Pasal 10
(1) Tata tempat bagi Tamu Negara yang berkedudukan
sebagai Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dalam kunjungan resmi ke kabupaten/kota, dapat ditentukan dengan urutan:
- Tamu Negara;
- Gubernur;
- Delegasi Tamu Negara;
- Menteri Republik Indonesia Pendamping Tamu Negara;
- Bupati/Walikota;
- Ketua Dewan Perwakilan Ralryat Daerah Kabupaten/Kota; dan
- PendampingGubernur. (21 Tata tempat bagi Tamu Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam jamuan santap resmi di kabupaten/kota ditentukan dengan urutan:
- Tamu Negara;
- Spouse Tamu Negara;
- Gubernur;
- Spouse Gubernur;
- Orang kedua delegasi Tamu Negara;
- Para Menteri Republik Indonesia Pendamping Tamu Negara;
- Spouse Menteri Republik Indonesia Pendamping Tamu Negara;
- Duta Besar LBBP/Kepala Perwakilan Negara Asing untuk Republik Indonesia;
- Spouse
PRES I DEN
REPUELIK INDONESIA
- Spouse Duta Besar LBBP/Kepala perwakilan Negara Asing untuk Republik Indonesia;
- Duta Besar LBBP Republik Indonesia;
- Spouse Duta Besar LBBP Republik Indonesia;
- Konsul Jenderal/Konsul Negara Asing untuk Republik Indonesia di daerah;
- ,Spouse Konsul Jenderal/Konsul Negara Asing untuk Republik Indonesia di daerah;
- Bupati/Walikota; dan
- Spouse Bupati/Walikota.
(3) Tata Tempat meja jamuan santap malam
sebagaimana dimaksud pada ayat (21terdiri atas meja utama WIP dan meja VIP (41 Tata tempat Tamu Negara dan Tata Tempat meja jamuan santap resmi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) pengaturannya dapat ditentukan sebagaimana Lampiran Huruf G, Lampiran Huruf H, dan Lampiran Huruf I Peraturan pemerintah ini.
Pasal 1 1
(1) Tata tempat bagi Tamu Negara yang berkedudukan
sebagai Kepala Negara/Kepala pemerintahan dalam kunjungan kerja bilateral ditentukan dengan urutan:
- Tamu Negara;
- Spouse Tamu Negara;
- Presiden Republik Indonesia;
- Spouse Presiden Republik Indonesia;
- Orang kedua delegasi Tamu Negara;
- Para Menteri Luar Negeri Tamu Negara;
- Para Menteri Luar Negeri Republik Indonesia;
- Menteri Republik Indonesia pendamping Tamu Negara;
- Menteri Tamu Negara;
- Menteri Republik Indonesia;
- Duta
PRES I DEN
REPUBLIK INDONESIA
- Duta Besar LBBP/Kepala Perwakilan Negara Asing untuk Republik Indonesia;
- Spouse Duta Besar LBBP/Kepala Perwakilan Negara Asing untuk Republik Indonesia;
- Duta Besar LBBP Republik Indonesia; dan
- Spouse Duta Besar LBBP Republik Indonesia.
(2) Tata tempat bagi Tamu Negara yang berkedudukan
sebagai Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dalam kunjungan kerj a menghadiri konferensi internasional, tanpa Menteri Republik Indonesia Pendamping Tamu Negara.
