PANITIA NASIONAL
Pasal 1
Membentuk Panitia Nasional Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Persiapan Konferensi Tingkat Tinggi
Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan (Rio+10), yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini
disebut Panitia Nasional.
Pasal 2
Panitia Nasional berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.
Pasal 3
Panitia Nasional mempunyai tugas :
- Menyiapkan dan melaksanakan penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Persiapan
Konferensi Tingkat Tinggi Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan.
- Mengkoordinasikan dan melaksanakan penyelenggaraan pertemuan persiapan yang berkaitan
dengan penyelenggaraan pertemuan sebagaimana dimaksud dalam angka (1).
PRESIDEN
Pasal 4 …
Pasal 4
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Panitia Nasional dapat
mengikutsertakan, bekerja sama, dan/atau berkoordinasi dengan berbagai Departemen, Lembaga
Pemerintah Non Departemen, Instansi Pemerintah, Organisasi Internasional, dan Lembaga Swadaya
Masyarakat serta pihak lain yang dianggap perlu.
Pasal 5
Susunan Keanggotaan Panitia Nasional terdiri dari :
Pelindung : Wakil Presiden Republik Indonesia
Ketua Bersama :
Menteri Negara Lingkungan Hidup
Menteri Luar Negeri
Koordinator Harian : Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup
Ketua I Bidang Substansi : Staf Ahli Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang
Lingkungan Global
- Ketua II Bidang Substansi : Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi Luar Negeri,
Departemen Luar Negeri.
- Ketua Pelaksana I/Ketua I : Staf Ahli Menteri Negara Dukungan Umum Lingkungan Hidup
Bidang Hubungan Antar Lembaga
- Ketua Pelaksana II/Ketua II : Sekretaris Jenderal Departemen Dukungan Umum Luar
Negeri
- Sekretaris I : Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri,
Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup
- Sekretaris II : Direktur Kerja Sama Ekonomi Multi- lateral, Departemen Luar
Negeri
Pasal 6
(1) Ketua Panitia Nasional dalam melaksanakan tugasnya berkoordinasi dengan Komisi Persiapan
(Prepatory Committee Global).
PRESIDEN
(2) komisi …
(2) Komisi Persiapan (Prepatory Committee Global) sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri dari
:
Ketua : Prof. Dr. Emil Salim;
Wakil Ketua : Dr. Makarim Wibisono.
Pasal 7
Ketua Panitia Nasional dalam melaksanakan tugasnya, memperhatikan saran dan pertimbangan dari
Penasehat yang terdiri dari :
Menteri Keuangan;
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;
Sekretaris Negara;
Wakil Tetap Republik Indonesia Untuk PBB di New York;
Wakil Tetap Republik Indonesia Untuk PBB di Jenewa;
Wakil Tetap Republik Indonesia Untuk UNEP dan Habitat di Nairobi;
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pasal 8
(1) Untuk kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari, Ketua Panitia Nasional dapat membentuk Panitia
Penyelenggara.
(2) Keanggotaan Panitia Penyelenggara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ditetapkan oleh
Ketua Panitia Nasional.
Pasal 9
Segala pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas Panitia Nasional Pertemuan Tingkat Menteri
Komisi Persiapan Konferensi Tingkat Tinggi Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan, dibebankan pada
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2001 dan Tahun 2002 serta bantuan dari
negara donor dan/atau pihak-pihak lain yang tidak mengikat yang pelaksanaannya dilakukan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 10
PRESIDEN
(1) Ketua Panitia Nasional menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Panitia
Nasional kepada Presiden.
(2) Laporan …
(2) Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilaksanakan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2002.
Pasal 11
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Keputusan Presiden ini, ditetapkan oleh Ketua
Panitia Nasional.
Pasal 12
Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 11 Juli 2001
INDONESIA,
ttd.
Konsideran (Menimbang & Mengingat)
a. bahwa sesuai dengan Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor
A/RES/55/199 tanggal 20 Desember 2000, Pemerintah Indonesia telah diberi
kepercayaan menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Persiapan
Konferensi Tingkat Tinggi Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan;
- bahwa dengan ditunjuknya Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah dimaksud di
atas, maka Indonesia mempunyai tanggung jawab terhadap Penyelenggaraan
Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Persiapan Konferensi Tingkat Tinggi Dunia untuk
Pembangunan Berkelanjutan yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 27
Mei sampai dengan 7 Juni 2002;
- bahwa untuk mendukung dan memperlancar pelaksanaan penyelenggaraan
pertemuan dimaksud, perlu dilakukan persiapan yang sebaik-baiknya, dan untuk itu
perlu dibentuk Panitia Nasional Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Persiapan
Konferensi Tingkat Tinggi Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan yang terdiri dari
unsur-unsur Departemen/Instansi terkait;
Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan United Nations
Convention on Biological Diversity (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai
Keanekaragaman Hayati) (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 41, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3556);
- Undang- …
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
- Undang-undang Nomor 6 Tahun 1994 tentang Pengesahan United Nations
Framework Convention on Climate Change (Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan
Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim) (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor
42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3557);
- Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3699);
