Pasal 34
BAB 4 — RENCANA STRUKTUR RUANG
(1) Tatanan kebandarudaraan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 24 huruf a ditetapkan dalam rangka melaksanakan peran bandar udara sebagai simpul dalam jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya, tempat kegiatan alih moda transportasi, pembuka isolasi daerah, pengembangan daerah perbatasan, dan penanganan bencana, prasarana memperkukuh wawas€rn nusantara dan kedaulatan negara, pendorong dan penunjang kegiatan industri dan/atau perdagangan, serta pintu gerbang kegiatan perekonomian di Kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati Raja Ampat. (21 Tatanan kebandarudaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
- bandar udara umum; dan
- bandar udara khusus.
(3) Bandar udara umum sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) huruf a terdiri atas:
- bandar udara umum di daratan; dan
- bandar udara umum di perairan.
(4) Bandar. . .
SK No 177437 A
PRESIDEN
(4) Bandar udara umum di daratan sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) huruf a memiliki hierarki yang terdiri atas:
- bandar udara pengumpul; dan
- bandar udara pengumpan.
(5) Bandar udara umum di perairan sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) huruf b dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(6) Bandar udara pengumpul sebagaimana dimaksud
pada ayat (4) huruf a ditetapkan di: pelayanan a. bandar udara pengumpul dengan skala sekunder di Domine Eduard Osok di Distrik Sorong Manoi pada Kota Sorong; dan pelayanan b. bandar udara pengumpul dengan skala tersier di Marinda di Distrik Waigeo Selatan pada Kabupaten Raja Ampat. (71 Bandar udara pengumpan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b meliputi Bandar Udara Dorekar di Distrik Kepulauan Ayau, Bandar Udara Kabare di Distrik Waigeo Utara, Bandar Udara Misool di Distrik Misool Timur, dan Bandar Udara Reni di Distrik Ayau pada Kabupaten Raja Ampat.
(8) Bandar udara khusus sebagaimana dimaksud dalam
pada ayat (21 huruf b dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
