Pasal 13
BAB 8 — PERJANJIAN JUAL BELI GAS BUMI UNTUK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
(1) Dalam rangka penyaluran Gas Bumi untuk pembangkit tenaga listrik, PT PLN (Persero) atau Badan Usaha Pembangkitan Tenaga Listrik sebagai pembeli Gas Bumi menandatangani perjanjian jual beli Gas Bumi dengan Kontraktor atau Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Gas Bumi sebagi penjual Gas Bumi. (2) Perjanjian jual beli Gas Bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya memuat: a. sumber pasokan; b. volume dan spesifikasi; c. harga gas bumi; d. jangka waktu kontrak; e. review harga (price review); f. mekanisme penyaluran Gas Bumi; dan g. hak dan kewajiban pembeli dan penjual Gas Bumi. (3) Perjanjian jual beli Gas Bumi berupa LNG dan CNG untuk pembangkit tenaga listrik dilaksanakan berdasarkan tinjauan jumlah volume harian dari merit order pembangkit tenaga listrik yang akan masuk sistem jaringan tenaga listrik. (4) Dalam rangka pelaksanaan merit order sebagaimana dimaksud pada ayat (3) PT PLN (Persero) atau Badan Usaha Pembangkitan Tenaga Listrik dapat menyediakan infrastruktur untuk mengubah Gas Bumi ke CNG. (5) Perjanjian jual beli gas Bumi untuk PT PLN (Persero) dapat bersifat multidestinasi atau dapat ditujukan untuk unit pembangkit tenaga listrik PT PLN (Persero) di lokasi manapun.
