Pasal 8
BAB 5 — USAHA PERTAMBANGAN UMUM
(1) Setiap usaha pertambangan umum baru dapat dilaksanakan apabila telah mendapatkan Izin dari Gubernur. (2) Usaha Pertambangan Umum dapat diberikan kepada : a. Badan Usaha Milik Negara; b. Badan Usaha Milik Daerah; c. Koperasi; d. Badan Usaha Swasta yang didirikan sesuai dengan perundang-undangan Republik INDONESIA berkedudukan di INDONESIA, mempunyai pengurus yang berkewarganegaraan INDONESIA dan mempunyai lapangan usaha di bidang pertambangan; e. Perseorangan atau kelompok usaha bersama yang berkewarganegaraan INDONESIA dan bertempat tinggal di INDONESIA, dengan mengutamakan masyarakat setempat; f. Perusahaan dengan modal bersama antara Negara/Badan Usaha Milik Negara di satu pihak dengan Kabupaten/Kota atau Perusahaan Daerah di pihak lain; g. Perusahaan dengan modal bersama antara Negara/Badan Usaha Milik Negara dan atau Provinsi/Kabupaten/Kota/Badan Usaha Milik Daerah di satu pihak dengan perorangan, Koperasi atau Badan Usaha Swasta di pihak lain; h. Perusahaan modal asing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku. (3) Pengusahaan bahan galian tambang tertentu tidak dapat diekspor atau dijual ke luar negeri sebagai bahan mentah (raw material). (4) Jenis bahan galian tertentu sebagaimana disebutkan pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Gubernur. (5) Usaha Pertambangan Umum dilaksanakan dalam bentuk : a. Penugasan Usaha Pertambangan; b. Izin Usaha Pertambangan .
