Pasal 2
(1)
Kewarganegaraan
Republik
Indonesia
dapat
diperoleh melalui permohonan Pewarganegaraan.
(2)
Permohonan
Pewarganegaraan
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh pemohon
kepada Presiden melalui Menteri dan dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
(3)
Permohonan
Pewarganegaraan
sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada Menteri
melalui Pejabat pada Kantor Wilayah Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia yang wilayah
kerjanya meliputi tempat tinggal pemohon.
(4)
Pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
terdiri atas:
a.
Orang Asing; atau
b.
anak sebagaimana diatur dalam Pasal 41
Undang-Undang yang:
1.
belum mendaftar; atau
2.
sudah mendaftar tetapi belum memilih
kewarganegaraan
sebagaimana
diatur
dalam Pasal 6 Undang-Undang.
- Ketentuan Pasal 5 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
