Peraturan Menteri Nomor 172-pmk-04-2019 Tahun 2019 tentang PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 109/PMK.04/2010 TENTANG TATA CARA PEMBEBASAN CUKAI
Pasal 5
(1)
Pengeluaran dari Pabrik, Tempat Penyimpanan, atau
Kawasan Pabean, atas etil alkohol yang telah
mendapat fasilitas Pembebasan Cukai sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 terlebih dahulu harus
dicampur
dengan
bahan
pencampur
tertentu
sehingga tidak layak untuk diminum namun masih
baik untuk digunakan dalam pembuatan barang
hasil akhir.
(2)
Pengusaha Pabrik, Pengusaha Tempat Penyimpanan,
atau importir, wajib memberitahukan pengeluaran
etil
alkohol
yang
telah
mendapat
fasilitas
Pembebasan Cukai sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) kepada Kepala Kantor dengan menggunakan
dokumen CK-5.
(3)
Dikecualikan
dari
ketentuan
mengenai
pencampuran etil alkohol dengan bahan pencampur
tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
untuk etil alkohol yang digunakan sebagai bahan
baku atau bahan penolong dalam pembuatan barang
hasil akhir berupa makanan, obat-obatan, atau
barang
hasil
akhir
lainnya
yang
berdasarkan
spesifikasi
teknisnya,
etil
alkohol
tidak
boleh
dicampur dengan bahan pencampur tertentu.
(4)
Pengusaha Barang Hasil Akhir yang menggunakan
etil alkohol sebagai bahan baku atau bahan
penolong dalam pembuatan Barang Hasil Akhir yang
Bukan Merupakan Barang Kena Cukai sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), harus:
www.peraturan.go.id
2019, No. 1500
a.
menimbun etil alkohol yang telah mendapat
fasilitas Pembebasan Cukai untuk digunakan
sebagai bahan baku atau bahan penolong pada
tempat
tersendiri
di
dalam
lokasi
perusahaannya; dan
b.
mencatat penerimaan dan penggunaan etil
alkohol
yang
telah
mendapat
fasilitas
Pembebasan Cukai serta barang hasil akhir
yang diproduksi dalam buku persediaan dengan
menggunakan dokumen BCK-10.
(5)
Dikecualikan dari ketentuan harus menimbun pada
tempat tersendiri di dalam lokasi perusahaannya
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a, dalam
hal beberapa Pengusaha Barang Hasil Akhir:
a.
menimbun etil alkohol; dan
b.
membuat Barang Hasil Akhir yang Bukan
Merupakan Barang Kena Cukai,
di satu tempat yang sama.
(6)
Pengusaha Barang Hasil Akhir yang menimbun etil
alkohol dan membuat Barang Hasil Akhir yang
Bukan Merupakan Barang Kena Cukai di satu
tempat yang sama sebagaimana dimaksud pada
ayat (5) dilakukan dengan ketentuan:
a.
Barang Hasil Akhir yang Bukan Merupakan
Barang Kena Cukai berupa bahan bakar nabati;
dan
b.
tempat yang digunakan untuk menimbun etil
alkohol dan membuat bahan bakar nabati telah
mendapat izin/rekomendasi dari instansi yang
tugas dan tanggung jawabnya di bidang energi
dan sumber daya mineral.
(7)
Pengusaha yang mengelola tempat penimbunan etil
alkohol yang digunakan bersama oleh beberapa
Pengusaha
Barang
Hasil
Akhir
sebagaimana
dimaksud pada ayat (5), harus:
a.
mencatat penerimaan dan penggunaan etil
alkohol yang mendapat fasilitas Pembebasan
www.peraturan.go.id
2019, No. 1500
Cukai untuk setiap Pengusaha Barang Hasil
Akhir; dan
b.
menerapkan
sistem
informasi
persediaan
berbasis komputer terhadap penerimaan dan
penggunaan etil alkohol yang mendapat fasilitas
Pembebasan Cukai yang dapat dimonitor serta
dapat diakses oleh Pejabat Bea dan Cukai
secara langsung (realtime) dan daring (online).
- Ketentuan Pasal 16 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 16
(1) Pembebasan Cukai dapat diberikan atas etil alkohol atau minuman yang mengandung etil alkohol yang dipergunakan untuk tujuan sosial. (2) Tujuan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. etil alkohol untuk keperluan rumah sakit dan keperluan bantuan bencana alam; atau b. minuman yang mengandung etil alkohol untuk keperluan peribadatan umum. (3) Untuk memperoleh Pembebasan Cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1): a. Pengusaha Pabrik etil alkohol, Pengusaha Tempat Penyimpanan etil alkohol, atau importir etil alkohol; atau b. Pengusaha Pabrik minuman yang mengandung etil alkohol, harus mengajukan permohonan kepada Menteri Keuangan u.p. Direktur Jenderal melalui Kepala Kantor dengan menggunakan dokumen PMCK-3. (4) Permohonan untuk mendapatkan Pembebasan Cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, diajukan berdasarkan pemesanan rumah sakit atau lembaga yang menangani bencana alam dengan mencantumkan rincian jumlah etil alkohol yang www.peraturan.go.id 2019, No. 1500 dimintakan Pembebasan Cukai dan tujuan pemakaiannya. (5) Permohonan untuk mendapatkan Pembebasan Cukai yang diajukan berdasarkan pemesanan lembaga yang menangani bencana alam sebagaimana dimaksud pada ayat (4) harus melampirkan rekomendasi dari instansi yang menangani bencana alam. (6) Permohonan untuk mendapatkan Pembebasan Cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b, diajukan berdasarkan pemesanan lembaga keagamaan dengan mencantumkan rincian jumlah minuman yang mengandung etil alkohol yang dimintakan Pembebasan Cukai dan tujuan pemakaiannya. (7) Pemesanan yang diajukan oleh lembaga keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) harus disertai dengan daftar tempat ibadah yang memerlukan pembebasan minuman yang mengandung etil alkohol. (8) Permohonan untuk mendapatkan Pembebasan Cukai yang diajukan berdasarkan pemesanan lembaga keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) harus melampirkan rekomendasi dari instansi yang menangani urusan keagamaan.
- Ketentuan Pasal 18 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 18
(1) Pengusaha Pabrik, Pengusaha Tempat Penyimpanan, atau importir, sebelum mengeluarkan etil alkohol atau minuman yang mengandung etil alkohol yang telah mendapatkan fasilitas Pembebasan Cukai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dari Pabrik, Tempat Penyimpanan, atau Kawasan Pabean, wajib www.peraturan.go.id 2019, No. 1500 memberitahukan kepada Kepala Kantor dengan menggunakan dokumen CK-5. (2) Rumah sakit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, harus menyampaikan laporan bulanan penerimaan dan penggunaan etil alkohol yang memperoleh Pembebasan Cukai kepada Direktur Jenderal melalui Kepala Kantor, paling lambat tanggal 10 (sepuluh) pada bulan berikutnya, yang memuat: a. jumlah etil alkohol yang memperoleh Pembebasan Cukai yang diterimanya; b. jumlah etil alkohol yang memperoleh Pembebasan Cukai yang digunakan; dan c. jumlah etil alkohol yang memperoleh Pembebasan Cukai yang belum digunakan yang masih ada pada akhir bulan, dengan menggunakan dokumen LACK-6.
- Ketentuan ayat (15) Pasal 28 diubah, sehingga Pasal 28 berbunyi sebagai berikut:
Pasal 28
(1) Dokumen PMCK-1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Dokumen PMCK-2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (5) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Dokumen PMCK-3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dan Pasal 16 ayat (3) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. www.peraturan.go.id 2019, No. 1500 (4) Dokumen PMCK-4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (3) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (5) Dokumen PMCK-5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (6) Dokumen LACK-3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (7) Dokumen LACK-4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (8) Dokumen LACK-5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (9) Dokumen LACK-6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IX yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (10) Dokumen LACK-7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran X yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (11) Dokumen LACK-8 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (3) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran XI yang www.peraturan.go.id 2019, No. 1500 merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (12) Dokumen LACK-9 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran XII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (13) Dokumen BCK-10 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) huruf b dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran XIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (14) Dokumen BACK-6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran XIV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (15) Dokumen CK-5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2), Pasal 9 ayat (1) huruf a, Pasal 12 ayat (1), Pasal 18 ayat (1), Pasal 19 ayat (2), Pasal 19 ayat (5), Pasal 19 ayat (6), Pasal 25 ayat (1), dan Pasal 25 ayat (2), dibuat sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai penimbunan, pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan barang kena cukai. (16) Formulir untuk laporan bulanan pemasukan dan pengeluaran barang kena cukai dengan fasilitas Pembebasan Cukai di toko bebas bea sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (7) dibuat sesuai contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran XVI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (17) Dihapus
www.peraturan.go.id 2019, No. 1500 Pasal II 1. Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku: a. Permohonan Pembebasan Cukai yang diterima oleh Kepala Kantor dan/atau Direktur Jenderal u.p. Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini, diselesaikan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.04/2010 tentang Tata Cara Pembebasan Cukai (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 263) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40/PMK.04/ 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.04/2010 tentang Tata Cara Pembebasan Cukai (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 237). b. Keputusan Menteri Keuangan mengenai pemberian fasilitas Pembebasan Cukai yang telah diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini, dinyatakan masih tetap berlaku sampai dengan berakhirnya jangka waktu pemberian fasilitas Pembebasan Cukai berdasarkan keputusan mengenai pemberian fasilitas Pembebasan Cukai dimaksud. 2. Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal diundangkan.
www.peraturan.go.id 2019, No. 1500 Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 November 2019
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
SRI MULYANI INDRAWATI
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 November 2019
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
WIDODO EKATJAHJANA
www.peraturan.go.id
