Pasal 50
Ayat (1) Pelepasan rumpun atau galur bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap:
- kepemilikan pemerintah, perorangan, badan usaha, asosiasi atau komunitas, atas rumpun atau galur ternak yang dihasilkannya; dan
- pengguna rumpun atau galur baru tersebut.
Ayat (2) Suatu rumpun atau galur dianggap “unik” apabila rumpun atau galur tersebut dapat dibedakan secara jelas dengan rumpun/galur yang keberadaannya sudah diketahui secara umum pada saat penerimaan permohonan pelepasan rumpun atau galur. Suatu rumpun atau galur dianggap “seragam” apabila sifat utama atau sifat penting pada rumpun atau galur tersebut terbukti seragam.
Suatu rumpun atau galur dianggap “stabil” apabila sifat-sifatnya tidak mengalami perubahan setelah diperbanyak atau dikembangbiakkan.
Suatu rumpun atau galur dianggap “baru” apabila pada saat penerimaan permohonan pelepasan, rumpun atau galur tersebut belum pernah diperdagangkan/diedarkan di Indonesia atau sudah diperdagangkan/diedarkan kurang dari 5 (lima) tahun.
Pemberian . . .
www.djpp.kemenkumham.go.id
Pemberian “nama” rumpun atau galur ternak tidak boleh menimbulkan kerancuan terhadap sifat-sifat rumpun atau galur ternak.
