Pasal 10
BAB 3 — HIERARKI DAN PROSEDUR PEMBUATAN
Penyusunan Perkap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut: a. pengajuan saran pembuatan Perkap dari pengemban fungsi yang terkait dengan materi muatan Perkap atau dari fungsi pembinaan hukum Polri; b. arahan Kapolri, secara tertulis atau lisan; c. pembentukan Pokja oleh pemrakarsa; d. pembuatan rancangan Perkap oleh Pokja; e. pembahasan rancangan Perkap oleh Pokja dengan mengundang satker terkait; f. pengiriman rancangan Perkap hasil pembahasan ke fungsi pembinaan hukum Polri disertai softcopy file; g. fungsi pembinaan hukum Polri membentuk Pokja dan melakukan pembahasan awal dalam rangka harmonisasi dan sinkronisasi rancangan Perkap; h. pengharmonisasian dan sinkronisasi rancangan Perkap; i. pengiriman hasil harmonisasi dan sinkronisasi dari fungsi pembinaan hukum Polri kepada Kasatker pemrakarsa; j. pengiriman rancangan Perkap dari Kasatker Pemrakarsa kepada Kapolri; k. paparan rancangan Perkap dari satker pemrakarsa kepada para pejabat utama Mabes Polri (bila diperlukan); l. penandatanganan Perkap oleh Kapolri; m. registrasi Perkap ke Setum Polri oleh Satker pemrakarsa; n. penyerahan Perkap yang telah diregistrasi dari Satker pemrakarsa kepada fungsi pembinaan hukum Polri sebanyak 3 (tiga) rangkap asli beserta softcopy file; o. pengundangan Perkap ke dalam Berita Negara Republik INDONESIA oleh Menkum dan HAM melalui fungsi pembinaan hukum Polri; dan p. sosialisasi Perkap oleh pengemban fungsi dan/atau fungsi pembinaan hukum Polri.
