Pasal 13
BAB 1 — KETENTUAN UMUM
(1) Pejabat Bea dan Cukai berwenang menegah:
- sarana pengangkut; dan/atau
- barang kena cukai dan/atau barang lain yang terkait dengan barang kena cukai,
berdasarkan ...
www.djpp.depkumham.go.id
berdasarkan dugaan adanya pelanggaran atau berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Cukai.
(2) Penegahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak
dilakukan terhadap sarana pengangkut umum.
(3) Sarana pengangkut, barang kena cukai dan/atau
barang lain yang terkait dengan barang kena cukai yang ditegah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
(4) Penegahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) segera
diikuti dengan:
- pemeriksaan atas sarana pengangkut, barang kena cukai dan/atau barang lain yang terkait dengan barang kena cukai dalam hal Penegahan dilakukan atas dasar adanya dugaan pelanggaran; atau Perundang-undangan b. Penyegelan atas sarana pengangkut, barang kena cukai, dan/atau barang lain yang terkait dengan Peraturan barangditjen kena cukai dalam hal Penegahan dilakukan atas adanya pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan.
(5) Dalam rangka pengamanan hak negara, sebelum
dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a, dapat dilakukan Penyegelan.
(6) Dalam hal Penyegelan sebagaimana dimaksud pada
ayat (4) huruf b tidak mungkin dilakukan, sarana pengangkut dan/atau barang kena cukai dan/atau barang lain yang terkait dengan barang kena cukai disimpan di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
