Pasal 58
(1)
Usaha Penyediaan Bangunan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 36 ayat (1) dapat dikerjakan sendiri atau
oleh pihak lain.
(2)
Dalam hal dikerjakan oleh pihak lain sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1),
penyelenggaraan
Usaha
Penyediaan Bangunan dilakukan melalui perjanjian
penyediaan bangunan.
(3)
Para pihak dalam perjanjian penyediaan bangunan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas:
a.
pihak pertama sebagai pemilik bangunan; dan
b.
pihak kedua sebagai penyedia bangunan.
(4)
Para pihak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri
atas:
a.
orang perseorangan; atau
b.
badan.
(5)
Usaha Penyediaan Bangunan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dapat dilakukan melalui kerja sama
Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah dengan
badan usaha dan/atau masyarakat.
(6)
Dalam perjanjian penyediaan bangunan sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(2),
penyelenggaraan
Jasa
Konstruksi harus dilakukan oleh Penyedia Jasa.
(7)
Ketentuan lebih lanjut mengenai perjanjian penyediaan
bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur
dalam Peraturan Presiden.
2017, No.11
