LARANGAN PRAI{TEK MONOPOLI DAN PERSAINOAN
Pasal 3U
Pelaku usaha dilarang nrelakukarr pcrrra.sokan barang clan atau jasa dengan cara melakukan juat nrgi alau menstapkan harga yang $fingat rertdah dengan rnaksuil untuk nrenyingkirkun atau nrematikan usaha pesaingnya di pa$rr bersangkutan schingga dnpot nrcngakihatkan terjadinya praktek nronopoli dan atnu pcrsaingarr usaha tid*k sehat.
Pnsal 2l
Pelaku usaha dilarang nrelskukan kecurangan tlalam menetapknn biaya produksi dan biaya hinnyn ylng rncniacli bagian dari komponen harga barang dan atau jrrsa yang d*1lat nrengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.
Bagian Kccnrpat
Persekongkr.rlalr
Fasal ?2 Pelaku usaha dilarnng hrrsukongkol dcngan pihak lain uutuk mcngalur dan atau rncnuntukan plnlenang tender schingga dapat mengakibatkan teriiadinya puraing*n usahn tidak sctrat.
Pasal 23 "..
WFifrrStDrN t'(t: trLJHL. lK lf'i {-}(JNL rrl rr
Fasnl 33 Pelaku usalm dilarang bersekongkol tlengan pihak lnin untuk mendepirtkiln infcrrrnasi kr:giatan usaha pe$aio&nya yilr1g diklasilikasikan sehagai ratrasia perusnhaan sehingga dapat msngakibatkan tcrjrrlirry* pcrsaingan usaha tidak schat.
Pas-rl 24 Pelaku usaha dilarang bersckongkol tlengan pihak lain untuk menghanlbat produksi dan atflu psmasaran harang dan atau jasa pelaku us{rha pesaingnya derrgan maksud agar harang dan aku jasa yong ditawarkan afau dipnsok di passr bcr.rangkutan menjadi berkurang baik dari junrlah. kualitas, nrflupun ketepatan waktu yang dipcrryaratkan.
Pasal 3l
Ayat (l) Ketua dan Wakil Ketua Komisi dipilih dari dnn nlch Anggota Komisi. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup jelru Ayat (4) Ferpanjangfln masa keanggotaan Konrisi untuk rnenghindnri kekosongan tidak boleh lebih dari I (satu) tahun,
Pasal 4
(l) Petaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan polaku usaha lain untuk $ecara bersama-canra rrrelakukan pengunsaan produksi dnn fltflu pemasrrfln buang dan atau jasa yflng dapnt mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehst. (2i Felaku usaha pfltut didugfl atflu dianggap sccara bcrsamn*snmn melakukan penguffiaan proeluksi dnn atau pema$arfiIl htrang dan
3 atau j*sa, sebagaimana dimaksud ayat (l), apabila 2 tdua) atau (tiga) pelaku usaha rtau kelompok pelaku usaht rnenguasai lebih dsri ?5 % (tujuh puluh lima persen) pangsa paser satu jenis barang atau jasa tertentu,
Baginn Kedua Penetapan Harga
Paral 5 (l) Pelaku usaha dilarang ntembuat perjanjian dengan grelu usaha pesaingnyn untuk menetapkan harga atas suatu hnrang dan atau jusa yang hnru dihnyar oleh konsumen atau pclanggan pada pflsar bcrrnngkutan yang sama.
(2) Ketentuan ..
Itr !'4 F *
Frttt rlllt-N hLPUTILII1' IhIDT}NE 5IA I
br'rlaku(2) Kctenluan schagaimanr dimaksud dalnrn ftyat tl) tid*k bagi: fl. $uatu perjnnjian yang dibuat dalanr $uatu usflha pe(ungaq atau
- suatu perjanjian yang didasarkan undaug-undnng ynng berlaku.
Pasal 4O
(1) Komi*i dapat melakukan pemeriksaan terhudap pelaku usaha
apabila ada dugaan terjadi pelanggaran Undang*undnng ini walaupun tflnpf, adanya laporrn. (?) Pemeriksaan sehagoinrana dimaksud dalarn tynt (l) dilnksanaknn sesuai dcngan trta cara *ehagainrana diatur dalam Pasal 39.
Fasal 4l
(1) Pelaku usaha dan nt6u pihak lain ynng diperiksa wajih
rnenyerahkan alat bukti yang diperlukan dalarn penyelidikan dnn atau pemeriksaan.
(2) Pclaku usaha dilarang rnenolnk diperiksa, nrenolak menrbsrihan
inforrnasi yarg diperlukan dalanr penyelidikan dnn Risu pemeriks*an, f,tflu menghanrbet prose$ penyelidikan dan ntnu pemeriksaan.
(3) Pelanggaran.,.
PRt^ ",tL-lf N ffi tr{'pr11t.],_,,a rNi)()Nf 5iA -2? -
(3) Pelanggarnn terhadnp ketentuan ayat (2). oleh Konrisi tliserahktn
kepad* penyidik untuk dilakukan penyidikan s$$uni dengan ketentusn ynng berlaku.
Pasal 4l
Ayat (l) Cukup jclas Ayrt (2) Cukup jelae Ayat (3) Yang direrahknn oleh Komisi kepada penyidik untuk dilakukan penyidikan tidak hanya peltuatan atau tindak pidana rebrgairnana dimaksud uyat (?), tctrpi jugr tcrmrsuk pokok perkarn yang sedang diselidiki dan diperiksn oleh Komisi.
Pasal 5l
N ffiPHESIDI- Rr t,utiLiK lt,l()()NE 5lr.
-33
Pusal .51 Mnnnpoli dan ata$ perusan kcgiat;rn yanx hcrkaitan dengan produksi dan atau pernflsaran barang dan atau jasa yang *rcnguasai hajat hitlup oraog tranyak scrln c{rbflng-cabang produksi ynng pentirrg bagi negtra diatur dcngan undang-unclang rlan diselenggarakan oleh Badan usrha Milik Negara tran ata, tradan rtnu lcnrbaga ynng dibentuk atau ditunjuk oleh perncrirrlah.
Pasal 5
Ayat (l) Cukup jelas Aysr (2, Cukup jelns
Pasal 6
Pelakrr urahn tlilarnng membuat nerianiinn yflng nrcngakibntkan pembeli yang satu harus menrbayar dengnn hargu yang bertreda dari huga yang harus dibtynr oleh pembeli lain untuk trnrang *lan ntau jasa yong sflrnfl.
Fssal 7
Pelaku ucahn dilarang nrembuat perjanjian dengan pelaku usaha ynngpesaingnyn untuk menetapkan harga di bawah hargn pasflr, dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usnha tidak sehat.
Pnsal I
Pclaku useh$ dilarang membuat perjanjian dengan plnku usuht lain yang memuet porsyaratan bahwa penerimn bsrang dan ntau jusa tidak akan menjurrl atnu memssok kernbali barang clan atau jasa yang diterimanya, dengan hnrga yang lebih rendah daripada hlrga yang telsh diprjanjiknn schingg* dapat urengakibthen terjadiny perr*ingan usflha tidrk sehat.
Bagian
nr,..
A
FHt c:IDU N Rf l'LJFll-lR INDr)Nl,]:rlA
I
Bagian Ketiga Pcnrhagian Vilayah
Fasal 9 Pclaku usHtu dilarang m*rlbuat trrcriaujian tlcngan pelaku uselu pesaingnya yang bsr{ujuen untuk tnemhagi wilayah per}tflsaran ateu alokasi pasar terhadap harnng dan atau jasa schingga dapm nrengakibatkan terjadinya praktek tnonopoli dan flt&u persaingen usaha tidak sehat.
Bagian Kccnrpal. Penrboikrtan
Pasal ltl (l) Pelaku usaha dilarang menrtruat perjanjian, dengan pclaku usaha pesaingnyar yang dapat nrcnghalangi pelaku usaha lain untuk melakukan usahn y&ng liiltila, haik untuk tujuan pasar dalam negeri maupun pssflr luar nrg*ri.
- Pelaku usaha dilarang mcnrbuat perjanjian dengan pclaku usflha pesaingnya, untuk menolak nrcnjual $etirp harang dan ntau jasn dari pelaku usaha lain sehinggit pcrbuatafl tersebut:
- nrerugikrn atau dapflt diduga akan merugikan pelaku useha lilin; ;rtiur
- nternbntasi pcluku usaha lain dalam nrenjual atau tmcrnbcli seliap barang dalr atau jasa dari pas$r hersangkutan.
Bagian
(:ll ]l N W['H[ RII t'LJLlt.^lK llrll'l()fi[':l/-
- l(l -
fiagian Kelirna Kartel
Fasal I I
Pelaku usah& dilarang nrenrhuat pcrjanjian. dcngan pelaku usaha pesaingnya, ysng bcrrnaksud untuk urcnrpengaruhi harga dengan mengatur produksi dnn atau pr:nlssararr suatu barang dan fltau jess, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek rnonopoli dan atau persaingan usnha titlak s*hnt,
Bagian Ker:rrarrr Trust
Ptsal I2
Felaku usahn dilarang nternbuat pcrjanjian dengan pelaku usaha lain untuk melakukan kerja sanlfi, rlengan mcmbentuk gabungan perusahaan atau perseroan yailg lclrih hcsar, dengan tetap menjega dan menrpertahankarr kclangsungan hidult masing-masing pcrusahaan mengonlrolatau Ferseroen ulggotanya. yang hertujuan untuk schirrggaprodukri dan atau lxnrasflran atas barartg dan atau jasa, dapat nrengakibatkan ter.iadinya praktck rnon*poli dan atau persaingan usaha tidak sehat.
Bagian ..
rlF.tr,:)l[]Lp{ RF rlrJf3Llll rNDrlN[-3tA
- lt
Bagian Kctujuh CIligop*oni
Pssal 13 (l) Pelaku u$sha dilarang membuat pcrjanjian dengan pelaku usrrhe lain ysng hcrtujunn untuk sccarfl bersama-sama meuguasai pembelian atau penerimaan pasokan agfir dapat mengendalikan hnrga atns barang dan atnu jnsa dalam pfl$ilr bcrsangkutan, yang dnpat mengahibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingar usaha tidak sehat. (?) Pelaku u*aha patut diduga ntsu dianggap $ecflra bsrunrna-sama rncnguasai pembelian atau penerimaan pasokan scbagnimnna dimakxud dalom nynt (l) apabila 2 (dua) atau 3 (tigs) pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha menguasai lehih dari ?5% {tujuh puluh Iima persen) pnngsa pnser rntu jenis harang ntau jasa tertcntu.
Bagian Kedclapan Integrasi Vertikal
Pasal 7
Cukup jelar
Pasal 8
Cukup jela*
Pasal 9
Perjanjian dapat bersifat vertikal atau horis.ontal, Pe rjanjian ini dilarang karena membagi pelau ussha mcniadnkan fllsu nlengurfingi lxrsaingan dengan cflra wihyah passr atau alokasi pasar. Wilnyah purrllsarfln tlapat herarti wilnyrh negfira Rcpublik Indoneria etlflu bagian wilayalr rlsltara Republik Indnnesia misalnya kabupaten, provinsi, atau wilryah regional lainnya. Mernbagi wilayah pema$arafi atau alokasi pasar berarti mcrnbagi wilaynh untuk rncrrrpernleh ntau memusok barang, jasa, atau barang dan jasa, nrcnctapkarr rluri siapa saja dapat nrcmperleh alau memflsok barang, ja$a, atau barang dan jnsa.
Pnsal 10...
rrt{r:iti)rrn t.l[ ],lrLJl lK if.Jl:rr]Nt'51/
7
Pasal 10
Ayat (l) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jclas
Pasal I I Cukup jelas
Pasal 12
Cukup jelas
Pasal 13
Ayat (1) Cukup jelas (tr) "Ayrt Culcup jelas
Pasal 14
Pelaku usnha dilarang membunt perjanjian dengan plu usflha lain yang bertujuan untuk menguaai pruluksi sejumlah pruluk yang (ermasuk dalam rangkaian produksi barang dan a{nu jasn tertentu yang mane xetip rangkaian produksi merupakan hnril pegolnhan atau proses lanjutan, haik dalam satu rangkaian langsung maupun tidak langsung, yang dapat rnengakibatkan terjadinys persaingun usaha tidak sehnt dan atau merugiknn nrasyarakat.
Bagian
EI \
pH t.5lf1f. N RL PU[.tLl l( rNt-]Ul',lt* 1]iA
Sagiun Kesenrtrilan Ftlrjanjian Tertutup
Pasal l5 (l) Pelaku usaha dilarang nrcrnbual perjnjinn dengan pelaku usahe lain yang mcmuat per$ynratnn halrwa pihuk yang menerima barang dan atau jaa hnnya Rkarr lnclnarok atau tidak rnemasnk kcrnbali barang dan atau jasa ter*r;trut kepada pihak tertentu dan atau pada tf,mpat tertcntu.
(2) Pelaku usahn dilarang memtruat prrjanjian dcngan pihak lain
yeIIB nlsmuat persyaratan bahwa pihak yang nrenerima barang dan atau jarn tcrtcntu harus bersedia nremheli barang rlan atnu jasa ltin dari pclaku usnha lrernasok.
(3) Pelaku usaha dilarang lnenrtruirt perjanjian mengenai harga atau
potongan harga tertcnlu fita$ b&rflng dan atnu jflsa, yang nremuat persyeratan bahwa pelaku usaha yilng tncnerima barang dan atau jaea dnri pelaktr usrha pcrmasok:
- harus bersedia mcnrbcli barang dan ntau jasa lnin dari pelaku usnha penrasok; atau
- tidak akan mcnrheli barang dan atau jasn yolrg snma alru scjenis clari pelakrr usaha lain yang mcnjadi pesaing dari pclaku usahu perrtasok.
Bagian
P.rl t- r,l1) t_ N ffi til.t)r,t-J[.rR tND(]Nf 5t/r -t3-
Bngian l{esepuluh Perjanji*n Dengan Pihak Luar Negeri
Fasnl 16
Pelaku usaftfl dilarang membuat perjanjian dengan pihak lain di lunr negeri yang men)uat ketentuan ysng dapat nrengakibrtkan tcrjadinya prnktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.
Pasal 15
Ayat (l) Yang tcrmasuk dalarn pcngertian menrasok adnlah rnrnyerliakan pasokan, baik bernng maupun jrsn, dalarn kegiatnn jual bu'li. sdwa m*nyew&, $ew& beli. dan sewil guna usaha (/ec.ring).
Ayat (2) Cukup jnlas
Ayat (3) Huruf a Cukup jelas
Huruf b Cukup jclas
Pasal 16
Cukup jelas
Pasal 17
Ayat {1} Cukup jehs
Ayat (2) Huruf a Cukup jelas
Huruf b Yang dirnaksud dnngan petaku rt'suhct luin adarah pcluku usrrlru yurrg mempunyai kemampuan bcrsaing yant signifikan ddnm pfl$ar heraangkutan.
Huruf c .,.
\
t-Ht 5iriE-N l.?l-f:,tiIJl lK rNf]f.]Nr_ Sl a I
Huruf c Cukup jelas
Pasal I8 Ayat (l) Cukup jelas Ayat (?) Cukup jelas
Pasal 18
(l) Pelaku u$rhe dilarnng menguasai pcncrimflfln p&soknrt fiteu rnenjadi pembeli tunggal atas barang dan atau jasa dnlarn pfl$ar bersrngkutan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek mnnopoli dan atau persaingan rrsaha tidak sehat,
(2) Pelaku usahe patut diduga ntau dianggap mengun$ai penerirn*an
pa$oken atau menjadi pernhcli tunggal sehagaimana dimaksurl tlal*m ayat (l) apabila satu pelaku usaha atsu satu kclornpok pelrku usflhfl menguasai lebih dari 50% (linra puluh perxen) Fangsn pflsar satu jenis barang atau jasa tertcntu.
Eagian Ketiga
Penguasaan Pasar
Pasal l9
Peloku usaha dilnrang melakukan satu atau beberapa kegiatan, baik scndiri mflupun bersalna grlaku usahn lain, y$ng dapat mengakihatkan terjadinyn praktek monopoli dan atau persaingan u$rhs tidak sehat berupa:
- menols,k dm atnu menghalangi pclaku usaha tertentu untuk melnkuknn kegiatnn usahs yang $ailra pacla pasar bersangkutan;
atau
- menghalangi..
e
rrHr-";lriL N Irf F[JBl tK lNf)()Nt-1t/r -15
- rnenghala'gi konsurnen arau peranggan pcraku usahs pcsaingnya untuk tidak nrelakukan lrubungan usrha dcngan plaku usaha pesaingmya itu; ilttu jasac. mcrnbatasi pereclnran tlan atau penjuaran harang drn atau pada pasar bersnngkutfln: fltilu d^ melakukan praktek tiiskrirninnsi rerhaclap pelaku usaha te rtentu.
Pasal 19
Huruf a Mennlak atau mcnghalangi pr:laku usalra {rtt:ntu titlak boleh dilakukan dngan carf, yang tidak wajar alau ilengan alusarr non- ekononri, misalnya karcna perbedaan suku, ras. status xr:sial. tlarr lain_lain.
Huruf b Cukup jelas Huruf c Cukup jelas Huruf d Cukup jclas
Pasal 20
Cukup jclas
Paml ?l Kerangan dalum nwnetapknn bi1tu ptdrsi d*n biuvn lainnya adalah pelanggaran terhedap peraturan perundang-undangan ynng berlaku untuk memperoleh biaya faktnr-faktor produksi ytng lehih rcntlah dari seharusnyn
Pmal 22 ..
ffif.ril ir f)["N f tl t+![]1-l'<. f']fr{.}f[ 5tA -t0
Pasal 22
Tender sdslah tawer&n mc.nllajukan hnrga urrtuk rrrcmborong sualu pekerjaan, untuk mengadaknn barang-bnrang, ntau untuk rnenycdinkan -iusa.
Pasal 23
Cukup jelas
Paral 24 Cuhup jehs
Pnsal 25 Ayat (t) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelau Huruf c Cukup jelas Ayat (?) lluruf a Cukup jelut Huruf b Cuhup jelas
Pasal 26
Seseorang yeng menduduki jahatan sebagai direksi atau komisnris dari suatu perusahaan. pada waktu yang bersarnaan dilarang merangkap menjadi dircksi atflu kornisaris pada pcrusahaan lainn apabila perusahaan*pcrusahaan tcr$chut :
- berada dalam pa$ar bersangkutan yang sarna; atau
- memiliki keterkaitan yang erilt dalam bidang dan atau jenit usaha; atau c, secara hersama dapat nrcnguasai pangsa pasar harang dan atau jasa tertentu, yang dapat nrengakibstkan terjadinya praktek ntonopoli dan alau persaingan usaha tidak sehat.
Bagian
ffit,tiF.5tDE N t"l t- lrUl-]Ll K tN D()t',1f" :)l A
- lll -
Ilaginn Ketiga Penrilikan Silharn
Paral 27
Pelaku u$flha rlilararrg rneuliliki saharn rnay$rita$ pltdfl hberapa perusahaan scjenis yarrg rrrelakukiur kegiatan usahq dalam bidang yong sama pada pasar brsangkutarr yang satna, ntau rnendirikan beberapa perusahran yang nrcnliliki kegiatan usaha yang anra pada pss&r bersangkutan ynng s&nra. apabila kepernilikan tersebut mengakibatkun: &. sntu pelaku usaha &tau satu kclornpok pclaku usalra msnguasai jenis lchih drri Sfi% llirua puluh persen) pilngsa pnsar satu barang atau jsrt tcrtcntu:
- dua atflu tiga pelaku usaha atiru kelompok pelaku usahs menguasai lubilr d.lri 75 % (tujuh puluh linu pcrsen) psng$a pas,rr satu jcnis hnrang atau jasa tertrntu.
Bagiarr Kcr;ltrpnt Penggnbungan, Pelctruran. tlan Pcngrunbilalihan
Pasal 27
Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelar
Pasal 28
(l) Pelaku usaha dilnrang rrrclakukan penggabungan fltau pelcburan badan usahR yafig dapat nrungakibatkan tcrjudinya praltt*k monopoli dan atuu pcrsaingan usaha titlak sehat.
saharn(2) Pelaku usnha dilnrang rnelakukan l)Bnganrbilalihnx perusahaan lain apatrila tindakan tcrscbut dapat nrerrgakibatknn terjadinya praktek nronopoli dan ateru persaingan usaha tidsk sehat.
(3) Ketentuan ."
t ! ,#l
(3) Ketcntunn lebih lanjut mengcnai penggnbungan atau pctehurnn
hsdan usaha yang dilarong sebagaimana dirnaksud nyat {l), dm ketrntuan mengenai pengarnbilnlihan sallnm pcruschaan sebaguimana dimaksud dalrrn ayat (2), diatur dalarn Psraturan Pcnrcrintaft.
Pssal 29 (l) Penggnbungan atnu pclcburan badan usaha, ntau pengambilalihan saham sebagaimnna dimaksutl dnlam Pasnl 2S yang bcrakibat nilai sset dan atsu nilai penjualnnnya melebihi jumlah tertentu, wajib diberitahukm kcpada Komisi, selanrbrt-lamhatnya 30 {tigr puluh) hari sejrk tanggal pcnggabungan, peleburan fltflu pengambilalihan tsrsebut.
(2) Ketentufir tentang peiletapan nilni aset dan atru nilai penjualan
serta tata cflra prmberitahuan sehagairnana dirnaksud dnlam ayat (l), diatur dalam Feraturnn PEmcrintah.
Pasal 29
Aynt (l) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pa*d 30 .."
4, /
b
r}RrStnEN
RTI,TJI:ILIK INDONESIA
- 13
Paral 30 Ayat (l) Cukup jelas Ayar {?) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas
Pasal 30
(l) Untuk mensnwe$i pelnksanaan Undang-undnng ini etib,entuk Idornisi Pengnwar Persaingan Usaha yang sela*jutnya disebut Komisi.
(2) Komisi ...
\1.
tsHFSiri|N Rt" F5rJt Lll{ NtJ(JNthl{\
?0
**(2) Knnrisi adalah $ilatu lenrbaga indelrcndcn y*rlg tcrlcpas dari
pengarult dan kr:kuasaan Pcrncrintah serta pihak lairr.
(3) Komisi bcrtanggung jawnb kepada Presidcn.**
Bagian Kechrn
Kcanggotaan
Pasal 3 I
(l) Komisi tcrdiri flta$ scorang K*tu;r nrcrangkap anggota, sesr&ng Wakil Ketua rnerangkirll rngguta. dnn sekurang-kurangnya ? (tujuh) urang flnggatrr.
**(2) Anggota Honrisi cliangkat dan dibcrhentikan oleh Pr*sidrn atns
psrse.tujunn Dewan Perwakilarr Rakyat.
(3) Masa jatratarr qnggotir Korrri.si adnlnh 5 {lima) rahun dan dapat
diangkat kenrtrali untuk I (satu) kali nrasa jabatrn herikutnya.
(4) Apabiln karclra brrakhirnya nrasa jabatan akan terjadi**
kekosongan dalam keanggotaan Konrisi, rnaka masa jsbatan anggota dapat diperparrjang sarrrpai ;xng'angkatan anggota baru.
Pasal 32
Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelm Huruf c Cukup jelas Huruf d Cukup jelas Huruf e .,.
ffip i'qr".) t)r'N ^r RI trl]Hl lK tr[-tfiN!.5r
- l3
Huruf e Cukup jelas Huruf f Cukup jelas Huruf g Yang dimaksud dengan tidak pentah ilipidan* atlalah tidak pernah dipidana karenn melakuknn kejahatan hcrat fltilu karcna nrclakukan pelanggaran kesusilaan. Huruf h Cukup jelas Huruf i Yang dimaksud tidak tercrfiliusi dmgun suatu bmlsn usclrc adlah bahwa sejak yang bersangkutan nrenjadi anggora Kor,isi tidak rnniadi :
- anggoh dewan komisaris atau tr)cnga^ras. atau direksi suatu peru.+ahaen;
- nnggota pcnsurus atau badar pemcriksu suatu koperasi; 3" pihak yang nlertrberikan layanan jasa kpda suatu perusahaan, $rperti konsultan. akunlan publik, dan penilai;
- pemilik saham mayoritas sualu lrcrusahirrn.
Fasnl 33 Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jela* Huruf c Cukup jelns Huruf d Dinyatakan dengan surat keterflngan doktcr yang lr*rwenang.
Huruf e ...
i ri ,,) [ f! t^ r :'l-t{ I r.'. r,i).;1"{i-!r.. l4
Huruf u Cukup jcla* Huruf f Diberhentikan, Enlflrs laln dikarenakan tidak lngi rn€menuhi peruyflratar keanggotaan Komiri sebagrimana tlirnaksud pasal 12.
Pasal 33
Kcanggotaan Konrisi berlre nti, karc*u :
- meninggal duniu;
- mcngurulurkan diri atas perntintaan scndiri;
- bertr:rnpat tinggal di luar wilayah negara Republik Intloneria;
- sakit jasmani atau ruhiuri tcrus rnenerus;
- berakhirny& flnftsa jabatan keanggotann Konrisi; atau
- diberhentikan.
Pasal 34
Pembentukan Kornisi scrt* f;usunan urganisasi, tugas, dau{l} fungsinya ditetapkan dcngarr Kcputussn Pr*riden.
**(2) Untuk kelancaran pel*ksanaan tugas. Kornisi dibantu olsh
sckretariaf.
(3) Kornisi dnpat rnemberrtuk kck:nrpok kcrja.
(4) Ketentuan nrengrrrui $uriunlrl organisasi. lugas, dan fungsi**
se krcl.ariat dan kclurnprrk kur.ja diatur lchih lanjut dengrn kqputusan Komisi"
Bagian
$# PFlr-.5rDEhl HE PUtfI-,K IhJD(.]NL5iA
2:
Bagian Ketiga
Tugas
Pnsal 35
Tugas Komisi rncliputi:
- melakukan penilnian tcrlradap perjanjian yang dapat mengakibatkan terjarlinya praktck nronop*li dan atau persaingarr usaha tidak sehat sctragainrnna diatur dalaln Pasal 4 sarnpai dengan Pasal I6;
- mslakuhan pcnilaian tcrhndap kcgiatan usahfi dnn atau tindkan pelaku usaha y&ng dapnt rrrengakibatkan terjndinya praktek nranopoli dan atau pcrsairrgan usaha tidak sehal sebagaimitnn diatur dalnnr Farl l? sanrpai dengan Pasal ?4;
- mckkukan pnilaian tcrhaclap nda atau tidak adanyu pcnynlntrgunaan posisi donrinan yang rlapat nrengnkihatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persirrgan uaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 25 sarnpai clcngnn Pn.ral 381
- mengarnbil tindakan scsuai d*rrgan wewenrrng Kornisi sebagairnana diatur dalurn Fasal 30:
- mcmbe"rikan .snran dnn pc.rtirnbangnn tcrhadap kcbijakan Pernerinlah yang b*rkiltan dcrrgan praktck monopoli dan atau persaingan usaha tidak schat;
- nlenyilsun pedonrrt dan atau putllrkasi yang bcrkaita derrgarr Undang-undang ini:
- nrenrherikar llrorun secflra hcrkaln atas hsil k*rja Koffiisi kepadn Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Bagian .."
q
/1 I'
U.
FtrF$l{ri. hJ Rt" trUtill-lK 1f9D(}NI bli\
Bagialr K*c'rrrpat Wewcnang
Pasal 3(r
Wewenang Knnrisi nrcliputi ; E. menerima lapnran dari lnasyarakat dan atau dari pelaku usahs tentang dugaan tcrjadirrya prnktek nronopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
ntelakukan penelitian terrtung dugaitn ndanyn kegiatan usaha dm atau lindaka* pelaku usaha yarrg rlalrat rrrcngnkibalkan terjndinya praktek monopoli dan atau persaingan u$aha tidnk sehat;
melakuknn penyelidiktn dan atau pcmeriksaan tcrhadap kasus dugaan praktck monpoli dan atnu persaingan usaht tidak sehnt yang ttilaporkan alh nrnsyarakat atau *leh pelaku usaha atau yang ditcrrrukarr oleh Korrrisi sebagai hasil dari penelitiannya:
mcnyinrpulkan hasil penyelidihn dnn ntau pemcriksaan tentang ada atau tidak adarrya praktek nlCInpoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
mcmanggil pclaku usaha yang tliduga telah melakuknn pelanggaran terhadap kctentuan undarg-undnng ini ; f, nrenranggil dan rrr*rrglradirkan saksi" saksi ahli, dan *etiap orang yans dianggap rnengctahui pclarrggaran tcrhadap kefenturn undang-undang ini;
nrenrinta,..
i::i'. t 4
i.
F}EE S ,TN f-tI t"t.JHI_tK rND()Nf 5lA
?4
meminta tintuan pcnyitlik untuk menghadirkan pelaku usahs,B. saksi, riaki ahli, atnu sctiap orans s*bagairnana dirrraksud huruf e tlan huruf f" yang tidirk hr;rseclia rncrnenuhi panggilnn Komisi;
- mntinta kcterangalr tlari instnnsi Penrcrintah dnlanr kaitannya dengan pcnyelietikan dan iltelu pcntcriksaan terhadap pclaku usahn ynng nrlanggar ketentuan urilang-undang ini;
- mendapatkan, nsneliti, dan atau ntcnilai surat, dokunren, atau alat hukti lain guna pcnyelidikan dan atau perncriksaan;
- memutuskan dan menetapkan ada atau tidak adanya kcrugian di pihak pelaku usalra lain atau nrasyarakat;
- nrenrtrcritahukan []utusan Konrisi kepada pelaku usaha yans didrrgn rnelnkrrkan prakt.k rnnnopnli rlan Rfau prrcingan rrrrha tidah xchat;
- menjatuhkflr sank$i herupa tinrlakan adnrinistratif kcpatla pclaku usaha yang melangsar kctentuan Undang-undang ini.
Bagitn Kelinra
Penrhiayaan
Pasal 35
Huruf a Cukup jelas Huruf h Cukup jelar Huruf c Cukup jelas Huruf d Cukup jelar Huruf e Cukup jclas
Huruf f .."
t., ar I', t 'I l-. t\ t,.1, .I 5
Huruf f Cukup jelas Huruf g Cukup jelas
Pasal 36
Hurtuf a Cukup jelas Huruf b Cukup jels Hunrf c Cukup Jelas Huruf d Cukup jelas Huruf e Cukup jelas Huruf f Cukup jelar Huruf g Yang dimnksud dengan penyidik adalah penyidik sebagaimana dimnksudkan dnlsm Undrng-undang Nomor I Tahun lggl. Huruf h Cukup jelas Huruf i Cukup jelas Huruf j Cukup jelas Huruf k Cukup jelo Huruf ...
I
I'Hf.':.lL)t'N R{" F}r.ttit. tK tr.,tD()Nt-5r A
Huruf I Cukup.iclas
Fasal 37 Pada dasarn-Ya Negare bf,nanggung jawah tcrhadap opera.qional plaksanaan ruga$ Ktlrnisi rft:ngan ntcnrherikan clukungan dana melalui Anggaran Fenclpatal dur Belanja Negara. Namun. utengingat ruang lingkup dan cakupan rugas Kornisi yang demikian luas dan .'iailga( herugam, maka Komisi dapat menrperoleh 4ana dari suntber lain yang tidak hertentangan clcngan peraturrn perundang-undangap 3,ang herl$ku yarrg sifatnya tidak ntengiknt serta tidak akan nrcmpengaruhi kcrrranclirian Komisi.
Fasal 3ll Ayar ( 1l CUL-up jclas Ayat (2) Cukup.felas Ayat (J) Cukup i*las Ayat (4) Cukup.jclas
Pasal 37
Eiayn untuk pclksanaan tuglils Kr:rrriri dihehankan kepaela Anggaran Pndapatan dan Belarr.ia Nr:garn rlan atan suntber-sunrbcr lain yrng dipcrbalehk*n oleh peraturtn ;rcrurrdarrg-undangan yang berlaku.
Pasal 39
(I) Burdasarksn laporan sebagainrana dirnaksud dalam Fasrrl 38 ayat
(1) dan ny6t (2), Komisi wajib nrclakukan perneriksnan
pendahulunn, dn* dalnm wnktu selarnbnt-lanrbatnyn 30 {tigfl puluh) hsri $stelah menerirna laporan, Konrisi wajib mun*tnpkan pcrlu atau tidaknyr dilakukan pemeriksaan lanjutan.
(2) Dalam ..
ffib FrHt strlrfit RI PUHL-IK INN{JNf, 9iA
76
(2) Dalam pemrriksaan lanjuten, Kornisi wajitr nrclakukan
pemeriksaan terhadnp pelaku usaha yang dilnporkan.
**(3) Knrni*i wajih menjaga kerahnsiaan infarnrasi yang diperoleh dnri
pelahu usrha ynng dikategorikan acbagai rahasia perusuhaan. (a) Apabila dipordang perlu Komisi dapat mendengrr ketcrangnn saksi, saksi nhli, dan atau pihnk lain.
(5) Dalam melukukan kegiatan sebagaimnna dimaksud dalam ayat (2)**
dan ayat (4), anggota Komisi dilengknpi dengan surat tugar.
Pasal 42
Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jclas Huruf c Cukup jelas Huruf d .
I rt:, /,/ tr$ t .-l l. I ?i t; i t ) .r" lrrl,i.; <.:;,,i "18
Huruf d Cukup jelas Huruf e Cukup jelas
Pasal 43
{l) Komisi wnjib mcnyelesaikan pemeriks*an lanjur,an sclarnhat- lnmbatnya 60 {enarn puluh} hari sejnk dilakukqn pemeriksran Ianjntan sebagnimana dimaksud dalanr Pasal 39 aya{ (t).
(2) Bikmana diperlukan, jangkn waktu pemcriksaan lanjutan
scbagaimana dimaksud dalam aynt (1) dapat dipcrpnnjnng paling Irma 30 (tiga puluh) hari.
(3) Kornisi wajib memutuskan telah terjadi atau tidnk tcrjadi
pelanggaran terhadap undang-undang ini sclambat-lnmhatnya 30 (tiga puluh) hari tcrhitung sejak selcsninya pemeriksaan larrjutan eebagaimona dimaksud dalam nyat (l) atau ayat (2).
harus(4) Putusan Kornisi aebagaimana dimaksud dakm eyal {3} dih*cakan dalam suatu sidang yang dinyatakan tcrhukn untuk umum clan regera dibcritahukan kepada pclaku ucaha,
Pasnl 44 .."
ffii.Hl 5,li[.N Qr t){JtJl-- l}( .P.t p#Nt ..it.a
-;E-
Pasal 44
(l) Dnlam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak pelaku usaha rnrnerinra penrberilrhuan putusan Konrisi sebagairnaua dinrnksud dalanr Prsnl 43 ayat (4), pelaku usahn wajib mekksanakan putu$en tersehut dsn mcnyarnpaikan laporan pelaksanaannya kcpada Komisi.
(2) Pelaku usaha dapat nrengajukan keberatan kepada pengadilan
Negeri selambat*lambatnya I4 {empat belas) hari setelah menerima pemberitahufl n putu$arr lErscbut"
(3) Felaku usaha ynng tidek mengqiukrn kehernran dulam jnngka
waktu scbagaimnna dimaksud dnlnm ayat (2) dianggap menerimu Futus*n Komisi,
**(4) Annbila ketentuan sebasaimana dimskud dalrn synt (l\ dnn nyst
(2) tidnk dijalankan oleh pelaku usaha, Koruisi menyerahkxn
putusan tersebut kepada penyidik untuk dilakuhan penyidikan sesuai dengan ketentuan peratilran perundang-undnngan ya$g bedaku.
(5) Putusan Kornisi s*bagaimana dimaksud dalunr Posal 43 ayut (41
merupnkan bukti pcrmulaan yang cukup bagi pnyidik untuk melakukan penyidikan.
Paeal 45 (l) Pengadiltn Negeri harus memeriksa kebcratar pctaku usaha sehagdrnnna dinraksud dalam Pasal 44 aynt (2), dalam waktil 14 (enrpat helns) hari mjak diterimanya kebcratan terscbut"
(2) Pengadilan Negeri herus memheriknn putusan dal*m waktu 30
(tiga puluh) hmi sejnk dimulainya pemeriksaan keberatan teruebut,
(3) Pihak ., -
ffil
t.Ht ltr)f .N HI tsULiL"IK INTJO\L5 A
29
(3) Pihek yans keberattn turhadap putusan pengadilan Negeri
uebagairnana dimaksud dalam ayat (2), dalam waktu 14 (empat belar) hari dapat mengnjukan kasasi kepada Mahknrnnh Agung Rcpublik Indonesia.
(4) rvlahknmnh Agung harus rnemberikan putusan dalam waktu 30**
(tiga puluh) hari sejak permohonan kasasi diterirna.
Pasal 45
Ayat (l) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup jelas
Fasal 46 Ayat (l) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas
Pncl47 Ayat (l) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Penghenttan integrilii vertialntflra lain tiilnksanakan dengan penrhatalan perjanjian, pcngalihan utraginn pcnrsahaarr kcparla pelaku usahn Inin, atau
. perubahan trentuk rrngkaian lrrotluksi nya
Huruf c ...
4
PRT'5IDEN RTFUBLIK 'NDONI9IA 30
Huruf c Yang diprintalrkrn untuk rJihntikan adalah kegiatan atau tindakilft tertentu dan hukan kcgiatan usaha pelaku usaha sccarfl krs*ruruhan. Huruf d Cukup jelas Huruf e Cukup jelas Huruf f Ganti rugi diherikan kcpada peraku usaha dan kcpada pihak lain yang dirugikan. Huruf g Cukup jelas
Pasal 46
(l) Apabila tidak terdapat keberatan, purusan Komisi sehagainrana dimnksud dalam Pasal 43 ayat (3) telah mcmpunyai kckuatan hukum yung tetap.
(2) Putusan Knmisi sebagaimana dimaksutl dalam ayat (l)
dimintnkan penetapan eksekusi kepada Pengadilan N*geri.
Pasal 47
(l) Kornisi berwenang menjatuhkan sanksi berupa tindaknn administratif terhadap pelaku usaha yang melanggsr ketentuan Undnng-undang ini. (?) Tindaksn administrarif mbagaimana dimnksud dalam ayat {l) dapat hcrupn: &. pnetapan pembatalan pcrjanjian rclragairnana dinraksud dalm Paoal 4 srmpai dengan Pasal 13, Pasal 15, dan patal 16; dcn ntau
- pcrintah ...
tJHLl,'L)L N ,?l f rt,lUt.llt NI*rr.)Ni^ 1:rzl
30
- perintah kepada pelaftu usaha untuk nrcnghentiknn intcgrari vertiknl sebngainrann dirnalcsud dalarn pasal 14; dsn atau
- perinrnh kepada pelaku usaha untuk menghentikrn kegintan yeng terbukti menimbulkan praktek nronopoli dan ntfiu mcnyebabkan persaingan usaha tielak sehat dnn atau mcrugikan masyarakat; dan atnu
- perintah kcpada peluku usaha untuk nrenghenr^ikan penyalahguna&n posisi donrinan; rlan atau
- penetapan pembatnlan ata$ penggabungan slau peleburan hadan usaha dan penganrbilalihan saham rebagainrana dimaksud dalam Pasal 28; dan atau
- penctapan pembayaran ganti rugi; clan atau
- pengena*n denda serendah-rendahnya Rp 1.000.CI00.000,0fr (satu milinr rupiatr) dan seringgi-tingginya Rp 2$.CIfi).0()0"flX),00 (dua puluh lirnn miliar rupirh).
Bagian Kedur Pidana Pokok
Pasnl 48 pnsal g saurpai dengan(l) Pelanggaran terhadnp ketentuan Pusnl 4, Fnsal 14, Pasal 15 uampai dengan parnl Ig, pasttl 25, pasal Z?, dun Pasal 28 diancsm pidana denda serendflh-rendahnyr Rp 25,000.000.000,CI0 (dua puluh lima rniliar rupiah) dan retinggi-tingginya Rp 100.000.000,000,00 (seratus nriliar rupiah), atau pidana kurungan pcngganti denda sslama-tarnanya 6 (enam) bulan.
(2) Pclanggaran ...
r;ffii
-31
(2) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 5 sampai dengan pasnr g,
Paurl 15, Pasd 20 sanrpai dengan Prsal 24, dan pasal 26 undang'undang ini diancam pidnna denda serenduh-rendahnya Rp 5.000.000.000,00 ( lirna nriliar rupiah) dan uetinggi-ringginya Rp 25.00fi"000.000,00 (dua puluh lirna rniliar rupiah), aru pidana kurungan pengganti ds.nda sclama-lnmanya 5 {lirna} hulan, (31 Felanggeran terhadap kete.rluen Pasnl 4l Unclang-undang ini rliancam pidann denda serndah-rendahnya Rp I .000.000.000,t10 (satu miliar rupiah) dan setinggi-tingginya Rp 5.000.000.000,00 (linra miliar rupiah), atau pidana kurungan pcnggnnti denda selama-lamanya 3 (tiga) bulan.
Bagian Ketiga Pidana Tsmbahan
Pasal 48
Ayat (l) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayrt (3) Cukup jelas
Pasal 49
Dengan menunjuk ketentuan Pasal l0 Kitab Undang-undung Hukum Pidanan terhadap pidana scbagaimena diatur dslam Pasal 48 dapat dijatuhkan pidana tambahan berupa: a- pencuhutan izin usaha; atau
- larangan kepada pelaku usnha yang telah lsrbulrti rnelakukan pelanggaran terhadap undrng-undang ini untuk rnenduduki jabatan direksi atnu komisaris sskurang-kurangnyn 2 (dua) tahun dan selarna*lamanya 5 (lima) tahun; atuu (. penghentian kegiatan rtau tinrlaknn tcrtentu ysng rncnycbabkan timbulnya kerugian pada pihak lain.
Pasal 50
Yang diker;ualikan dari kctcnrurn unclang-undrng ini adalah: B. pcrbuatan dan at*u pcrjanjian y;ulgi bertujuan melaksanakan peraturan peruudang-urrdanglur yang Lrerlaku; atau
- perjanjian yang berkaitan tlcngan hak ntm kekayaan intelcktual scperti liscnsi, patc,r! lnerrk dagang, hak cipta, desain produk industri, rangkainn elektronik tcrpatru. dan ralrasia dagang, serta perjaniin yang herknitan dcrrgarr waralabal atau jasac. pcrjanjian pcn(apan srandar tcknis produk barang dan atau yang tidak nrcngckang dan atau rrrenghalangi persaingan; atau
- perjnnjian dtlarn rangka keagenan yarrg isinya tidak nremuat ketsntuan untuk nrerrrasok kernlrari barang dan atau jasa dengan harga yang lebih rcniJah claripada harga yang telah diperjanjikan;
atau
- perjanjian kerja sflrrln pcneliriarr untuk peningkatan atau perbnikan standar hidup rrrasyarakat luiis; atflu pcmerintahf" perjanjian internasiorral yang tchlr diratifikasi olch Reprrblik lndoncsia; atau
- perjanjian dan atau perbuatan yang brtujuan untuk ek;por yrng tidak mnggilnggu kebutuhan dan atau pasokan pasflr dalanr neg*ri; atau h, pelnku usaha yctng tcrgolong dalnu usaha kecil; atnu
- kegietan us*ha koperasi yflng secara khusus bcrtujuan untuk melayani anggofanya.
Pasal 52
Ayat (t)
Cukup jelas
Ayat {2
Cukup jelas
Pasnl 53 Cukup jelas
TAMBAHAN LEMBARAN NECARA REPUBLIK INDONESIA NilMOR, 3ItI?
Pasal 53
undang-undang ini nrulai berlaku terhitung I (satu) tahun sejak tanggnl diuudangkan
Agar
Ptt r ill]r't.r nrt,l,lI..ll{ tflt r{.rhlL Ltn
-14
Agar rctiap o,'ang rrengctarruirrya, rrrclrrcrintahkan pcngunerangan Undang-undang ini denga, pcncnrpatannya darar, l.embaran Negara Republik Indoncsia.
Ilisairkan di.fnkarta patln tanglal S Mare{ 1$gg I,KI;SIDUN RITUNI.IH INI)ON[IiIA ild trAcr TARUDOIN Jr.JSlJr HABr BII I)i undrrngkau rli .fr karta pada tanggal II Mar.ct II)Dg
M[:N'T[RI NICA RA .q[KRilTARIIi NI,(;A RA RIJI'TJ I} I,I K IN T)t)NHSIA I ttl .tANDJtrN(; AKITAH
I,};MIIARAN NX;ARA RIPTJBI,IK INIIT)rur:SIA l,AIIUN I f}99 NOMOR 33
Sirlintn scsuli rlerrgatr aslinya R['rAHtA't'lt^tltNr:'r RtaI a l?irn ltcrrlurafi -rrndnngnn I '4,*,5.^ V. Nahattanils
lr{
ffi R r p',rf;:["]lil;] *u =, ^ PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDAhIG REPUBLIK INDONHSIA NfiMOR 5 ]'AHUN 1999 TENTANG
LARANSAN PRAKTHK MONOPOLI DAN PERSATNOAN
USAHA TIDAK SEHAT
UMUM
Pembangunn ekonomi patla Pembangunan Jangka Panjang Pertama tclah menghasilkan banyak hemnjuan, nntara lain dengan meningkatnyn kescjalrtermn rakynt. Kemajuan pembangunan yflng telnh dicapai di atas" didorong olch kcbijakan pembangunan di trerbagai bidang, termasuk kebijnkan Jrmbangunan bidang ekonomi yng tsrtu{ng dalarn Garis-Garis Bcsar Hluam Negura dan Rencana Pemtlnngun&n Lirnr Tnhunan, serta berbagni kebijakan ekcnmi lainnya.
Meskipun telah bnnyak kemaiuftn ynng dicapai selamu Pernbrngunnn Jangka Panjang Perlama, yang ditunjukkan olch pcrtumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi rnasih banyk pula tantangan atu peroalnn, khususnya dnlarn pembangunnn ekonami yang belum tcrpecahkan, sciring dengan adanya kecenderungaa glbalisasi perekonomian ssrta dinsmiks don perkembangan usaha $wa$ta sejrk awal tahun l$90-an.
Peluang-peluang usaha yang tercipta selarna tiga dasawara yang lalu d$lam kenyataannya belum memhuat seluruh masyarakat marnpu dan dryat berpartisipnsi dalam pembangunnn di bcrbagni sektor ekonomi. Perkembangnn usaha swasta slama priode tersebut, disntu sisi diwarnai oleh berbagai bentuk kebijakan Pemerintah yang kurang tepnt sehingga pasar m*njndi terdistorsi. Di sisi lain, perkemhangnn ucnha swasta dalam kenyataannyn rebagian besar merupaknn perwujudan dcri knndisi persaingan ueflha yang tidak sehat.
Fenomcn*.".
2
Fenomena di rtns telah herkemhang dan didukung oleh *danya hubungan yang terkait antara pengambil keputusrn dengan para pelaku usaha. hetik secara langsung maupun tidek langsung, sehingga lchih mcmpcrbunrk kr'arlran. penyelenggarean ekonomi nasional kurang msngecu kepada amanat Pa.sal 33 l.Indlng-Undang Dasar Ig4S, serla cenderung menunjukkan corak ynng $angat rnonopolistik.
Para pengusaha yang dekat dengan elit kekua.rnan nrcrulnpatkan kelrrudahan-kmudahan yang bcrlehihan sehingga berdanrpak kepatla kese njangan sosia[" Munculnya konglomerasi dnn sekelornpok kccil pcrrgusnha kunt yang ticlak didukung olh semftngat kcwirausnhasn scjati merupakan salah crru faktor yeng mengakibatkan hetahnan ekonomi menjadi $sftgn{ rapuh dan ridak mflmp bcrsaing,
Memperhatikan situasi dan kondisi tcrselrut di atas, rnnuntut kils untuk menr,nflti dan menata kcmbali kegiatnn usahn di Indorrr:sia. agar rlunia usaha dapat tumhuh sertr berkemban8 sscara sehst drrn bcnnr, sehingga trrr'ipta iklirn pcrsaingan usah* yang eehat, sertr terhindarnyt pemusittun kckuatan ekonorni pittla pcrorangan atau kelompok tertentu, antara lain dalam bentuk praktck nronopoli dan persaingan usaha tidak ehat yang merugikan masyarknt, yang bertentangan clengarr cita-cita keadilan s*rsint.
Oleh karena itu, pcrlu disurun Undnng-Unclang tcntang Larangan praktek Manr:poli dan Pnrsaingan Us$a Tidak Sehat yang dinraksutlkarr untuk rnenegakkan aturan hukum dan membcrikan perlindungsn yang sanra bagi sctiayr yrclaku usahn di dxlam upry{r urttuk menciptakan percaingan usaha yang sr.hat.
Undang*undang ini menrhcrilcan jaminan kcpaslian hukuur uutuk lehih mendorgng Ferc€F8tan pemhangunan ekononri dalanr upaya nreningkalkan kesejahteraan uruurn, serta rebagai implementari dari oflmflngat clarr jiwa Unclang-Untlang Dasar 1945.
Agnr
{ffi
F'r"(L'rt[ir^hl r-{i frtl;.!: lt( lrvi-)()NL,:il:r
-1
Agar implemcntasi undailg-undang ini scrta pcrntur.rn l)elaksfinanye dflpat herjalan efektif sesuei asas dsn tujunnya, nraka perlu dihcntuk lionrisi pengawus Fersaingnn Usrhn, yaitu lernbaga indcperdcn yang tcrtcps clari pengaruh penrerinkh rlnn pihalr lain. yang berwenang melakukan 1xnsawflsan pcrsaingan u.rahn clan rnenjatuhkan sanksi' Sanksi terwbut berupa tindakan atlnrinis{ratil. scdangkan sanksi pidana adalah wewenang pengadilan.
Secarn umum, materi dnri Untlang-Undang Terrlang Larnngan praktek Monopoti dan Persaingan Usnha Tidak Sehat ini mrngamlung 6 (enflrlr) hngian pengaturen yrng terdiri dari :
- perjanjian yrns dilarang;
- kegiatan ynng dilarang;
- posisi dominan; 4" Komisi Pengawas Persaingtn Usaha;
- penegnkan hukum;
- ketentuan lain-lain.
Undang-undang ini disusun berdasarknn Pancasilt dan L.tndlng-Undang Dasnr 1fl4j, serta bcrasrukan kepadn denrokrasi ckonorni ilengan rncmperhatikan kpseimbarrgan sntsrE kepentingan pelaku usaha dan kcpentingan rrnruru dengan tujuan untuk : mcnjga yangkcpcntingan umum dan nrclinrJrrngi konsunren; rrrerrurrrhuhknrl iklim usahn kondusif melalui terciptanya persaingarr usalru yang sehat. ilan rnenjanrin kepastin' kesempatan berusaha yflng sat]ln bagi setiap orang: nrencegah praktek-praktck mouopCIli dan atflu persaingan urnhn tidak selrat yang clitinrbulkan plaku *saha; sr;rla menciptaknn efektivitas dan efisieni tlalam kegintan usaira dalnrn rangka meninghatknn efisiensi ekonomi nasional sehtgai salrh satu ullaya rncnirrgkntkan kercjahtersnn rakyat.
PASAL
/1
-t.
Jl'
l^ ri [^(;, r) F N Hr ilUlJi.tn rNI.,r)NE \ir\
4
PASAL DEMI PASAL
Pasal I
Angkr I Cukup jelas
Angka 2 Cukup jelas
Angka 3 Cukup jelas
Angka 4 Cukup jclas
Angka 5 Cukup jelas
Angka 6 Cukup jelas
Angka 7 Cukup jelas Angka I Cukup jelas
Angka 9 Cukup jelas
Angke lO Cukup jelas
Angka I I Cukup jelns
Angka I?
\
I,
I Hl.t,,l)[ N trl. Pr.tl'll ,K l.{{ rr-,NI Slrr
"5
Angkn l2 Cukup jolas
Angka 13 Cukup jelas
Angka 14 Cukup jelas
Angka 15 Cukup jelas
Angkn 16 Cukup jclas Angka l7 Cukup jelas
Angka l8 Cukup jelas
Angka I9 Cukup jelas
Panal 2 Cukup jelns
Fnsal 3 Cukup jelas
Pasd 4 Ayat (l) Cukup jelas Ayat (2) ...
Wiri"tI tr{{.11.n, ftt PU,tL tK lt"lD(1l.Jt^ Si/-
6
Aynt (2) Cukup jelas
Konsideran (Menimbang & Mengingat)
Pnsal 5 Ayat (l), Pasal 2l Ayat (l), Fasnl I? Ayat (2), dan Passl 33 Undang-Undang Dasar 1945;
Dengan pcrsctuiu*n
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
IvIEMUTUSKAN:
