Pasal 23
BAB 4 — RENCANA STRUKTUR RUANG KAWASAN PERBATASAN
(1) Bandar udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15
ayat (8) huruf a ditetapkan dalam rangka melaksanakan
fungsi bandar udara untuk menunjang kelancaran,
keamanan, dan ketertiban arus lalu lintas pesawat
udara, penumpang, kargo dan/atau pos, keselamatan
penerbangan, tempat perpindahan intra dan antarmoda
serta mendorong perekonomian di Kawasan Perbatasan
Negara dan Kawasan Pendukung.
(2) Bandar udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
terdiri atas:
bandar udara umum; dan
bandar udara khusus.
(3) Bandar udara umum sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) huruf a terdiri atas:
- bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan
primer;
- bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan
sekunder;
- bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan
tersier; dan
- bandar udara pengumpan.
(4) Bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan primer
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a meliputi
Bandar Udara Sam Ratulangi di Kecamatan Mapanget
pada Kota Manado.
(5) Bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan
sekunder sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b
meliputi:
- Bandar Udara Juwata di Kecamatan Tarakan Barat
pada Kota Tarakan; dan
- Bandar Udara Tanjung Harapan di Kecamatan
Tanjung Selor pada Kabupaten Bulungan.
www.peraturan.go.id
2017, No.23 -47
(6) Bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan tersier
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c meliputi
Bandar Udara Melonguane di Kecamatan Melonguane
pada Kabupaten Kepulauan Talaud.
(7) Bandar udara pengumpan sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) huruf d meliputi:
- Bandar Udara Naha di Kecamatan Tabukan Utara
pada Kabupaten kepulauan Sangihe;
- Bandar Udara Miangas di Kecamatan Miangas pada
Kabupaten Kepulauan Talaud;
- Bandar Udara Sitaro di Kecamatan Siau Timur
Selatan pada Kabupaten Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro;
- Bandar Udara Sultan Bantilan di Kecamatan Baolan
pada Kabupaten Toli Toli; dan
- Bandar Udara Maratua di Kecamatan Maratua pada
Kabupaten Berau.
(8) Bandar udara khusus sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) huruf b diatur sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
