Pasal 21
(l) Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler sebagaimana dimaksud dalam Pasal l0 dilakukan melalui satuan kerja dan PPIH. (21 Satuan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi satuan kerja di tingkat daerah, di tingkat pusat, dan di Arab Saudi. 23. Ketentuan Pasal 22 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: PasaJ22 (1) PPIH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dibentuk oleh Menteri. (21 PPIH sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. PPIH pusat; b. PPIHATab Saudi; c. PPIH embarkasi; dan d. PPIH Kloter. SK No269180A (3)PPrH. . .
t :tiFI-LI-N REPUBLJK INDONESIA (3) PPIH sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas unsur: a. Kementerian; b. kementerian/lembagaterkait; dan c. masyarakat. (41 PPIH Arab Saudi sebagaimana dimalsud pada ayat (21 huruf b termasuk petugas pelindungan keamanan Jemaah Haji yang memiliki kemampuan khusus. (5) PPIH Kloter sebagaimana dimaksud pada ayat (21 huruf d terdiri atas: a. ketua Kloter; b. pembimbing Ibadah Haji; dan c. tenaga kesehatan haji. (6) Biaya operasional PPIH sebagaimana dimaksud pada ayat (21 dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sesuai dengan kemampuan keuangan negara. (71 Ketentuan lebih lanjut mengenai PPIH sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (6) diatur dalam Peraturan Menteri. 24. Ketentuan Pasal 23 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
