Pasal 42
BAB 4 — STRATEGI OPERASIONALISASI PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG DAN POLA RUANG PULAU SULAWESI
(1) Kawasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf b terdiri atas: a. sempadan pantai; b. sempadan sungai; dan c. kawasan … www.djpp.kemenkumham.go.id
c. kawasan sekitar danau atau waduk. (2) Strategi operasionalisasi perwujudan kawasan perlindungan setempat meliputi: a. mengendalikan pemanfaatan ruang pada sempadan pantai di kawasan perkotaan nasional yang berpotensi mengganggu dan/atau merusak fungsi sempadan pantai; b. mengendalikan pemanfaatan ruang pada sempadan sungai yang berpotensi mengganggu dan/atau merusak fungsi sempadan sungai; dan c. mengendalikan pemanfaatan ruang pada kawasan sekitar danau atau waduk yang berpotensi mengganggu dan/atau merusak kawasan sekitar danau atau waduk. (3) Pengendalian pemanfaatan ruang pada sempadan pantai di kawasan perkotaan nasional yang berpotensi mengganggu dan/atau merusak fungsi sempadan pantai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dilakukan pada sempadan pantai di PKN Gorontalo, PKN Perkotaan Manado-Bitung, PKN Perkotaan Mamminasata, PKN Kendari, PKW Tilamuta, PKW Jeneponto, PKW Watampone, PKW Pare-pare, PKW Luwuk, PKW Bulukumba, PKW Raha, dan PKW Bau-bau. (4) Pengendalian pemanfaatan ruang pada sempadan sungai yang berpotensi mengganggu dan/atau merusak fungsi sempadan sungai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dilakukan pada: a. sempadan sungai-sungai pada WS Sangihe-Talaud (Provinsi Sulawesi Utara); b. sempadan Sungai Ranowangko, Sungai Ranopaso, Sungai Nimanga, Sungai Tondano, dan Sungai Likupang pada WS Tondano-Likupang (Provinsi Sulawesi Utara); c. sempadan Sungai Paguyaman, Sungai Bolia, Sungai Dulupi, Sungai Buntaya, dan Sungai Marisa pada WS Paguyaman (Provinsi Gorontalo); d. sempadan … www.djpp.kemenkumham.go.id
d. sempadan Sungai Parigi, Sungai Poso, Sungai Tompis, Sungai Bambalemo, Sungai Podi, Sungai Dolago, dan Sungai Tindaki WS Parigi-Poso (Provinsi Sulawesi Tengah); e. sempadanSungai Laa, Sungai Salato, Sungai Morowali, dan Sungai Bahonbelu pada WS Laa-Tambalako (Provinsi Sulawesi Tengah); f. sempadan Sungai Walanae, Sungai Cenranae, Sungai Paremang, Sungai Bajo, Sungai Awo, Sungai Paneki, Sungai Larompong, Sungai Gilirang, Sungai Noling, dan Sungai Suli pada WS Walanae-Cenranae (Provinsi Sulawesi Selatan); g. sempadan Sungai Janeberang, Sungai Janeponto, Sungai Maros, Sungai Matulu, Sungai Salangketo, Sungai Tangka, Sungai Aparang, dan Sungai Pamukulu pada WS Jeneberang (Provinsi Sulawesi Selatan); h. sempadan Sungai Lambunu, Sungai Buol, Sungai Lobu, Sungai Salumpaga, Sungai Ogoamas, dan Sungai Sioyong pada WS Lambunu- Buol (Provinsi Sulawesi Tengah); i. sempadan Sungai Dumoga, Sungai Sangkub, Sungai Hanga, Sungai Ongkau Mongondow, Sungai Tuadaan, Sungai Ayong, Sungai Nuangan, Sungai Lobong, Sungai Milanggodaa, Sungai Moayat, Sungai Pusian, Sungai Tobayagan, Sungai Kotulidan, Sungai Potule, Sungai Moyosiboi, Sungai Sonduk, Sungai Matabulu, dan Sungai Salongo pada WS Dumoga-Sangkup (Provinsi Sulawesi Utara-Provinsi Gorontalo); j. sempadan Sungai Dulukapo dan Sungai Monano pada WS Limboto- Bulango-Bone (Provinsi Gorontalo-Provinsi Sulawesi Utara); k. sempadan Sungai Moutong, Sungai Molosipat, Sungai Papayato, Sungai Milango, Sungai Vatadaa, Sungai Luguse, Sungai Lemito, Sungai Dunga, Sungai Tialudi, Sungai Randangan, dan Sungai Malongo pada WS Randangan (Provinsi Gorontalo-Provinsi Sulawesi Tengah); l. sempadan … www.djpp.kemenkumham.go.id
l. sempadan Sungai Palu, Sungai Lariang, Sungai Pasangkayu, Sungai Waku, Sungai Mesanga, dan Sungai Surumanaai Vatadaa pada WS Palu-Lariang (Provinsi Sulawesi Tengah-Provinsi Sulawesi Selatan); m. sempadanSungai Karama, Sungai Budong-budong, dan Sungai Camba pada WS Kaluku-Karama (Provinsi Sulawesi Barat-Provinsi Sulawesi Tengah); n. sempadan Sungai Pompengan, Sungai Larona, Sungai Kalaena, Sungai Latuppa, Sungai Bua, Sungai Lamasi, Sungai Makawa, Sungai Bungadidi, Sungai Kebo, Sungai Rongkong, dan Sungai Balease pada WS Pompengan-Lorena (Provinsi Sulawesi Selatan-Provinsi Sulawesi Tengah-Provinsi Sulawesi Tenggara); o. sempadan Sungai Sadang, Sungai Mamasa, Sungai Rapang, Sungai Libukasi, Sungai Galang-galang, Sungai Lissu, Sungai Barru, Sungai Lakepo, Sungai Lampoko, Sungai Kariango, Sungai Pangkajene, Sungai Bone-bone, Sungai Segeri Sungai Karajae, dan Sungai Malipi pada WS Sadang (Provinsi Sulawesi Selatan-Provinsi Sulawesi Tengah- Provinsi Sulawesi Tenggara); dan p. sempadan Sungai Lasolo, Sungai Sampara, Sungai Lalindu, Sungai Aopa, Sungai Tinobu, Sungai Luhumbuti, Sungai Landawe, dan Sungai Amesiu pada WS Lasolo-Sampara (Provinsi Sulawesi Tenggara- Provinsi Sulawesi Selatan-Provinsi Sulawesi Tengah). (5) Pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan sekitar danau atau waduk yang berpotensi mengganggu dan/atau merusak kawasan sekitar dimaksud pada ayat (2) huruf c dilakukan pada: a. kawasan sekitar Danau Tempe (Kabupaten Wajo), Danau Limboto (Kabupaten Gorontalo), Danau Tondano (Kabupaten Minahasa Selatan), Danau Poso (Kabupaten Poso), dan Danau Matano (Kabupaten Luwu Timur); dan b. kawasan … www.djpp.kemenkumham.go.id
b. kawasan sekitar Waduk Bili-bili (Kabupaten Gowa), Waduk Ponre- ponre (Kabupaten Bone), Waduk Kalola (Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Wajo), Waduk Larona (Kabupaten Luwu), Waduk Bakaru (Kabupaten Pinrang), Waduk Salomekko (Kabupaten Bone), dan Waduk Balambano (Kabupaten Soroako).
