh 1 (satu) Bagian.
Bagian Kesembilan
Pusat
Pasal 29
(1) Pusat dibentuk sebagai unsur pendukung di
lingkungan PPATK.
(2) Pusat berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Kepala PPATK.
(3) Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin
oleh Kepala Pusat.
Pasal 30
(1) Penentuan jumlah pusat sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 29 ayat (1) didasarkan pada analisis
organisasi dan beban kerja.
(2) Pusat terdiri atas Kelompok Jabatan Fungsional dan 1
(satu) Subbagian yang melaksanakan fungsi di bidang
administrasi atau ketatausahaan.
(3) Dalam hal tugas dan fungsi Pusat tidak dapat
dilaksanakan oleh Kelompok Jabatan Fungsional
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dapat terdiri
atas paling banyak 1 (satu) Bidang.
(4) Bidang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri
atas Kelompok Jabatan Fungsional.
(5) Dalam hal Pusat tidak 1 (satu) lokasi dengan
Sekretariat Utama, fungsi di bidang administrasi atau
ketatausahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diwadahi dalam bentuk Bagian.
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -12-
Pasal 31
(1) Kepala PPATK dapat mengangkat Tenaga Ahli paling
banyak 5 (lima) orang untuk memberikan
pertimbangan mengenai masalah tertentu sesuai
dengan bidang keahliannya.
(2) Tenaga Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala PPATK.
Pasal 32
Ketentuan lebih lanjut mengenai Tenaga Ahli diatur dalam
Peraturan PPATK.
TATA KERJA
Pasal 33
Kepala PPATK dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
harus bekerja sama dan menerapkan sistem akuntabilitas
kinerja instansi pemerintah.
Pasal 34
(1) PPATK harus menyusun proses bisnis yang
menggambarkan tata hubungan kerja yang efektif dan
efisien antar unit organisasi di lingkungan PPATK.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai proses bisnis antar
unit organisasi di lingkungan PPATK sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan
PPATK.
Pasal 35
PPATK harus menyusun analisis jabatan, peta jabatan,
analisis beban kerja, dan uraian tugas terhadap seluruh
jabatan di lingkungan PPATK.
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -13-
Pasal 36
Setiap unsur di lingkungan PPATK dalam melaksanakan tugas dan fungsi harus menerapkan prinsip koordinasi,
integrasi, dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan PPATK
maupun dengan kementerian/lembaga lain yang terkait.
Pasal 37
Semua unsur di lingkungan PPATK harus menerapkan reformasi birokrasi, manajemen risiko, dan sistem
pengendalian intern pemerintah di lingkungan masing-
masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Pasal 38
(1) Setiap pimpinan unit organisasi bertanggung jawab
memimpin dan mengoordinasikan bawahan dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi
pelaksanaan tugas sesuai dengan uraian tugas yang
telah ditetapkan.
(2) Pengarahan dan petunjuk sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) harus diikuti dan dipatuhi oleh bawahan
secara bertanggung jawab serta dilaporkan secara berkala sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 39
Dalam melaksanakan tugas, setiap pimpinan unit
organisasi harus melakukan pembinaan dan pengawasan
terhadap unit organisasi di bawahnya.
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -14-
Bagian Kesatu
Jabatan
Pasal 40
(1) Sekretaris Utama dan Deputi merupakan Jabatan
Pimpinan Tinggi Madya atau jabatan struktural eselon
I.a.
(2) Kepala Biro, Direktur, Inspektur, dan Kepala Pusat
merupakan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau
jabatan struktural eselon II.a.
(3) Kepala Bagian dan Kepala Bidang merupakan Jabatan
Administrator atau jabatan struktural eselon III.a.
(4) Kepala Subbagian merupakan Jabatan Pengawas atau
jabatan struktural eselon IV.a.
Bagian Kedua Pengangkatan dan Pemberhentian
Pasal 41
(1) Kepala PPATK dan Wakil Kepala PPATK diangkat dan
diberhentikan oleh Presiden.
(2) Kepala PPATK dan Wakil Kepala PPATK memegang
jabatan selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat
kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.
(3) Tata cara pengangkatan dan pemberhentian Kepala
PPATK dan Wakil Kepala PPATK dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 42
Sekretaris Utama dan Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala PPATK.
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -15-
Pasal 43
Kepala Biro, Direktur, Inspektur, Kepala Pusat, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Subbagian, dan Jabatan
Fungsional di lingkungan PPATK diangkat dan
diberhentikan oleh Kepala PPATK.
Pasal 44
Jabatan Aparatur Sipil Negara tertentu di lingkungan PPATK dapat diisi dari non Pegawai Negeri Sipil setelah
mendapat persetujuan dari menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
aparatur negara dan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
PENDANAAN
Pasal 45
Segala pendanaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas dan fungsi PPATK bersumber dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara.
Pasal 46
Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, fungsi, susunan
organisasi, dan tata kerja PPATK ditetapkan oleh Kepala
PPATK setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri
yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
aparatur negara.
Pasal 47
(1) Perwakilan PPATK dapat dibuka di daerah.
(2) Perwakilan PPATK di daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala PPATK setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -16-
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
aparatur negara.
Pasal 48
Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, seluruh pejabat yang memangku jabatan di lingkungan PPATK,
tetap melaksanakan tugas dan fungsinya sampai dengan
diangkatnya pejabat baru berdasarkan Peraturan Presiden
ini.
Pasal 49
Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, semua
Peraturan Perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 48
Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 110)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden
Nomor 103 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2012 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2016 Nomor 284), dinyatakan masih tetap berlaku
sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam
Peraturan Presiden ini.
Pasal 50
Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, Peraturan
Presiden Nomor 48 Tahun 2012 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -17-
2012 Nomor 110) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Presiden Nomor 103 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2012
tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pelaporan dan
Analisis Transaksi Keuangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 284), dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku.
Pasal 51
Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Presiden ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik
Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Januari 2022
INDONESIA,
ttd.
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 20 Januari 2022
,
ttd.
www.peraturan.go.id
Konsideran (Menimbang & Mengingat)
a. bahwa dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas
dan fungsi pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan
terorisme, perlu menata kembali organisasi dan tata
kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan;
- bahwa Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pelaporan
dan Analisis Transaksi Keuangan sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 103 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden
Nomor 48 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan sudah tidak sesuai dengan perubahan
dinamika organisasi dan perkembangan hukum
sehingga perlu diganti;
- bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu
www.peraturan.go.id
2022, No. 18 -2-
- Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945;
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang
Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5164);
- Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang
Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana
Pendanaan Terorisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 50, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5406);
