Pasal 94
BAB 8 — PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
(1) Integrasi informasi untuk perencanaan dan penganggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 ayat (2) huruf a digunakan sebagai: a. sarana penyampaian usulan RAP oleh Pemerintah Daerah; b. sarana sinergi usulan RAP dengan sumber dana lainnya termasuk DAK, belanja kementerian/lembaga; c. sarana evaluasi dan penilaian usulan RAP; dan d. sarana evaluasi rancangan APBD dalam rangka penetapan APBD. (2) Integrasi informasi untuk pengalokasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 ayat (2) huruf b digunakan sebagai: a. sarana penyampaian usulan alokasi oleh provinsi; b. sarana penyampaian informasi hasil evaluasi usulan alokasi dari provinsi oleh Kementerian Keuangan; dan c. sarana penyampaian informasi alokasi per daerah provinsi/kabupaten/kota. (3) Integrasi informasi untuk penyaluran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 ayat (2) huruf c digunakan sebagai: a. sarana informasi data realisasi anggaran untuk penyaluran; b. sarana penyusunan, penyampaian, evaluasi, dan perbaikan dokumen syarat salur; c. sarana informasi status penyaluran; dan d. sarana informasi hasil evaluasi kinerja capaian Keluaran oleh kementerian/lembaga. (4) Integrasi informasi untuk penatausahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 ayat (2) huruf d digunakan sebagai: a. sarana informasi penatausahaan belanja kegiatan; b. sarana informasi sumber dana, Keluaran, lokasi, dan OAP/masyarakat penerima manfaat; dan c. sarana informasi posisi kas penerimaan dan pengeluaran dalam rangka Otonomi Khusus. (5) Integrasi informasi untuk pelaporan dan pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 ayat (2) huruf e digunakan sebagai: a. sarana penyampaian data informasi untuk kebutuhan pelaporan pertanggungjawaban; b. sarana penyampaian laporan tahunan; c. sarana penyajian hasil konsolidasi capaian ralisasi anggaran dan/atau capaian Keluaran dan/atau target Hasil (outcome); dan d. sarana penyajian data informasi komprehensif terkait pengelolaan penerimaan dalam rangka Otonomi Khusus. (6) Integrasi informasi untuk pemantauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 ayat (2) huruf f dan huruf g digunakan sebagai: a. sarana sumber data pemantauan dan evaluasi;
b. sarana informasi untuk koordinasi dan sinkronisasi penyusunan rencana pemantauan dan evaluasi kementerian/lembaga oleh Badan Pengarah Papua; c. sarana informasi hasil pemantauan dan evaluasi; dan d. sarana penyampaian hasil tindak lanjut pemantauan dan evaluasi. (7) Integrasi informasi untuk pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 ayat (2) huruf h digunakan sebagai: a. sarana informasi rencana pembinaan tahun anggaran berjalan; b. sarana informasi pelaksanaan pembinaan; dan c. sarana informasi hasil pembinaan. (8) Integrasi informasi untuk lokasi koordinat Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 ayat (2) huruf i digunakan sebagai: a. sarana informasi data pembangunan; dan b. sarana informasi data spasial Program dan Kegiatan.
