Pasal 9
(1) Tata tempat bagi Tamu Negara yang berkedudukan
sebagai Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dalam kunjungan resmi ke provinsi, ditentukan dengan urutan:
Tamu Negara;
Gubernur;
Delegasi Tamu Negara;
Menteri Republik Indonesia Pendamping Tamu Negara; e Wakil Gubernur;
Ketua. . .
PRES I DEN
REPUBLIK INDONESIA
- Ketua Dewan Perwakilan Rarryat Daerah provinsi; dan
- Pendamping Gubernur.
(2) Tata tempat bagi ramu Negara sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dan delegasi dalam jamuan santap resmi di provinsi ditentukan dengan urutan:
- Tamu Negara;
- Spouse Tamu Negara;
- Gubernur;
- Spouse Gubernur;
- Menteri Republik Indonesia pendamping Tamu Negara;
- Spouse Menteri Republik Indonesia pendamping Tamu Negara;
- Orang kedua delegasi Tamu Negara;
- Menteri Tamu Negara;
- Duta Besar LBBp/Kepala perwakilan Negara Asing untuk Republik Indonesia;
- Spouse Duta Besar LBBp/Kepala perwakilan Negara Asing untuk Republik Indonesia;
- Duta Besar LBBP Republik Indonesia;
- Spouse Duta Besar LBBP Republik Indonesia;
- Konsul Jenderal/Konsul Negara Asing untuk Republik Indonesia di daerah;
- Spouse Konsul Jenderal/Konsul Negara Asing untuk Republik Indonesia di daerah;
- Wakil Gubernur;
- Spouse Wakil Gubernur;
- Ketua Dewan Perwakilan Ra\yat Daerah provinsi;
- Spouse Ketua Dewan perwakilan Rai<yat Daerah Provinsi; dan
- Delegasi Tamu Negara.
(3) Tata Tempat meja jamuan santap resmi bagi Tamu
Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas meja utama WIp dan meja VIp.
(4) Tata
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
(4) Tata tempat Tamu Negara dan Tata Tempat meja
jamuan santap resmi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) pengaturannya dapat ditentukan sebagaimana Lampiran Huruf D, Lampiran Huruf E, dan Lampiran Huruf F Peraturan Pemerintah ini.
