Pasal 43
BAB 4 — STRATEGI OPERASIONALISASI PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG DAN POLA RUANG PULAU SULAWESI
(1) Kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, dan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf c terdiri atas: a. kawasan suaka alam laut; b. suaka margasatwa; c. cagar alam; d. kawasan pantai berhutan bakau; e. taman nasional dan taman nasional laut; f. taman hutan raya; g. taman wisata alam dan taman wisata alam laut; dan h. kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. (2) Strategi operasionalisasi perwujudan kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, dan cagar budaya meliputi: a. memantapkan dan merehabilitasi fungsi taman nasional, taman nasional laut, dan taman wisata alam laut; b. mengembangkan pengelolaan kawasan yang memiliki keanekaragaman tumbuhan dan satwa pada suaka margasatwa, cagar alam, taman nasional laut, taman hutan raya, dan taman wisata alam; c. mengembangkan pengelolaan kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut pada kawasan suaka alam laut dan taman wisata alam laut/taman wisata perairan; d. mempertahankan kawasan pantai berhutan bakau di wilayah pesisir untuk perlindungan pantai dari abrasi dan kelestarian biota laut; dan e. mengembangkan … www.djpp.kemenkumham.go.id
e. mengembangkan dan melestarikan fungsi kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. (3) Rehabilitasi dan pemantapan fungsi taman nasional, taman nasional laut, taman wisata alam laut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dilakukan di: a. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Kabupaten Bolaang Mongondow-Kabupaten Gorontalo), Taman Nasional Lore Lindu (Kabupaten Donggala-Kabupaten Poso), Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (Kabupaten Kendari-Kabupaten Kolaka), dan Taman Nasional Bantimurung-Bulusarawung (Kabupaten Maros-Kabupaten Pangkajene Kepulauan); b. Taman Nasional Laut Bunaken (Laut Sulawesi), Taman Nasional Laut Kepulauan Wakatobi (Laut Banda), dan Taman Nasional Laut Taka Bonerate (Laut Flores); dan c. Taman Wisata Alam Laut Kepulauan Togean dan Pulau Batudaka (Teluk Tomini). (4) Pengembangan pengelolaan kawasan yang memiliki keanekaragaman tumbuhan dan satwa pada suaka margasatwa, cagar alam, taman nasional laut, taman hutan raya, dan taman wisata alam sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dilakukan di: a. Suaka … www.djpp.kemenkumham.go.id
a. Suaka Margasatwa Gunung Manembo-nembo (Kabupaten Minahasa Selatan), Suaka Margasatwa Karakelang Utara-Selatan (Kabupaten Talaud), Suaka Margasatwa Buton Utara (Kabupaten Buton), Suaka Margasatwa Tanjung Batikolo (Kabupaten Konawe Selatan), Suaka Margasatwa Tanjung Peropa (Kabupaten Konawe Selatan), Suaka Margasatwa Lambusango (Kabupaten Buton), Suaka Margasatwa Tanjung Santigi (Kabupaten Parigi Mountong), Suaka Margasatwa Mampie Lampoko (Kabupaten Poliwali Mamasa), Suaka Margasatwa Komara (Kabupaten Gowa), Suaka Margasatwa Pati Pati (Kabupaten Banggai), Suaka Margasatwa Lombuyan I/II (Kabupaten Banggai), Suaka Margasatwa Bangkiriang (Kabupaten Banggai), Suaka Margasatwa Pinjan/Tanjung Matop (Kabupaten Toli-toli), dan Suaka Margasatwa Nantu (Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo); dan b. Cagar Alam Gunung Ambang (Kabupaten Bolaang Mongondow), Cagar Alam Dua Saudara (Kabupaten Minahasa Utara), Cagar Alam Tangkoko Batuangus (Kabupaten Minahasa Utara), Cagar Alam Morowali (Kabupaten Tojo Una-una dan Kabupaten Morowali), Cagar Alam Pangi Binangga (Kabupaten Parigi Moutong), Cagar Alam Pamona (Kabupaten Buol, Kabupaten Toli-toli, dan Kabupaten Donggala), Cagar Alam Gunung Tinombala (Kabupaten Toli-toli), Cagar Alam Gunung Sojol (Kabupaten Toli-toli, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong), Cagar Alam Gunung Dako (Kabupaten Toli-toli), Cagar Alam Tanjung Api (Kabupaten Tojo Una-una), Cagar Alam Faruhumpenai (Kabupaten Luwu Timur), Cagar Alam Kalaena (Kabupaten Luwu Timur), Cagar Alam Panua (Kabupaten Pohuwato), dan Cagar Alam Tanjung Panjang (Kabupaten Pohuwato); c. Taman Nasional Laut Kepulauan Banggai (Kabupaten Banggai Kepulauan); d. Taman … www.djpp.kemenkumham.go.id
d. Taman Hutan Raya Murhum (Kabupaten Konawe), Taman Hutan Raya Poboya Paneki (Palu) (Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi), dan Taman Hutan Raya Bontobahari (Kabupaten Bulukumba); dan e. Taman Wisata Alam Bancea (Kabupaten Poso), Taman Wisata Alam Mangolo (Kabupaten Kolaka), Taman Wisata Alam Danau Matano (Kabupaten Luwu Timur), Taman Wisata Alam Danau Mahalona (Kabupaten Luwu Timur), Taman Wisata Alam Danau Towuti (Kabupaten Luwu Timur), Taman Wisata Alam Malino (Kabupaten Gowa), Taman Wisata Alam Cani Sirenrang (Kabupaten Maros), dan Taman Wisata Alam Lejja (Kabupaten Soppeng). (5) Pengembangan pengelolaan kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut pada kawasan suaka alam laut dan taman wisata alam laut/taman wisata perairan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c dilakukan di: a. Suaka Alam Laut Sidat (Laut Sulawesi) dan Suaka Alam Laut Selat Lembeh-Bitung (Selat Lembeh); dan b. Taman Wisata Alam Laut Teluk Lasolo (Laut Banda), Taman Wisata Alam Laut Kepulauan Padamarang (Teluk Bone), Taman Wisata Alam Laut Selat Tiworo (Selat Tiworo), Taman Wisata Alam Laut Liwutongkidi (Buton) (Kabupaten Buton), dan Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang (Selat Makassar). (6) Pemertahanan kawasan pantai berhutan bakau di wilayah pesisir untuk perlindungan pantai dari abrasi dan kelestarian biota laut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d dilakukan di wilayah pesisir Teluk Tolo, Teluk Bone, Teluk Donggala, Teluk Tomini, wilayah pesisir selatan dan utara Sulawesi Utara, wilayah pesisir barat dan timur Sulawesi Selatan, wilayah pesisir barat Sulawesi Tengah, dan wilayah pesisir utara dan timur Sulawesi Tenggara. (7) Pelestarian … www.djpp.kemenkumham.go.id
(7) Pelestarian dan pengembangan fungsi kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf e dilakukan pada Kawasan Keraton Buton (Kota Bau Bau), Kawasan Tana Toraja (Kabupaten Tana Toraja), Kawasan Mamasa (Kabupaten Mamasa), Kawasan Suku Kajang (Kabupaten Bulukumba), Kawasan Pinabetengan/Bukit Kasih Kanonang Minahasa (Kabupaten Minahasa), Kawasan Pusat Kerajaan Gowa Benteng Somba Opu (Kota Makassar), Kawasan Benteng Ujung Pandang/Fort Rotterdam (Kota Makassar), dan Kawasan Benteng Balla Lampoa Sungguminasa (Kabupaten Gowa).
