KONTRIBUSI PEMERINTAH PADA ORGANISASI INTERNASIONAL
Pasal 1
Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:
- Kontribusi Pemerintah adalah beban pengeluaran keuangan untuk pembayaran komitmen pemerintah pada organisasi internasional nonpemerintah bidang kesehatan.
- Organisasi Internasional Nonpemerintah Bidang Kesehatan adalah lembaga internasional multipihak di bidang kesehatan yang tata kelolanya bersifat mandiri yang melibatkan pemerintah dan nonpemerintah.
- Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.
Pasal 2
Keikutsertaan Pemerintah Indonesia dalam Organisasi Internasional Nonpemerintah Bidang Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan peran dan kinerja Pemerintah Indonesia di fora internasional di bidang kesehatan.
Pasal 3 .
SK No 230361 A
PRESIDEN
Pasal 3
(1) Pemerintah Indonesia dapat memberikan Kontribusi
Pemerintah dengan mempertimbangkan:
- prioritas nasional;
- kemampuan keuangan negara; dan/atau
- keterlibatan pada Organisasi Internasional Nonpemerintah Bidang Kesehatan dengan tujuan dan kegiatan yang sejenis. (21 Selain pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kontribusi Pemerintah dilakukan berdasarkan analisis biaya manfaat.
(3) Analisis biaya manfaat sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) dilaksanakan dengan cara menekan Kontribusi Pemerintah seminimal mungkin untuk mencapai manfaat yang optimal bagi kepentingan nasional.
(4) Pelaksanaan analisis biaya manfaat sebagaimana
dimaksud pada ayat (21 dilakukan oleh Menteri dengan melibatkan kementerian atau lembaga terkait sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 4
(1) Kontribusi Pemerintah wajib memiliki manfaat yang
terdiri atas:
- manfaat kualitatif; dan
- manfaatkuantitatif.
(2) Manfaat kualitatif sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) hurufa berupa:
- kesehatan;
- peran strategis;
- ekonomi
SK No 230362 A
PRESIDEN
- ekonomi dan pembangunan;
- sosial budaya;
- kemanusiaan; dan/atau
- manfaat kualitatif lainnya.
(3) Manfaat kuantitatif sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) hurufb berupa:
- jumlah dan/atau nilai kerja sama teknik;
- jumlah partisipasi kegiatan;
- jumlah dan/atau nilai bantuan;
- jumlah dan/atau nilai program pembangunan;
- jumlah warga negara Indonesia yang bekerja pada Organisasi Internasional Nonpemerintah Bidang Kesehatan; dan/ atau
- manfaat kuantitatif lainnya.
Pasal 5
(1) Kontribusi Pemerintah dilaksanakan oleh Menteri.
(2t Kontribusi Pemerintah bersifat sukarela yang jumlah dan valutanya ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.
(3) Pembayaran Kontribusi Pemerintah bersumber dari
anggaran pendapatan dan belanja negara.
Pasal 6
Kontribusi Pemerintah dilakukan dengan persetujuan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang luar negeri.
Pasal7...
SK No 230363 A
PRESIDEN
Pasal 7
(1) Menteri melakukan evaluasi pelaksanaan Kontribusi
Pemerintah paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. (21 Menteri melibatkan kementerian atau lembaga sesuai dengan bidang tugasnya dalam melaksanakan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Berdasarkan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud
pada ayat (2)', pemberian Kontribusi Pemerintah dapat dilanjutkan atau diberhentikan.
Pasal 8
Ketentuan lebih lanjut mengenai analisis biaya manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) sampai dengan ayat (4) dan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 diatur dengan Peraturan Menteri.
Pasal 9
(1) Kontribusi Pemerintah untuk pertama kali diberikan
kepada:
- Tle Global Rtnd; dan heparedness b. The Coalition for Epidemic Innouations. (21 Pemberian Kontribusi Pemerintah kepada The Global htnd sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan sebagai perwujudan dukungan dan peran serta Pemerintah Indonesia dalam kegiatan penanggulangan:
- acquiredimmunodeficiencg sgndrome;
- tuberkulosis; dan
- malaria.
(3) Pemberian...
SK No 230364 A
FRESIDEN
(3) Pemberian Kontribusi Pemerintah kepada
The Coalition for Epidemic heparedness Innouations sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan sebagai perwujudan dukungan dan peran serta Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan riset dan pengembangan vaksin baru dalam menghadapi ancaman endemi dan pandemi. (41 Jumlah dan jangka waktu pembayaran Kontribusi Pemerintah untuk The Global Fl.tnd dan The Coalition for Epidemic Preparedness Innouations sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri setelah berkoordinasi dengan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang luar negeri.
Pasal 10
Menteri melaporkan pelaksanaan Kontribusi Pemerintah kepada Presiden paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.
Pasal 1 1
Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar
SK No 230365 A
EIIIIEIEM TNDONESIA 7- Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Presiden ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Juli 2024
INDONESIA,
ttd
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 2 Juli 2024
,
ttd.
PRATIKNO
Salinan sesuai dengan aslinya
dan Hukum,
Djaman
SK No 230366 A
Konsideran (Menimbang & Mengingat)
a. bahwa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional turut berperan dalam menangani permasalahan kesehatan global;
- bahwa dalam rangka meningkatkan keikutsertaan dan per€rn Indonesia dalam kegiatan organisasi internasional nonpemerintah bidang kesehatan yang bersifat strategis dalam penanganan masalah kesehatan secara global serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, perlu dilakukan pemberian kontribusi oleh pemerintah;
- bahwa untuk pelaksanaan pemberian kontribusi pada organisasi internasional nonpemerintah bidang kesehatan, perlu pengaturan mengenai pemberian kontribusi pemerintah;
- bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu
. . .
SK No230360A
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
Mengingat Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
