Pasal 47
(1) Wilayah Jangkauan Siaran meliputi:
wilayah siaran nasional;
wilayah siaran regional;
wilayah siaran lokal;
wilayah siaran internasional.
(2) Wilayah jangkauan siaran Lembaga Penyiaran Pemerintah
ditentukan sebagai berikut:
- Stasiun penyiaran radio wilayah jangkauan siarannya adalah
wilayah siaran nasional, wilayah siaran regional, wilayah siaran
lokal, dan wilayah siaran internasional.
- Stasiun penyiaran televisi wilayah jangkauan siarannya adalah
wilayah siaran nasional, wilayah siaran regional, wilayah siaran
lokal dan wilayah siaran internasional.
(3) Wilayah jangkauan siaran Lembaga Penyiaran Swasta ditentukan
sebagai berikut:
- Stasiun penyiaran radio wilayah jangkauan siarannya adalah
wilayah siaran lokal;
- Stasiun penyiaran televisi wilayah jangkauan siarannya adalah
wilayah siaran nasional.
(4) Wilayah jangkauan siaran Lembaga Penyelenggara Siaran Khusus
ditentukan sebagai berikut:
- untuk...
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
- untuk penyelenggaraan siaran radio atau televisi berlangganan
melalui satelit, jangkauan siarannya meliputi seluruh wilayah
Indonesia;
- untuk penyelenggaraan siaran radio atau televisi berlangganan
melalui pemancar terestrial, jangkauan siarannya meliputi
wilayah di sekitar tempat penyelenggaraan siarannya;
- untuk penyelenggaraan siaran radio atau televisi berlangganan
melalui kabel, jangkauan siarannya meliputi daerah di sekitar
tempat penyelenggaraan siarannya;
- ketentuan lebih lanjut mengenai wilayah jangkauan Lembaga
Penyelenggara Siaran Khusus diatur dengan Peraturan
Pemerintah.
(5) Lembaga penyiaran dan Lembaga Penyelenggaraan Siaran Khusus
dilarang memperluas wilayah jangkauan siarannya melebihi
ketentuan sebagaimana tercantum dalam izin penyelenggaraan
penyiaran yang dimilikinya.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai wilayah jangkauan siaran diatur
dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Ketiga Belas
Sarana Teknik Siaran
