Pasal 36
(1) Sistem jaringan sumber daya air sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 18 huruf d ditetapkan dalam
rangka pengelolaan sumber daya air yang terdiri atas
konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air.
(2) Sistem jaringan sumber daya air sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) terdiri atas sumber air dan
prasarana sumber daya air.
(3) Sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
terdiri atas:
- sumber air berupa air permukaan pada sungai
terdiri atas:
- WS Strategis Nasional Citarum meliputi DAS
Citarum;
WS Lintas Kabupaten Cilaki-Ciwulan meliputi DAS Cilaki dan DAS Cikandang;
WS Lintas Kabupaten Cisadea-Cibareno
meliputi DAS Cirancabali, DAS Cipandak, dan DAS Cimaragang; dan
- WS Lintas Kabupaten WS Cimanuk-
Cisanggarung;
- sumber air berupa air permukaan pada situ
terdiri atas:
- Situ Ciburuy di Kecamatan Padalarang dan
Situ Lembang di Kecamatan Parongpong
pada Kabupaten Bandung Barat; dan
- Situ Aul, Situ Cicoledas, Situ Cileunca, dan Situ Cipanunjang di Kecamatan
Pangalengan, Situ Sipatahunan di Kecamatan Baleendah, Situ Patenggang di
Kecamatan Rancabali, Situ Cisanti di
Kecamatan Kertasari, dan Situ Ciharus di Kecamatan Ibun pada Kabupaten Bandung;
www.peraturan.go.id
2018, No.91 -40-
- sumber air berupa air permukaan pada waduk
terdiri atas:
- Waduk Saguling di Kecamatan Saguling,
Kecamatan Cipongkor, Kecamatan
Padalarang, Kecamatan Cihampelas,
Kecamatan Batujajar, Kecamatan Cililin,
Waduk Cirata di Kecamatan Cipeundeuy,
Waduk Cisokan di Kecamatan Rongga, Waduk Cimeta di Kecamatan Ngamprah,
Waduk Cimahi di Kecamatan Parongpong,
Waduk Cikapundung/Cikawari 1 dan Waduk
Cikapundung/Cikawari 2, Waduk
Cipanengah/Cikukang 1, Waduk
Cipanengah/ Cikukang 2, dan Waduk Cipanengah/ Cikukang 3, dan Waduk
Cibodas di Kecamatan Lembang pada Kabupaten Bandung Barat;
- Waduk Cianten di Kecamatan Baleendah,
Waduk Santosa di Kecamatan Kertasari, Waduk Patrol di Kecamatan Ciwidey, Waduk
Kadaleman di Kecamatan Ciparay, Waduk
Cibintinu di Kecamatan Arjasari, Waduk Tareptep, Waduk Sekerende, Waduk Tugu,
dan Waduk Cikuda di Kecamatan Cimenyan,
Waduk Tegalluar di Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Rancaekek, dan Kecamatan
Solokan Jeruk, Waduk Harian Cikalong di
Kecamatan Pangalengan, Waduk Cikitu di
Kecamatan Pacet, Waduk Wakap di
Kecamatan Arjasari, Waduk Cigumentong
dan Waduk Cimulu di Kecamatan Cicalengka, Waduk Cisondari 1, Waduk
Cisondari 2, dan Waduk Cisondari 3 di Kecamatan Pasirjambu, Waduk
Balekambang di Kecamatan Majalaya,
Waduk Cigondok di Kecamatan Cimaung pada Kabupaten Bandung;
www.peraturan.go.id
2018, No.91 -41-
- Waduk Jatinangor di Kecamatan Jatinangor
pada Kabupaten Sumedang;
- Waduk Citarik di Kecamatan Cicalengka
pada Kabupaten Bandung dan Kecamatan
Cimanggung pada Kabupaten Sumedang;
- Waduk Leuwiliang di Kabupaten Bandung
dan/atau Kabupaten Sumedang; dan
- Waduk Harian Dago Tanggulan di Kota Bandung;
- Sumber air berupa air tanah yang berada pada
CAT, terdiri atas:
- CAT Lembang mencakup wilayah Kabupaten
Bandung Barat;
CAT Batujajar mencakup wilayah Kabupaten Bandung Barat;
CAT Ciater mencakup wilayah Kabupaten Bandung Barat;
CAT Banjarsari mencakup wilayah
Kabupaten Bandung;
- CAT Sumedang mencakup wilayah
Kabupaten Sumedang;
- CAT Bandung-Soreang mencakup wilayah Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang,
Kota Bandung, dan Kota Cimahi; dan
- CAT Cibuni mencakup wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.
(4) Prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) meliputi sistem pengendalian banjir,
sistem jaringan irigasi, dan sistem jaringan air baku.
(5) Sistem pengendalian banjir sebagaimana dimaksud
pada ayat (4) meliputi:
Sistem pengendalian banjir;
waduk; dan
kolam retensi.
(6) Sistem pengendalian banjir sebagaimana dimaksud
pada ayat (5) huruf a meliputi:
- Normalisasi sungai; dan
www.peraturan.go.id
2018, No.91 -42-
- Bangunan pengendali banjir.
(7) Bangunan pengendali banjir sebagaimana dimaksud
pada ayat (6) huruf b meliputi:
Floodway Cisangkuy;
Upper Citarum Basin Flood Management; dan
Terowongan Nanjung.
(8) Sistem pengendalian banjir berupa waduk
sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b meliputi waduk yang ada di Kawasan Perkotaan Cekungan
Bandung.
(9) Sistem pengendalian banjir berupa kolam retensi
dan/atau polder sebagaimana dimaksud pada ayat (5)
huruf c terdiri atas:
- Kolam retensi Citarik di Kecamatan Cicalengka, Kolam retensi Jelekong di Kecamatan Ciparay,
dan Kolam retensi Cieunteung di Kecamatan
Baleendah pada Kabupaten Bandung;
- Kolam retensi Gedebage di Kecamatan Gedebage
pada Kota Bandung; dan
- Polder Baleendah di Kecamatan Baleendah pada Kabupaten Bandung.
(10) Sistem jaringan irigasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (4) melayani DI kewenangan pemerintah provinsi,
terdiri atas:
- DI kewenangan provinsi lintas kabupaten/kota meliputi:
- DI Cijanggel, DI Malang, DI Bongkok, DI
Lagadar di Kabupaten Bandung Barat dan
Kota Cimahi;
- DI Leuwi Kuya di Kabupaten Bandung Barat
dan Kabupaten Bandung;
- DI Cibeunying/Ciateul, DI Buahbatu, DI
Ciyasana, DI Ciregol, DI Sukapurna, DI
Ranjeng, DI Sudiplak, DI Rancacili, dan DI
Gempol di Kabupaten Bandung dan Kota
Bandung;
www.peraturan.go.id
2018, No.91 -43-
- DI Malang di Kabupaten Bandung dan Kota
Cimahi;
- DI Depok, DI Cakuang, DI Cirajeng di
Kabupaten Bandung dan Kabupaten
Sumedang;
- DI Ciaro/Cisaat dan DI Cisimpen di
Kabupaten Bandung; dan
- DI Citopeng/Cikendal di Kota Bandung dan Kota Cimahi;
- DI kewenangan provinsi utuh kabupaten/kota
meliputi DI Cirasea, DI Ciherang, DI Wanir, dan
DI Wangisagara di Kabupaten Bandung.
(11) Sistem jaringan air baku sebagaimana dimaksud pada
ayat (4) meliputi bangunan waduk, bangunan pengambilan dan jaringan air baku di Kawasan
Perkotaan Cekungan Bandung.
Paragraf 5
Sistem Jaringan Prasarana Perkotaan
