Pasal 28
(1) Pengeluaran barang kena cukai dengan Pembebasan
Cukai:
- yang berasal dari Pabrik, Tempat Penyimpanan, atau impor ke tempat atau lokasi usaha Pengguna, untuk jenis Pembebasan Cukai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat ( 1) huruf a, huruf c, dan huruf g, dan Pasal 2 ayat (2) huruf b;
- yang digunakan dalam Proses Produksi Terpadu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b yang berasal dari tempat atau tangki penimbunan Pabrik; atau
jdih.kemenkeu.go.id
- berupa etil alkohol yang telah dirusak sehingga tidak baik untuk diminum sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 ayat (2) huruf a yang berasal dari Pabrik ke
tempat atau lokasi usaha Pengguna, dilakukan sepanjang telah memiliki Keputusan Menteri mengenai pemberian Pembebasan Cukai.
(2) Pengeluaran etil alkohol yang dirusak sehingga menjadi
tidak baik untuk diminum sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) huruf c harus dilakukan oleh Pengusaha Pabrik paling lama 3 (tiga) hari setelah pelaksanaan perusakan untuk diangkut ke tempat atau lokasi usaha Pengguna.
(3) Pengeluaran barang kena cukai dengan Pembebasan
Cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan dengan menggunakan dokumen cukai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penimbunan, pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan barang kena cukai.
(4) Pengusaha Pabrik, Pengusaha Tempat Penyimpanan, atau
Importir yang mengeluarkan, memindahtangankan, dan/ atau menjual barang kena cukai dengan Pembebasan Cukai yang tidak sesuai peruntukan sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri mengenai pemberian Pembebasan Cukai, dikenai sanksi mengenai penyalahgunaan fasilitas Pembebasan Cukai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai.
