Pasal 107
(1) Dalam pelaksanaan Eksploitasi dan Pemanfaatan, pemegang PB-PJLPB tahap Eksploitasi dan Pemanfaatan dapat mengajukan permohonan adendum: a. penambahan sarana dan prasarana dalam AKU Panas Bumi;
b. perubahan AKU Panas Bumi; atau c. perubahan pemegang PB-PJLPB tahap Eksploitasi dan Pemanfaatan. (2) Penambahan sarana dan prasarana pada AKU Panas Bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri atas: a. penambahan sumur pada AKU Panas Bumi; b. penambahan tapak sumur pada AKU Panas Bumi; c. penambahan sarana dan prasarana produksi pada AKU Panas Bumi; dan/atau d. penambahan sarana pendukung pada AKU Panas Bumi. (3) Perubahan AKU Panas Bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berupa pengurangan atau penambahan AKU Panas Bumi. (4) Perubahan pemegang PB-PJLB tahap Eksploitasi dan Pemanfaatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dimungkinkan dalam hal terjadi perubahan kebijakan pemerintah. (5) Perubahan pemegang PB-PJLPB tahap Eksploitasi dan Pemanfaatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (6) Permohonan pengurangan AKU Panas Bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan dengan ketentuan: a. harus melaksanakan pemulihan ekosistem pada AKU Panas Bumi yang sudah tidak dipergunakan; dan b. tidak menuntut pengembalian PNBP yang telah dibayarkan. (7) Permohonan penambahan AKU Panas Bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dalam hal perubahan tidak melebihi 10% (sepuluh persen) dari luas AKU Panas Bumi. (8) Penambahan sarana dan prasarana pada AKU Panas Bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan melalui perubahan RP-PJLPB setelah memperoleh persetujuan Direktur Jenderal. (9) Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan huruf c dilaksanakan dengan mekanisme persetujuan Menteri melalui penerbitan adendum PB-PJLPB tahap Eksploitasi dan Pemanfaatan.
Paragraf 2
Tata Cara Permohonan Adendum Perizinan Berusaha
Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi
