PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 65
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 127 TAHUN 2024
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 65
TAHUN 2024 TENTANG PETA KAPASITAS FISKAL DAERAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa untuk pemutakhiran data peta kapasitas fiskal daerah, perlu dilakukan penyesuaian terhadap rincian peta kapasitas fiskal daerah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65 Tahun 2024 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah;
- bahwa untuk memenuhi pemutakhiran data sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu dilakukan perubahan terhadap Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65 Tahun 2024 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah;
- bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65 Tahun 2024 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah;
Mengingat : 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
- Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6994);
- Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5272);
- Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Kebijakan Fiskal Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6906);
- Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 354);
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65 Tahun 2024 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 628);
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1063);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN
ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 65 TAHUN
2024 TENTANG PETA KAPASITAS FISKAL DAERAH.
Pasal I Ketentuan Lampiran Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65 Tahun 2024 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 628) diubah, sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal II Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Desember 2024nggalND]
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
SRI MULYANIDitandatanganiINDRAWATIsecara elektronik
Diundangkan di Jakarta pada tanggal Д
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM REPUBLIK INDONESIA,
Ѽ
DHAHANA PUTRA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2024 NOMOR Ж
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 127 TAHUN 2024
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 65 TAHUN 2024 TENTANG PETA KAPASITAS
FISKAL DAERAH
PETA KAPASITAS FISKAL DAERAH
A. PENGHITUNGAN PETA KAPASITAS FISKAL DAERAH
- Penghitungan Peta Kapasitas Fiskal Daerah Provinsi Penghitungan Kapasitas Fiskal Daerah provinsi dilakukan berdasarkan formula sebagai berikut: KFDprovinsi-i = [pendapatan + penerimaan pembiayaan tertentu] - [pendapatan yang penggunaannya sudah ditentukan + belanja tertentu + pengeluaran pembiayaan tertentu] dengan penjabaran sebagai berikut:
KFDprovinsi-i = [PAD + TKD + PTAD + LLPS + SiLPA] - [OTSUS + DTI + DAIS + BP + BBH + BB + Pembayaran Pokok PUD] Keterangan: KFDprovinsi-i = Kapasitas Fiskal Daerah suatu provinsi; PAD = pendapatan asli daerah; TKD = transfer ke daerah; PTAD = pendapatan transfer antar daerah; LLPS = lain-lain pendapatan daerah yang sah; SiLPA = sisa lebih perhitungan anggaran; OTSUS = dana otonomi khusus; DTI = dana tambahan infrastruktur; DAIS = dana keistimewaan; BP = belanja pegawai; BBH = belanja bagi hasil; BB = belanja bunga; PUD = pembiayaan utang daerah. Penghitungan Rasio Kapasitas Fiskal Daerah provinsi dilakukan berdasarkan formula sebagai berikut:
Keterangan: RKFDprovinsi-i = Rasio Kapasitas Fiskal Daerah suatu provinsi; KFDprovinsi-i = Kapasitas Fiskal Daerah suatu provinsi; Belanja Pegawaiprovinsi-i = Belanja Pegawai suatu provinsi.
Berdasarkan hasil penghitungan Rasio Kapasitas Fiskal Daerah provinsi, daerah provinsi dikelompokkan dalam kategori Kapasitas Fiskal Daerah sebagai berikut: Kategori Kapasitas Rentang Rasio Kapasitas Fiskal Daerah Fiskal Daerah Rasio Kapasitas Fiskal Daerah < 1,119 sangat rendah 1,119 ≤ Rasio Kapasitas Fiskal Daerah < 1,656 rendah 1,656 ≤ Rasio Kapasitas Fiskal Daerah < 2,193 sedang 2,193 ≤ Rasio Kapasitas Fiskal Daerah < 2,730 tinggi 2,730 ≤ Rasio Kapasitas Fiskal Daerah sangat tinggi
- Penghitungan Peta Kapasitas Fiskal Daerah Kabupaten/Kota Penghitungan Kapasitas Fiskal Daerah kabupaten/kota dilakukan berdasarkan formula sebagai berikut: KFDkabupaten/kota-i = [pendapatan + penerimaan pembiayaan tertentu] - [pendapatan yang penggunaannya sudah ditentukan + belanja tertentu + pengeluaran pembiayaan tertentu] dengan penjabaran sebagai berikut:
KFDkabupaten/kota-i = [PAD + TKD + PTAD + LLPS + SiLPA] - [OTSUS + DTI + DD
- ADD + BP + BBH + BB + Pembayaran Pokok PUD] Keterangan: KFDkabupaten/kota-i = Kapasitas Fiskal Daerah suatu kabupaten/kota; PAD = pendapatan asli daerah; TKD = transfer ke daerah; PTAD = pendapatan transfer antar daerah; LLPS = lain-lain pendapatan daerah yang sah; SiLPA = sisa lebih perhitungan anggaran; OTSUS = dana otonomi khusus; DTI = dana tambahan infrastruktur; DD = dana desa; ADD = alokasi dana desa; BP = belanja pegawai; BBH = belanja bagi hasil; BB = belanja bunga; PUD = pembiayaan utang daerah.
Penghitungan Rasio Kapasitas Fiskal Daerah kabupaten/kota dilakukan berdasarkan formula sebagai berikut:
Keterangan: RKFDkabupaten/kota-i = Rasio Kapasitas Fiskal Daerah suatu kabupaten/kota KFDkabupaten/kota-i = Kapasitas Fiskal Daerah suatu kabupaten/kota Belanja Pegawaikabupaten/kota-i = Belanja Pegawai suatu kabupaten/kota
Berdasarkan hasil Penghitungan Rasio Kapasitas Fiskal Daerah kabupaten/kota, daerah kabupaten/kota dikelompokkan dalam kategori Kapasitas Fiskal Daerah sebagai berikut:
Kategori Kapasitas Rentang Rasio Kapasitas Fiskal Daerah Fiskal Daerah Rasio Kapasitas Fiskal Daerah < 0,905 sangat rendah 0,905 ≤ Rasio Kapasitas Fiskal Daerah < 1,141 rendah 1,141 ≤ Rasio Kapasitas Fiskal Daerah < 1,378 sedang 1,378 ≤ Rasio Kapasitas Fiskal Daerah < 1,615 tinggi 1,615 ≤ Rasio Kapasitas Fiskal Daerah sangat tinggi
B. PETA KAPASITAS FISKAL DAERAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA
- Peta Kapasitas Fiskal Daerah Provinsi
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
1 Provinsi Aceh 0,849 Sangat Rendah
2 Provinsi Sumatera Utara 2,351 Tinggi
3 Provinsi Sumatera Barat 1,151 Rendah
4 Provinsi Riau 2,074 Sedang
5 Provinsi Jambi 1,542 Rendah
6 Provinsi Sumatera Selatan 1,894 Sedang
7 Provinsi Bengkulu 1,227 Rendah
8 Provinsi Lampung 1,671 Sedang
9 Provinsi DKI Jakarta 2,702 Tinggi
10 Provinsi Jawa Barat 2,142 Sedang
11 Provinsi Jawa Tengah 1,708 Sedang
12 Provinsi DI Yogyakarta 1,246 Rendah
13 Provinsi Jawa Timur 1,811 Sedang
14 Provinsi Kalimantan Barat 1,769 Sedang
15 Provinsi Kalimantan Tengah 3,431 Sangat Tinggi
16 Provinsi Kalimantan Selatan 2,617 Tinggi
17 Provinsi Kalimantan Timur 3,497 Sangat Tinggi
18 Provinsi Sulawesi Utara 1,119 Rendah
19 Provinsi Sulawesi Tengah 1,362 Rendah
20 Provinsi Sulawesi Selatan 1,336 Rendah
21 Provinsi Sulawesi Tenggara 1,081 Sangat Rendah
22 Provinsi Bali 1,471 Rendah
23 Provinsi Nusa Tenggara Barat 1,241 Rendah
24 Provinsi Nusa Tenggara Timur 1,221 Rendah
25 Provinsi Maluku 1,360 Rendah
26 Provinsi Papua 1,853 Sedang
27 Provinsi Maluku Utara 1,460 Rendah
28 Provinsi Banten 2,289 Tinggi
29 Provinsi Bangka Belitung 1,651 Rendah
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
30 Provinsi Gorontalo 1,279 Rendah
31 Provinsi Kepulauan Riau 1,432 Rendah
32 Provinsi Papua Barat 2,782 Sangat Tinggi
33 Provinsi Sulawesi Barat 1,241 Rendah
34 Provinsi Kalimantan Utara 2,431 Tinggi
35 Provinsi Papua Selatan 1,853 Sedang
36 Provinsi Papua Tengah 1,853 Sedang
37 Provinsi Papua Pegunungan 1,853 Sedang
38 Provinsi Papua Barat Daya 1,853 Sedang
- Peta Kapasitas Fiskal Daerah Kabupaten/Kota
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
1 Kab. Aceh Barat 0,936 Rendah
2 Kab. Aceh Besar 1,048 Rendah
3 Kab. Aceh Selatan 1,445 Tinggi
4 Kab. Aceh Singkil 0,831 Sangat Rendah
5 Kab. Aceh Tengah 0,806 Sangat Rendah
6 Kab. Aceh Tenggara 1,135 Rendah
7 Kab. Aceh Timur 0,643 Sangat Rendah
8 Kab. Aceh Utara 0,929 Rendah
9 Kab. Bireuen 0,963 Rendah
10 Kab. Pidie 0,712 Sangat Rendah
11 Kab. Simeulue 0,803 Sangat Rendah
12 Kota Banda Aceh 1,223 Sedang
13 Kota Sabang 1,164 Sedang
14 Kota Langsa 1,172 Sedang
15 Kota Lhokseumawe 0,974 Rendah
16 Kab. Gayo Lues 1,146 Sedang
17 Kab. Aceh Barat Daya 1,302 Sedang
18 Kab. Aceh Jaya 0,960 Rendah
19 Kab. Nagan Raya 1,195 Sedang
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
20 Kab. Aceh Tamiang 0,996 Rendah
21 Kab. Bener Meriah 0,917 Rendah
22 Kab. Pidie Jaya 1,233 Sedang
23 Kota Subulussalam 1,298 Sedang
24 Kab. Asahan 1,049 Rendah
25 Kab. Dairi 0,931 Rendah
26 Kab. Deli Serdang 1,549 Tinggi
27 Kab. Karo 0,908 Rendah
28 Kab. Labuhanbatu 1,170 Sedang
29 Kab. Langkat 1,088 Rendah
30 Kab. Mandailing Natal 0,860 Sangat Rendah
31 Kab. Nias 1,480 Tinggi
32 Kab. Simalungun 0,943 Rendah
33 Kab. Tapanuli Selatan 1,556 Tinggi
34 Kab. Tapanuli Tengah 1,092 Rendah
35 Kab. Tapanuli Utara 0,725 Sangat Rendah
36 Kab. Toba 1,265 Sedang
37 Kota Binjai 0,940 Rendah
38 Kota Medan 2,766 Sangat Tinggi
39 Kota Pematang Siantar 1,001 Rendah
40 Kota Sibolga 1,305 Sedang
41 Kota Tanjung Balai 1,308 Sedang
42 Kota Tebing Tinggi 1,077 Rendah
43 Kota Padang Sidempuan 1,353 Sedang
44 Kab. Pakpak Bharat 1,469 Tinggi
45 Kab. Nias Selatan 1,555 Tinggi
46 Kab. Humbang Hasundutan 0,959 Rendah
47 Kab. Serdang Bedagai 1,110 Rendah
48 Kab. Samosir 1,209 Sedang
49 Kab. Batu Bara 1,151 Sedang
50 Kab. Padang Lawas 0,997 Rendah
51 Kab. Padang Lawas Utara 0,978 Rendah
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
52 Kab. Labuhanbatu Selatan 1,238 Sedang
53 Kab. Labuhanbatu Utara 1,160 Sedang
54 Kab. Nias Utara 1,221 Sedang
55 Kab. Nias Barat 1,180 Sedang
56 Kota Gunungsitoli 1,009 Rendah
57 Kab. Limapuluh Kota 0,529 Sangat Rendah
58 Kab. Agam 0,884 Sangat Rendah
59 Kab. Kepulauan Mentawai 1,384 Tinggi
60 Kab. Padang Pariaman 0,685 Sangat Rendah
61 Kab. Pasaman 0,753 Sangat Rendah
62 Kab. Pesisir Selatan 0,754 Sangat Rendah
63 Kab. Sijunjung 0,859 Sangat Rendah
64 Kab. Solok 0,775 Sangat Rendah
65 Kab. Tanah Datar 0,745 Sangat Rendah
66 Kota Bukittinggi 1,328 Sedang
67 Kota Padang Panjang 1,103 Rendah
68 Kota Padang 0,897 Sangat Rendah
69 Kota Payakumbuh 0,907 Rendah
70 Kota Sawahlunto 0,994 Rendah
71 Kota Solok 1,212 Sedang
72 Kota Pariaman 0,852 Sangat Rendah
73 Kab. Pasaman Barat 1,068 Rendah
74 Kab. Dharmasraya 0,851 Sangat Rendah
75 Kab. Solok Selatan 0,957 Rendah
76 Kab. Bengkalis 1,647 Sangat Tinggi
77 Kab. Indragiri Hilir 1,248 Sedang
78 Kab. Indragiri Hulu 1,354 Sedang
79 Kab. Kampar 1,140 Rendah
80 Kab. Kuantan Singingi 1,542 Tinggi
81 Kab. Pelalawan 1,711 Sangat Tinggi
82 Kab. Rokan Hilir 1,440 Tinggi
83 Kab. Rokan Hulu 1,155 Sedang
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
84 Kab. Siak 1,074 Rendah
85 Kota Dumai 1,693 Sangat Tinggi
86 Kota Pekanbaru 2,272 Sangat Tinggi
87 Kab. Kepulauan Meranti 1,335 Sedang
88 Kab. Batang Hari 1,521 Tinggi
89 Kab. Bungo 1,266 Sedang
90 Kab. Kerinci 0,919 Rendah
91 Kab. Merangin 0,952 Rendah
92 Kab. Muaro Jambi 1,237 Sedang
93 Kab. Sarolangun 1,204 Sedang
94 Kab. Tanjung Jabung Barat 1,695 Sangat Tinggi
95 Kab. Tanjung Jabung Timur 1,467 Tinggi
96 Kab. Tebo 1,358 Sedang
97 Kota Jambi 1,423 Tinggi
98 Kota Sungai Penuh 1,063 Rendah
99 Kab. Lahat 1,860 Sangat Tinggi
100 Kab. Musi Banyuasin 1,679 Sangat Tinggi
101 Kab. Musi Rawas 1,356 Sedang
102 Kab. Muara Enim 1,513 Tinggi
103 Kab. Ogan Komering Ilir 1,145 Sedang
104 Kab. Ogan Komering Ulu 1,000 Rendah
105 Kota Palembang 1,349 Sedang
106 Kota Prabumulih 0,920 Rendah
107 Kota Pagar Alam 1,363 Sedang
108 Kota Lubuk Linggau 1,352 Sedang
109 Kab. Banyuasin 1,317 Sedang
110 Kab. Ogan Ilir 1,145 Sedang
111 Kab. Ogan Komering Ulu Timur 1,030 Rendah
Kab. Ogan Komering Ulu112 1,149 Sedang Selatan
113 Kab. Empat Lawang 2,156 Sangat Tinggi
Kab. Penukal Abab Lematang114 2,178 Sangat Tinggi Ilir
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
115 Kab. Musi Rawas Utara 2,723 Sangat Tinggi
116 Kab. Bengkulu Selatan 0,891 Sangat Rendah
117 Kab. Bengkulu Utara 1,108 Rendah
118 Kab. Rejang Lebong 0,999 Rendah
119 Kota Bengkulu 0,975 Rendah
120 Kab. Kaur 1,152 Sedang
121 Kab. Seluma 0,951 Rendah
122 Kab. Mukomuko 1,368 Sedang
123 Kab. Lebong 1,400 Tinggi
124 Kab. Kepahiang 0,830 Sangat Rendah
125 Kab. Bengkulu Tengah 1,169 Sedang
126 Kab. Lampung Barat 0,967 Rendah
127 Kab. Lampung Selatan 1,175 Sedang
128 Kab. Lampung Tengah 0,756 Sangat Rendah
129 Kab. Lampung Utara 0,566 Sangat Rendah
130 Kab. Lampung Timur 1,003 Rendah
131 Kab. Tanggamus 1,024 Rendah
132 Kab. Tulang Bawang 1,046 Rendah
133 Kab. Way Kanan 1,013 Rendah
134 Kota Bandar Lampung 1,321 Sedang
135 Kota Metro 1,747 Sangat Tinggi
136 Kab. Pesawaran 1,004 Rendah
137 Kab. Pringsewu 0,760 Sangat Rendah
138 Kab. Mesuji 1,575 Tinggi
139 Kab. Tulang Bawang Barat 1,220 Sedang
140 Kab. Pesisir Barat 0,981 Rendah
141 Kab. Bandung 1,866 Sangat Tinggi
142 Kab. Bekasi 1,659 Sangat Tinggi
143 Kab. Bogor 2,070 Sangat Tinggi
144 Kab. Ciamis 0,853 Sangat Rendah
145 Kab. Cianjur 1,421 Tinggi
146 Kab. Cirebon 1,057 Rendah
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
147 Kab. Garut 0,909 Rendah
148 Kab. Indramayu 1,061 Rendah
149 Kab. Karawang 1,671 Sangat Tinggi
150 Kab. Kuningan 0,757 Sangat Rendah
151 Kab. Majalengka 0,972 Rendah
152 Kab. Purwakarta 1,261 Sedang
153 Kab. Subang 1,361 Sedang
154 Kab. Sukabumi 1,625 Sangat Tinggi
155 Kab. Sumedang 1,011 Rendah
156 Kab. Tasikmalaya 1,067 Rendah
157 Kota Bandung 1,846 Sangat Tinggi
158 Kota Bekasi 1,692 Sangat Tinggi
159 Kota Bogor 1,554 Tinggi
160 Kota Cirebon 1,073 Rendah
161 Kota Depok 2,231 Sangat Tinggi
162 Kota Sukabumi 1,270 Sedang
163 Kota Tasikmalaya 1,085 Rendah
164 Kota Cimahi 1,201 Sedang
165 Kota Banjar 0,915 Rendah
166 Kab. Bandung Barat 1,118 Rendah
167 Kab. Pangandaran 0,940 Rendah
168 Kab. Banjarnegara 0,987 Rendah
169 Kab. Banyumas 0,959 Rendah
170 Kab. Batang 0,962 Rendah
171 Kab. Blora 1,003 Rendah
172 Kab. Boyolali 1,226 Sedang
173 Kab. Brebes 1,149 Sedang
174 Kab. Cilacap 1,049 Rendah
175 Kab. Demak 1,179 Sedang
176 Kab. Grobogan 0,998 Rendah
177 Kab. Jepara 1,012 Rendah
178 Kab. Karanganyar 1,016 Rendah
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
179 Kab. Kebumen 0,928 Rendah
180 Kab. Kendal 0,924 Rendah
181 Kab. Klaten 1,057 Rendah
182 Kab. Kudus 1,231 Sedang
183 Kab. Magelang 0,993 Rendah
184 Kab. Pati 1,020 Rendah
185 Kab. Pekalongan 0,891 Sangat Rendah
186 Kab. Pemalang 0,746 Sangat Rendah
187 Kab. Purbalingga 0,792 Sangat Rendah
188 Kab. Purworejo 1,011 Rendah
189 Kab. Rembang 0,860 Sangat Rendah
190 Kab. Semarang 1,093 Rendah
191 Kab. Sragen 0,819 Sangat Rendah
192 Kab. Sukoharjo 1,067 Rendah
193 Kab. Tegal 1,200 Sedang
194 Kab. Temanggung 0,968 Rendah
195 Kab. Wonogiri 0,597 Sangat Rendah
196 Kab. Wonosobo 1,211 Sedang
197 Kota Magelang 1,662 Sangat Tinggi
198 Kota Pekalongan 1,366 Sedang
199 Kota Salatiga 1,586 Tinggi
200 Kota Semarang 2,341 Sangat Tinggi
201 Kota Surakarta 1,866 Sangat Tinggi
202 Kota Tegal 1,079 Rendah
203 Kab. Bantul 1,263 Sedang
204 Kab. Gunung Kidul 0,837 Sangat Rendah
205 Kab. Kulon Progo 1,102 Rendah
206 Kab. Sleman 1,546 Tinggi
207 Kota Yogyakarta 1,661 Sangat Tinggi
208 Kab. Bangkalan 1,031 Rendah
209 Kab. Banyuwangi 1,413 Tinggi
210 Kab. Blitar 1,268 Sedang
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
211 Kab. Bojonegoro 3,329 Sangat Tinggi
212 Kab. Bondowoso 0,957 Rendah
213 Kab. Gresik 1,962 Sangat Tinggi
214 Kab. Jember 1,411 Tinggi
215 Kab. Jombang 1,262 Sedang
216 Kab. Kediri 1,516 Tinggi
217 Kab. Lamongan 1,365 Sedang
218 Kab. Lumajang 1,328 Sedang
219 Kab. Madiun 1,135 Rendah
220 Kab. Magetan 1,075 Rendah
221 Kab. Malang 1,191 Sedang
222 Kab. Mojokerto 1,342 Sedang
223 Kab. Nganjuk 1,095 Rendah
224 Kab. Ngawi 0,985 Rendah
225 Kab. Pacitan 0,872 Sangat Rendah
226 Kab. Pamekasan 1,161 Sedang
227 Kab. Pasuruan 1,541 Tinggi
228 Kab. Ponorogo 0,837 Sangat Rendah
229 Kab. Probolinggo 1,101 Rendah
230 Kab. Sampang 1,017 Rendah
231 Kab. Sidoarjo 1,540 Tinggi
232 Kab. Situbondo 1,403 Tinggi
233 Kab. Sumenep 1,184 Sedang
234 Kab. Trenggalek 0,829 Sangat Rendah
235 Kab. Tuban 1,387 Tinggi
236 Kab. Tulungagung 0,911 Rendah
237 Kota Blitar 1,925 Sangat Tinggi
238 Kota Kediri 1,466 Tinggi
239 Kota Madiun 1,468 Tinggi
240 Kota Malang 1,598 Tinggi
241 Kota Mojokerto 1,944 Sangat Tinggi
242 Kota Pasuruan 1,902 Sangat Tinggi
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
243 Kota Probolinggo 1,240 Sedang
244 Kota Surabaya 2,702 Sangat Tinggi
245 Kota Batu 1,684 Sangat Tinggi
246 Kab. Bengkayang 1,106 Rendah
247 Kab. Landak 1,101 Rendah
248 Kab. Kapuas Hulu 1,250 Sedang
249 Kab. Ketapang 1,164 Sedang
250 Kab. Mempawah 1,234 Sedang
251 Kab. Sambas 1,467 Tinggi
252 Kab. Sanggau 1,337 Sedang
253 Kab. Sintang 1,022 Rendah
254 Kota Pontianak 1,646 Sangat Tinggi
255 Kota Singkawang 1,249 Sedang
256 Kab. Sekadau 1,153 Sedang
257 Kab. Melawi 0,907 Rendah
258 Kab. Kayong Utara 1,416 Tinggi
259 Kab. Kubu Raya 1,212 Sedang
260 Kab. Barito Selatan 2,070 Sangat Tinggi
261 Kab. Barito Utara 2,934 Sangat Tinggi
262 Kab. Kapuas 1,856 Sangat Tinggi
263 Kab. Kotawaringin Barat 1,629 Sangat Tinggi
264 Kab. Kotawaringin Timur 1,199 Sedang
265 Kota Palangka Raya 1,257 Sedang
266 Kab. Katingan 1,792 Sangat Tinggi
267 Kab. Seruyan 1,878 Sangat Tinggi
268 Kab. Sukamara 1,788 Sangat Tinggi
269 Kab. Lamandau 1,420 Tinggi
270 Kab. Gunung Mas 1,211 Sedang
271 Kab. Pulang Pisau 1,777 Sangat Tinggi
272 Kab. Murung Raya 1,811 Sangat Tinggi
273 Kab. Barito Timur 1,411 Tinggi
274 Kab. Banjar 1,260 Sedang
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
275 Kab. Barito Kuala 1,272 Sedang
276 Kab. Hulu Sungai Selatan 1,525 Tinggi
277 Kab. Hulu Sungai Tengah 2,419 Sangat Tinggi
278 Kab. Hulu Sungai Utara 1,309 Sedang
279 Kab. Kotabaru 2,174 Sangat Tinggi
280 Kab. Tabalong 1,986 Sangat Tinggi
281 Kab. Tanah Laut 2,312 Sangat Tinggi
282 Kab. Tapin 4,191 Sangat Tinggi
283 Kota Banjarbaru 1,841 Sangat Tinggi
284 Kota Banjarmasin 2,175 Sangat Tinggi
285 Kab. Balangan 4,038 Sangat Tinggi
286 Kab. Tanah Bumbu 3,582 Sangat Tinggi
287 Kab. Berau 3,783 Sangat Tinggi
288 Kab. Kutai Kartanegara 2,122 Sangat Tinggi
289 Kab. Kutai Barat 1,518 Tinggi
290 Kab. Kutai Timur 2,809 Sangat Tinggi
291 Kab. Paser 2,720 Sangat Tinggi
292 Kota Balikpapan 2,834 Sangat Tinggi
293 Kota Bontang 2,499 Sangat Tinggi
294 Kota Samarinda 4,059 Sangat Tinggi
295 Kab. Penajam Paser Utara 1,788 Sangat Tinggi
296 Kab. Mahakam Ulu 6,951 Sangat Tinggi
297 Kab. Bolaang Mongondow 0,862 Sangat Rendah
298 Kab. Minahasa 0,917 Rendah
299 Kab. Kepulauan Sangihe 1,115 Rendah
300 Kota Bitung 1,254 Sedang
301 Kota Manado 1,462 Tinggi
302 Kab. Kepulauan Talaud 0,866 Sangat Rendah
303 Kab. Minahasa Selatan 1,082 Rendah
304 Kota Tomohon 1,370 Sedang
305 Kab. Minahasa Utara 1,192 Sedang
Kab. Kepulauan Siau306 1,104 Rendah Tagulandang Biaro
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
307 Kota Kotamobagu 1,269 Sedang
308 Kab. Bolaang Mongondow Utara 1,078 Rendah
309 Kab. Minahasa Tenggara 1,259 Sedang
Kab. Bolaang Mongondow310 0,952 Rendah Timur Kab. Bolaang Mongondow311 1,610 Tinggi Selatan 312 Kab. Banggai 1,103 Rendah
313 Kab. Banggai Kepulauan 1,165 Sedang
314 Kab. Buol 1,022 Rendah
315 Kab. Toli-Toli 0,939 Rendah
316 Kab. Donggala 1,076 Rendah
317 Kab. Morowali 2,482 Sangat Tinggi
318 Kab. Poso 0,901 Sangat Rendah
319 Kota Palu 1,547 Tinggi
320 Kab. Parigi Moutong 0,986 Rendah
321 Kab. Tojo Una-Una 1,245 Sedang
322 Kab. Sigi 0,919 Rendah
323 Kab. Banggai Laut 1,337 Sedang
324 Kab. Morowali Utara 1,314 Sedang
325 Kab. Bantaeng 1,182 Sedang
326 Kab. Barru 1,027 Rendah
327 Kab. Bone 1,014 Rendah
328 Kab. Bulukumba 1,066 Rendah
329 Kab. Enrekang 1,030 Rendah
330 Kab. Gowa 1,235 Sedang
331 Kab. Jeneponto 1,177 Sedang
332 Kab. Luwu 1,118 Rendah
333 Kab. Luwu Utara 1,075 Rendah
334 Kab. Maros 1,163 Sedang
Kab. Pangkajene dan335 1,024 Rendah Kepulauan 336 Kota Palopo 0,966 Rendah
337 Kab. Luwu Timur 1,897 Sangat Tinggi
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
338 Kab. Pinrang 1,233 Sedang
339 Kab. Sinjai 0,747 Sangat Rendah
340 Kab. Kepulauan Selayar 1,203 Sedang
341 Kab. Sidenreng Rappang 1,036 Rendah
342 Kab. Soppeng 0,984 Rendah
343 Kab. Takalar 0,842 Sangat Rendah
344 Kab. Tana Toraja 0,963 Rendah
345 Kab. Wajo 1,118 Rendah
346 Kota Parepare 1,321 Sedang
347 Kota Makassar 2,490 Sangat Tinggi
348 Kab. Toraja Utara 0,893 Sangat Rendah
349 Kab. Buton 1,075 Rendah
350 Kab. Konawe 0,901 Sangat Rendah
351 Kab. Kolaka 1,663 Sangat Tinggi
352 Kab. Muna 0,759 Sangat Rendah
353 Kota Kendari 1,078 Rendah
354 Kota Bau-bau 0,916 Rendah
355 Kab. Konawe Selatan 1,217 Sedang
356 Kab. Bombana 1,529 Tinggi
357 Kab. Wakatobi 1,367 Sedang
358 Kab. Kolaka Utara 1,078 Rendah
359 Kab. Konawe Utara 2,284 Sangat Tinggi
360 Kab. Buton Utara 1,252 Sedang
361 Kab. Konawe Kepulauan 2,619 Sangat Tinggi
362 Kab. Kolaka Timur 1,794 Sangat Tinggi
363 Kab. Muna Barat 1,396 Tinggi
364 Kab. Buton Tengah 1,333 Sedang
365 Kab. Buton Selatan 1,392 Tinggi
366 Kab. Badung 2,559 Sangat Tinggi
367 Kab. Bangli 1,050 Rendah
368 Kab. Buleleng 0,875 Sangat Rendah
369 Kab. Gianyar 2,076 Sangat Tinggi
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
370 Kab. Jembrana 1,292 Sedang
371 Kab. Karangasem 1,021 Rendah
372 Kab. Klungkung 1,192 Sedang
373 Kab. Tabanan 1,081 Rendah
374 Kota Denpasar 1,358 Sedang
375 Kab. Bima 0,846 Sangat Rendah
376 Kab. Dompu 1,048 Rendah
377 Kab. Lombok Barat 0,843 Sangat Rendah
378 Kab. Lombok Tengah 0,886 Sangat Rendah
379 Kab. Lombok Timur 1,017 Rendah
380 Kab. Sumbawa 0,941 Rendah
381 Kota Mataram 1,544 Tinggi
382 Kota Bima 0,964 Rendah
383 Kab. Sumbawa Barat 1,653 Sangat Tinggi
384 Kab. Lombok Utara 1,388 Tinggi
385 Kab. Alor 1,016 Rendah
386 Kab. Belu 1,091 Rendah
387 Kab. Ende 0,985 Rendah
388 Kab. Flores Timur 0,990 Rendah
389 Kab. Kupang 1,252 Sedang
390 Kab. Lembata 0,756 Sangat Rendah
391 Kab. Manggarai 1,046 Rendah
392 Kab. Ngada 1,223 Sedang
393 Kab. Sikka 0,890 Sangat Rendah
394 Kab. Sumba Barat 1,854 Sangat Tinggi
395 Kab. Sumba Timur 1,188 Sedang
396 Kab. Timor Tengah Selatan 0,836 Sangat Rendah
397 Kab. Timor Tengah Utara 0,650 Sangat Rendah
398 Kota Kupang 0,972 Rendah
399 Kab. Rote Ndao 1,079 Rendah
400 Kab. Manggarai Barat 1,663 Sangat Tinggi
401 Kab. Nagekeo 0,851 Sangat Rendah
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
402 Kab. Sumba Barat Daya 1,637 Sangat Tinggi
403 Kab. Sumba Tengah 1,580 Tinggi
404 Kab. Manggarai Timur 1,213 Sedang
405 Kab. Sabu Raijua 1,163 Sedang
406 Kab. Malaka 1,188 Sedang
407 Kab. Kepulauan Tanimbar 1,275 Sedang
408 Kab. Maluku Tengah 1,067 Rendah
409 Kab. Maluku Tenggara 1,403 Tinggi
410 Kab. Buru 0,957 Rendah
411 Kota Ambon 1,251 Sedang
412 Kab. Seram Bagian Barat 0,997 Rendah
413 Kab. Seram Bagian Timur 0,986 Rendah
414 Kab. Kepulauan Aru 1,436 Tinggi
415 Kota Tual 1,593 Tinggi
416 Kab. Maluku Barat Daya 1,599 Tinggi
417 Kab. Buru Selatan 1,579 Tinggi
418 Kab. Biak Numfor 1,461 Tinggi
419 Kab. Jayapura 1,668 Sangat Tinggi
420 Kab. Kepulauan Yapen 1,080 Rendah
421 Kota Jayapura 1,124 Rendah
422 Kab. Sarmi 2,294 Sangat Tinggi
423 Kab. Keerom 1,299 Sedang
424 Kab. Waropen 2,230 Sangat Tinggi
425 Kab. Supiori 1,442 Tinggi
426 Kab. Mamberamo Raya 3,053 Sangat Tinggi
427 Kab. Halmahera Tengah 2,725 Sangat Tinggi
428 Kota Ternate 1,080 Rendah
429 Kab. Halmahera Barat 1,118 Rendah
430 Kab. Halmahera Timur 2,798 Sangat Tinggi
431 Kab. Halmahera Selatan 2,183 Sangat Tinggi
432 Kab. Halmahera Utara 2,049 Sangat Tinggi
433 Kab. Kepulauan Sula 1,610 Tinggi
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
434 Kota Tidore Kepulauan 1,553 Tinggi
435 Kab. Pulau Morotai 1,484 Tinggi
436 Kab. Pulau Taliabu 4,423 Sangat Tinggi
437 Kab. Lebak 0,908 Rendah
438 Kab. Pandeglang 0,808 Sangat Rendah
439 Kab. Serang 1,166 Sedang
440 Kab. Tangerang 1,861 Sangat Tinggi
441 Kota Cilegon 1,331 Sedang
442 Kota Tangerang 1,874 Sangat Tinggi
443 Kota Serang 0,988 Rendah
444 Kota Tangerang Selatan 2,434 Sangat Tinggi
445 Kab. Bangka 1,335 Sedang
446 Kab. Belitung 0,952 Rendah
447 Kota Pangkal Pinang 1,299 Sedang
448 Kab. Bangka Selatan 1,340 Sedang
449 Kab. Bangka Tengah 1,150 Sedang
450 Kab. Bangka Barat 1,457 Tinggi
451 Kab. Belitung Timur 1,107 Rendah
452 Kab. Boalemo 0,784 Sangat Rendah
453 Kab. Gorontalo 0,911 Rendah
454 Kota Gorontalo 1,243 Sedang
455 Kab. Pohuwato 0,937 Rendah
456 Kab. Bone Bolango 0,967 Rendah
457 Kab. Gorontalo Utara 0,818 Sangat Rendah
458 Kab. Natuna 1,038 Rendah
459 Kab. Kepulauan Anambas 0,839 Sangat Rendah
460 Kab. Karimun 1,765 Sangat Tinggi
461 Kota Batam 1,487 Tinggi
462 Kota Tanjung Pinang 1,101 Rendah
463 Kab. Lingga 1,450 Tinggi
464 Kab. Bintan 1,025 Rendah
465 Kab. Fakfak 1,462 Tinggi
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
466 Kab. Manokwari 1,256 Sedang
467 Kab. Teluk Bintuni 4,438 Sangat Tinggi
468 Kab. Teluk Wondama 1,800 Sangat Tinggi
469 Kab. Kaimana 2,040 Sangat Tinggi
470 Kab. Manokwari Selatan 2,188 Sangat Tinggi
471 Kab. Pegunungan Arfak 3,765 Sangat Tinggi
472 Kab. Majene 0,907 Rendah
473 Kab. Mamuju 1,233 Sedang
474 Kab. Polewali Mandar 0,884 Sangat Rendah
475 Kab. Mamasa 0,868 Sangat Rendah
476 Kab. Pasangkayu 1,408 Tinggi
477 Kab. Mamuju Tengah 1,569 Tinggi
478 Kab. Bulungan 1,707 Sangat Tinggi
479 Kab. Malinau 2,749 Sangat Tinggi
480 Kab. Nunukan 1,898 Sangat Tinggi
481 Kota Tarakan 1,403 Tinggi
482 Kab. Tana Tidung 2,470 Sangat Tinggi
483 Kab. Merauke 1,669 Sangat Tinggi
484 Kab. Boven Digoel 2,296 Sangat Tinggi
485 Kab. Mappi 1,697 Sangat Tinggi
486 Kab. Asmat 1,973 Sangat Tinggi
487 Kab. Mimika 3,354 Sangat Tinggi
488 Kab. Nabire 1,532 Tinggi
489 Kab. Paniai 1,635 Sangat Tinggi
490 Kab. Puncak Jaya 1,607 Tinggi
491 Kab. Dogiyai 3,031 Sangat Tinggi
492 Kab. Puncak 2,064 Sangat Tinggi
493 Kab. Intan Jaya 2,368 Sangat Tinggi
494 Kab. Deiyai 2,099 Sangat Tinggi
495 Kab. Jayawijaya 1,547 Tinggi
496 Kab. Yahukimo 2,399 Sangat Tinggi
497 Kab. Pegunungan Bintang 1,942 Sangat Tinggi
Rasio Kapasitas Kategori Kapasitas No. Nama Daerah Fiskal Daerah Fiskal Daerah
498 Kab. Tolikara 2,606 Sangat Tinggi
499 Kab. Mamberamo Tengah 2,283 Sangat Tinggi
500 Kab. Yalimo 1,939 Sangat Tinggi
501 Kab. Lanny Jaya 2,739 Sangat Tinggi
502 Kab. Nduga 5,192 Sangat Tinggi
503 Kab. Sorong 1,260 Sedang
504 Kota Sorong 1,202 Sedang
505 Kab. Raja Ampat 1,381 Tinggi
506 Kab. Sorong Selatan 0,995 Rendah
507 Kab. Maybrat 1,973 Sangat Tinggi
508 Kab. Tambrauw 2,746 Sangat Tinggi
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
SRI MULYANI INDRAWATI
Konsideran (Menimbang & Mengingat)
a. bahwa untuk pemutakhiran data peta kapasitas fiskal daerah, perlu dilakukan penyesuaian terhadap rincian peta kapasitas fiskal daerah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65 Tahun 2024 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah;
- bahwa untuk memenuhi pemutakhiran data sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu dilakukan perubahan terhadap Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65 Tahun 2024 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah;
- bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu
- Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
- Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6994);
- Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5272);
- Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Kebijakan Fiskal Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6906);
- Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024 tentang Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 354);
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65 Tahun 2024 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 628);
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1063);
