Pasal 3
BAB 2 — PENYALUR
(1) BU Niaga Migas dalam menunjuk Penyalur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 wajib mengutamakan koperasi, usaha kecil, dan/atau badan usaha swasta nasional yang terintegrasi berdasarkan perjanjian kerja sama antara BU Niaga Migas dan Penyalur. (2) Dalam perjanjian kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat kewajiban: a. BU Niaga Migas untuk menjamin kesinambungan penyaluran BBM, BBG, dan LPG; b. Penyalur untuk memiliki dan/atau menguasai sarana dan fasilitas pada wilayah penyalurannya sesuai penunjukan dari BU Niaga Migas; c. BU Niaga Migas dan Penyalur menjamin standar dan mutu/spesifikasi BBM, BBG, dan LPG; d. BU Niaga Migas dan Penyalur menjamin keakuratan alat ukur yang digunakan dalam kegiatan penyaluran BBM, BBG, dan LPG; dan e. BU Niaga Migas dan Penyalur menjamin keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan hidup sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Penunjukan Penyalur berlaku paling lama sampai dengan berakhirnya Izin Usaha Niaga Minyak dan Gas Bumi yang dimiliki BU Niaga Migas.
(4) Penyalur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat menerima penunjukan penyaluran dari 1 (satu) BU Niaga Migas untuk masing-masing jenis komoditas BBM, BBG, atau LPG. (5) Penyalur wajib menggunakan logo dan merek dagang BU Niaga Migas.
