Pasal 473
(1) Dalam pelaksanaan pemanfaatan, pemegang PB-PJL Panas Matahari dapat mengajukan permohonan adendum: a. penambahan sarana dan prasana dalam AKU Panas Matahari; b. perubahan AKU Panas Matahari; dan/atau c. perubahan pemegang PB-PJL Panas Matahari. (2) Penambahan sarana prasarana pada AKU Panas Matahari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri atas: a. penambahan sarana prasarana produksi pada AKU Panas Matahari; dan/atau b. penambahan sarana pendukung pada AKU Panas Matahari. (3) Perubahan AKU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berupa pengurangan atau penambahan AKU Panas Matahari. (4) Perubahan pemegang PB-PJL Panas Matahari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dimungkinkan dalam hal terjadi perubahan kebijakan pemerintah. (5) Perubahan pemegang PB-PJL Panas Matahari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (6) Permohonan penambahan AKU Panas Matahari sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dalam hal perubahan tidak melebihi 10% (sepuluh persen) dari luas AKU Panas Matahari. (7) Permohonan pengurangan AKU Panas Matahari sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan dengan ketentuan: a. harus dilaksanakan pemulihan ekosistem pada AKU Panas Matahari yang sudah tidak dipergunakan; dan b. tidak menuntut pengembalian PNBP yang telah dibayarkan. (8) Penambahan sarana dan prasarana AKU Panas Matahari sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan melalui perubahan RP-PJL Panas Matahari setelah memperoleh persetujuan Direktur Jenderal, kepala Dinas Provinsi, atau kepala Dinas Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangan.
(9) Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, dan huruf c dilaksanakan dengan mekanisme persetujuan Menteri, gubernur, atau bupati/wali kota sesuai dengan kewenangan melalui penerbitan adendum PB-PJL Panas Matahari.
Paragraf 2
Tata Cara Permohonan Adendum Perizinan Berusaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Matahari
