Pasal 6
Pelakrr urahn tlilarnng membuat nerianiinn yflng nrcngakibntkan pembeli yang satu harus menrbayar dengnn hargu yang bertreda dari huga yang harus dibtynr oleh pembeli lain untuk trnrang *lan ntau jasa yong sflrnfl.
Fssal 7
Pelaku ucahn dilarang nrembuat perjanjian dengan pelaku usaha ynngpesaingnyn untuk menetapkan harga di bawah hargn pasflr, dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usnha tidak sehat.
Pnsal I
Pclaku useh$ dilarang membuat perjanjian dengan plnku usuht lain yang memuet porsyaratan bahwa penerimn bsrang dan ntau jusa tidak akan menjurrl atnu memssok kernbali barang clan atau jasa yang diterimanya, dengan hnrga yang lebih rendah daripada hlrga yang telsh diprjanjiknn schingg* dapat urengakibthen terjadiny perr*ingan usflha tidrk sehat.
Bagian
nr,..
A
FHt c:IDU N Rf l'LJFll-lR INDr)Nl,]:rlA
I
Bagian Ketiga Pcnrhagian Vilayah
Fasal 9 Pclaku usHtu dilarang m*rlbuat trrcriaujian tlcngan pelaku uselu pesaingnya yang bsr{ujuen untuk tnemhagi wilayah per}tflsaran ateu alokasi pasar terhadap harnng dan atau jasa schingga dapm nrengakibatkan terjadinya praktek tnonopoli dan flt&u persaingen usaha tidak sehat.
Bagian Kccnrpal. Penrboikrtan
Pasal ltl (l) Pelaku usaha dilarang menrtruat perjanjian, dengan pclaku usaha pesaingnyar yang dapat nrcnghalangi pelaku usaha lain untuk melakukan usahn y&ng liiltila, haik untuk tujuan pasar dalam negeri maupun pssflr luar nrg*ri.
- Pelaku usaha dilarang mcnrbuat perjanjian dengan pclaku usflha pesaingnya, untuk menolak nrcnjual $etirp harang dan ntau jasn dari pelaku usaha lain sehinggit pcrbuatafl tersebut:
- nrerugikrn atau dapflt diduga akan merugikan pelaku useha lilin; ;rtiur
- nternbntasi pcluku usaha lain dalam nrenjual atau tmcrnbcli seliap barang dalr atau jasa dari pas$r hersangkutan.
Bagian
(:ll ]l N W['H[ RII t'LJLlt.^lK llrll'l()fi[':l/-
- l(l -
fiagian Kelirna Kartel
Fasal I I
Pelaku usah& dilarang nrenrhuat pcrjanjian. dcngan pelaku usaha pesaingnya, ysng bcrrnaksud untuk urcnrpengaruhi harga dengan mengatur produksi dnn atau pr:nlssararr suatu barang dan fltau jess, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek rnonopoli dan atau persaingan usnha titlak s*hnt,
Bagian Ker:rrarrr Trust
Ptsal I2
Felaku usahn dilarang nternbuat pcrjanjian dengan pelaku usaha lain untuk melakukan kerja sanlfi, rlengan mcmbentuk gabungan perusahaan atau perseroan yailg lclrih hcsar, dengan tetap menjega dan menrpertahankarr kclangsungan hidult masing-masing pcrusahaan mengonlrolatau Ferseroen ulggotanya. yang hertujuan untuk schirrggaprodukri dan atau lxnrasflran atas barartg dan atau jasa, dapat nrengakibatkan ter.iadinya praktck rnon*poli dan atau persaingan usaha tidak sehat.
Bagian ..
rlF.tr,:)l[]Lp{ RF rlrJf3Llll rNDrlN[-3tA
- lt
Bagian Kctujuh CIligop*oni
Pssal 13 (l) Pelaku u$sha dilarang membuat pcrjanjian dengan pelaku usrrhe lain ysng hcrtujunn untuk sccarfl bersama-sama meuguasai pembelian atau penerimaan pasokan agfir dapat mengendalikan hnrga atns barang dan atnu jnsa dalam pfl$ilr bcrsangkutan, yang dnpat mengahibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingar usaha tidak sehat. (?) Pelaku u*aha patut diduga ntsu dianggap $ecflra bsrunrna-sama rncnguasai pembelian atau penerimaan pasokan scbagnimnna dimakxud dalom nynt (l) apabila 2 (dua) atau 3 (tigs) pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha menguasai lehih dari ?5% {tujuh puluh Iima persen) pnngsa pnser rntu jenis harang ntau jasa tertcntu.
Bagian Kedclapan Integrasi Vertikal
