Pasal 14
Pelaku usnha dilarang membunt perjanjian dengan plu usflha lain yang bertujuan untuk menguaai pruluksi sejumlah pruluk yang (ermasuk dalam rangkaian produksi barang dan a{nu jasn tertentu yang mane xetip rangkaian produksi merupakan hnril pegolnhan atau proses lanjutan, haik dalam satu rangkaian langsung maupun tidak langsung, yang dapat rnengakibatkan terjadinys persaingun usaha tidak sehnt dan atau merugiknn nrasyarakat.
Bagian
EI \
pH t.5lf1f. N RL PU[.tLl l( rNt-]Ul',lt* 1]iA
Sagiun Kesenrtrilan Ftlrjanjian Tertutup
Pasal l5 (l) Pelaku usaha dilarang nrcrnbual perjnjinn dengan pelaku usahe lain yang mcmuat per$ynratnn halrwa pihuk yang menerima barang dan atau jaa hnnya Rkarr lnclnarok atau tidak rnemasnk kcrnbali barang dan atau jasa ter*r;trut kepada pihak tertentu dan atau pada tf,mpat tertcntu.
(2) Pelaku usahn dilarang memtruat prrjanjian dcngan pihak lain
yeIIB nlsmuat persyaratan bahwa pihak yang nrenerima barang dan atau jarn tcrtcntu harus bersedia nremheli barang rlan atnu jasa ltin dari pclaku usnha lrernasok.
(3) Pelaku usaha dilarang lnenrtruirt perjanjian mengenai harga atau
potongan harga tertcnlu fita$ b&rflng dan atnu jflsa, yang nremuat persyeratan bahwa pelaku usaha yilng tncnerima barang dan atau jaea dnri pelaktr usrha pcrmasok:
- harus bersedia mcnrbcli barang dan ntau jasa lnin dari pelaku usnha penrasok; atau
- tidak akan mcnrheli barang dan atau jasn yolrg snma alru scjenis clari pelakrr usaha lain yang mcnjadi pesaing dari pclaku usahu perrtasok.
Bagian
P.rl t- r,l1) t_ N ffi til.t)r,t-J[.rR tND(]Nf 5t/r -t3-
Bngian l{esepuluh Perjanji*n Dengan Pihak Luar Negeri
Fasnl 16
Pelaku usaftfl dilarang membuat perjanjian dengan pihak lain di lunr negeri yang men)uat ketentuan ysng dapat nrengakibrtkan tcrjadinya prnktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.
