Pasal 14
BAB 8 — BADAN EKSEKUTIF
(1) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam dilaksanakan melalui
tahap-tahap: pencalonan, pelaksanaan pemilihan, serta pengesahan hasil pemilihan dan
pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur.
(2) Tahap pencalonan, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan melalui:
- pendaftaran dan seleksi administratif pasangan bakal calon oleh Komisi Independen
Pemilihan;
- pemaparan visi dan misi pasangan bakal calon di depan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam;
- penetapan pasangan bakal calon oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi
PRESIDEN
Nanggroe Aceh Darussalam;
- konsultasi pasangan bakal calon oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam kepada Pemerintah;
- penetapan pasangan calon oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam; dan
- pendaftaran pemilih oleh Komisi Independen Pemilihan bersama dengan Pemerintah
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
(3) Tahap …
(3) Tahap pelaksanaan pemilihan, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi :
- pemilihan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang dilaksanakan secara
langsung oleh masyarakat pemilih serentak pada hari yang sama di seluruh wilayah
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam;
- penghitungan suara secara transparan dan terintegrasi yang dilaksanakan oleh Komisi
Independen Pemilihan;
- penyerahan hasil penghitungan suara oleh Komisi Independen Pemilihan kepada Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam; dan
- pengesahan hasil penghitungan suara yang dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
(4) Tahap pengesahan dan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih meliputi:
- penyerahan hasil pemilihan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri;
- pengesahan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih oleh Presiden; dan pelantikan Gubernur
dan Wakil Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dilaksanakan oleh Menteri
Dalam Negeri atas nama Presiden dan pengangkatan sumpahnya yang dilakukan di
hadapan Ketua Mahkamah SyarÆiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dalam Sidang
Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
(5) Pengawasan proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Pasal 13, dan Pasal 14, dilakukan oleh
Komisi Pengawas Pemilihan.
(6) Hal-hal lain mengenai pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam yang belum diatur dalam undang-undang ini dapat diatur lebih lanjut dalam Qanun
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
PRESIDEN
