Pasal 13
(1) Pejabat Penanda Tangan SPM mengajukan SPM gaji atau tunjangan, susulan gaji atau tunjangan, dan selisih kekurangan gaji atau tunjangan ketiga belas kepada KPPN. (2) SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat secara terpisah dengan menggunakan jenis SPM: a. SPM Gaji 13 untuk pembayaran gaji, susulan gaji, dan selisih kekurangan gaji ketiga belas; b. SPM Tukin untuk pembayaran tunjangan, www.peraturan.go.id 2018, No. 677 susulan tunjangan, dan selisih kekurangan tunjangan ketiga belas; dan c. SPM Gaji-13 Pegawai Lainnya untuk pembayaran gaji atau tunjangan, susulan gaji atau tunjangan, dan selisih kekurangan gaji atau tunjangan ketiga belas bagi pejabat/pegawai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). (3) Bagi satuan kerja yang permintaan pembayaran gajinya telah menggunakan aplikasi Gaji PNS Pusat (GPP)/Belanja Pegawai POLRI (BPP)/Daftar Pembayaran Penghasilan (DPP), pengajuan SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan Arsip Data Komputer (ADK) aplikasi GPP/BPP/DPP versi terbaru. (4) SPM gaji atau tunjangan, susulan gaji atau tunjangan, dan selisih kekurangan gaji atau tunjangan ketiga belas dibuat tersendiri dan terpisah dari SPM gaji atau tunjangan bulanan. 5. Ketentuan ayat (1), ayat (2), dan ayat (5) Pasal 18 diubah, sehingga Pasal 18 berbunyi sebagai berikut:
