Pasal 3
(1)
Pemberian Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 dilakukan berdasarkan permohonan yang
diajukan oleh Pemohon.
(2)
Pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri
atas:
a.
Menteri;
b.
Wakil Menteri;
c.
Unit Kerja;
d.
pejabat;
e.
Pegawai;
f.
mantan Menteri;
g.
mantan Wakil Menteri;
h.
mantan pejabat;
i.
mantan Pegawai; dan
j.
pensiunan.
(3)
Pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (2) belum
berstatus sebagai tersangka
.
Pasal (1) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat (1) disampaikan secara tertulis kepada Biro Hukum. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat: a. identitas pemohon meliputi: nama; nit Kerja; jabatan; dan nomor telepon. b. uraian singkat pokok Masalah Hukum yang dimohonkan pemberian Bantuan Hukum; dan c. dokumen yang berkenaan dengan Masalah Hukum.
Pasal (1) Berdasarkan pengajuan permohonan Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal , Biro Hukum menindaklanjuti permohonan Bantuan Hukum. (2) Tindak lanjut permohonan Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan penerbitan surat tugas oleh Kepala Biro Hukum kepada pemberi Bantuan Hukum. www.peraturan.go.id 2023, No.607
(3)
Pemberi Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) merupakan Pejabat dan/atau Pegawai yang
bertugas di Biro Hukum.
(4)
Biro Hukum dapat menolak permohonan Bantuan
Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dalam hal:
a.
permohonan tidak berkaitan dengan tugas dan
fungsi Kementerian;
b.
Pemohon mengajukan gugatan kepada Kementerian;
dan/atau
c.
Pemohon yang tidak kooperatif dalam menyediakan
data atau dokumen yang berkaitan dengan pokok
perso lan
