Pasal 7
BAB 3 — PERJANJIAN KINERJA
(1) Perjanjian kinerja disusun oleh: a. Sekretaris Jenderal untuk Kementerian; b. Pemimpin unit utama untuk unit utama; c. Pemimpin PTN untuk PTN; d. Pemimpin unit kerja eselon II untuk unit kerja eselon II; e. Pemimpin Lembaga untuk Lembaga; dan f. Pemimpin Pusat untuk Pusat. (2) Perjanjian kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan setelah dokumen pelaksanaan anggaran disahkan.
(3) Perjanjian kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat disesuaikan apabila terjadi: a. pergantian atau mutasi pejabat; dan/atau b. perubahan program, prioritas, kegiatan, dan alokasi anggaran yang mempengaruhi pencapaian tujuan dan sasaran. (4) Perjanjian kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani oleh: a. Menteri untuk kementerian; b. Pemimpin unit utama dengan Menteri untuk unit utama; c. Pemimpin unit kerja eselon II dengan pemimpin unit utama untuk unit kerja eselon II; d. Pemimpin PTN dengan Menteri untuk PTN; e. Pemimpin Lembaga dengan Menteri untuk Lembaga; dan f. Pemimpin Pusat dengan pemimpin unit utama pembinanya untuk Pusat. (5) Perjanjian kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf f, disampaikan kepada Menteri yang menyelenggarakan urusan di bidang Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi oleh Sekretaris Jenderal. (6) Perjanjian kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf d dan huruf e, disampaikan kepada Sekretaris Jenderal.
