Pasal 6
BAB 2 — DISIPLIN TEKNIK KEINSINYURAN DAN BIDANG KEINSINYURAN
(1) Disiplin teknik kebumian dan energi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 huruf a paling sedikit meliputi:
- teknik geofisika;
- teknik geodesi dan geomatika;
- teknik geologi; dan
- teknik...
- teknik geokimia.
(2) Disiplin teknik rekayasa sipil dan lingkungan
terbangun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b paling sedikit meliputi:
- teknik bangunan;
- perencanaan perkotaan dan wilayah; dan
- teknik penyehatan.
(3) Disiplin teknik industri sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 5 huruf c paling sedikit meliputi:
- teknik mesin;
- teknik kimia;
- teknik industri;
- teknik fisika;
- teknik material;
- teknik elektro;
- tekniktelekomunikasi;
- teknik informatika; dan
- teknik farmasi.
(4) Disiplin teknik konservasi dan pengelolaan sumber
daya alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d paling sedikit meliputi:
- teknik pertambangan;
- teknik perminyakan;
- teknik metalurgi;
- teknik lingkungan;
- teknik konservasi energi; dan
- teknik bioenergi dan kemurgi.
(5) Disiplin teknik pertanian dan hasil pertanian
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf e paling sedikit meliputi:
- teknik pertanian;
- teknik industri pertanian;
- teknik kehutanan;
- teknik hasil pertanian; dan
- teknik peternakan.
(6) Disiplin
(6) Disiplin teknik teknologi kelautan dan perkapalan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf f paling sedikit meliputi:
- teknik kelautan; dan
- teknik perkapalan.
(7) Disiplin teknik aeronotika dan astronotika
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g paling sedikit meliputi:
- teknik penerbangan;
- teknik dirgantara; dan
- teknik astronotika.
(8) Penambahan disiplin teknik Keinsinyuran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (71 dilaksanakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(9) Penambahan disiplin teknik Keinsinyuran
sebagaimana dimaksud pada ayat (8) ditetapkan dengan Keputusan Menteri.
Bagian Ketiga Bidang Keinsinyuran
