Pasal 48
BAB 12 — PEMBERHENTIAN DAN PENGANGKATAN KEMBALI
(1) Usulan pemberhentian disampaikan oleh: a. Menteri kepada PRESIDEN bagi PNS yang menduduki
Penata Pertanahan Ahli Utama; dan b. PyB kepada Menteri bagi PNS yang menduduki Penata Pertanahan Ahli Pertama sampai dengan Ahli Madya.
(2) Pemberhentian dari Penata Pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditetapkan oleh PRESIDEN dalam Surat Keputusan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Pemberhentian dari Penata Pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan oleh Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. (4) Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat mendelegasikan/memberikan kuasa kepada paling rendah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang membidangi kepegawaian untuk MENETAPKAN pemberhentian dari Penata Pertanahan selain jenjang Ahli Utama. (5) Penetapan pemberhentian dari JF Penata Pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dibuat sesuai dengan format sebagaimana tercantum dalam Angka VIII Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
