Pasal 33
(1)
Penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit
satelit oleh Pelaku Usaha wajib memenuhi
Perizinan Berusaha dari Pemerintah Pusat.
(2)
Penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit
satelit
oleh
selain
Pelaku
Usaha
wajib
mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Pusat.
(3)
Penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit
satelit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan
ayat
(2)
wajib
dilakukan
sesuai
dengan
peruntukan dan tidak menimbulkan gangguan
yang merugikan.
(4)
Dalam hal penggunaan spektrum frekuensi radio
tidak optimal dan/atau terdapat kepentingan
umum yang lebih besar, Pemerintah Pusat dapat
mencabut Perizinan Berusaha atau persetujuan
penggunaan spektrum frekuensi radio.
www.peraturan.go.id
2020, No.245
(5)
Pemerintah Pusat dapat menetapkan penggunaan
bersama spektrum frekuensi radio.
(6)
Pemegang Perizinan Berusaha terkait penggunaan
spektrum frekuensi radio sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1)
untuk
penyelenggaraan
telekomunikasi dapat melakukan:
a.
kerja sama penggunaan spektrum frekuensi
radio
untuk
penerapan
teknologi
baru;
dan/atau
b.
pengalihan penggunaan spektrum frekuensi
radio,
dengan penyelenggara telekomunikasi lainnya.
(7)
Kerja sama penggunaan dan/atau pengalihan
penggunaan
spektrum
frekuensi
radio
sebagaimana dimaksud pada ayat (6) wajib
terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari
Pemerintah Pusat.
(8)
Pembinaan,
pengawasan,
dan
pengendalian
penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit
satelit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan
ayat (2) dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat.
(9)
Ketentuan
lebih
lanjut
mengenai
Perizinan
Berusaha terkait Penggunaan spektrum frekuensi
radio dan orbit satelit sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), persetujuan penggunaan spektrum
frekuensi radio dan orbit satelit sebagaimana
dimaksud pada ayat (2), penggunaan bersama
spektrum
frekuensi
radio,
kerja
sama
penggunaan
spektrum
frekuensi
radio,
dan
pengalihan penggunaan spektrum frekuensi radio
sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan ayat (6)
diatur dalam Peraturan Pemerintah.
www.peraturan.go.id 2020, No.245 6. Ketentuan Pasal 34 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
