Pasal 49
BAB 8 — TATA CARA PENYIDIKAN KECELAKAAN LALU LINTAS
(1) Administrasi penyidikan yang memerlukan acara pemeriksaan biasa dan singkat terdiri atas: a. sampul berkas perkara; b. kelengkapan isi berkas perkara; c. buku register penyidikan; dan d. pengawasan dan pengendalian kegiatan penyidikan. (2) Isi berkas perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a. daftar isi berkas perkara; b. resume; c. Laporan Polisi; d. Surat Perintah Tugas: e. Surat Perintah Penyidikan; www.djpp.kemenkumham.go.id
f. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang: g. Berita Acara Pemeriksaan di TKP; h. surat panggilan saksi/ahli: i. surat perintah membawa saksi; j. berita acara membawa dan menghadapkan saksi; k. berita acara penyumpahan saksi/ahli; l. Berita Acara Pemeriksaan Saksi/ahli; m. Surat panggilan tersangka; n. Surat perintah penangkapan; o. Berita acara penangkapan; p. Berita Acara Pemeriksaan Tersangka; q. Berita acara konfrontasi; r. Berita acara rekonstruksi; s. Surat permintaan bantuan penangkapan; t. Berita acara penyerahan tersangka; u. Surat perintah pelepasan tersangka; v. Berita acara pelepasan tersangka; w. Surat perintah penahanan; x. berita acara penahanan; y. surat permintaan perpanjangan penahanan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan hakim; z. surat penetapan perpanjangan penahanan; aa. berita acara perpanjangan penahanan; bb. surat pemberitahuan perpanjangan penahanan kepada keluarga tersangka; cc. surat perintah pengeluaran tahanan; dd. berita acara pengeluaran tahanan; ee. surat perintah pembantaran penahanan; ff. berita acara pembantaran penahanan; gg. surat perintah pencabutan pembantaran penahanan; hh. berita acara pencabutan pembantaran penahanan; ii. surat perintah penahanan lanjutan; jj. berita acara penahanan lanjutan; www.djpp.kemenkumham.go.id
kk. surat permintaan izin/izin khusus penggeledahan kepada ketua pengadilan; ll. surat perintah penggeledahan; mm. surat permintaan persetujuan penggeledahan kepada ketua pengadilan; nn. berita acara penggeledahan rumah tinggal/tempat tertutup lainnya; oo. surat permintaan izin/izin khusus penyitaan kepada ketua pengadilan; pp. surat permintaan persetujuan penyitaan kepada ketua pengadilan; qq. surat perintah penyitaan; rr. berita acara penyitaan; ss. surat permintaan persetujuan PRESIDEN, Mendagri, Jaksa Agung, Gubernur, Majelis Pengawas Daerah (Notaris) untuk melakukan pemanggilan/pemeriksaan terhadap pejabat tertentu; tt. surat perintah pembungkusan, penyegelan dan pelabelan barang bukti; uu. berita acara pembungkusan, penyegelan dan pelabelan barang bukti; vv. surat perintah pengembalian barang bukti; ww. berita acara pengembalian barang bukti; xx. surat permintaan bantuan pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor); yy. surat hasil pemeriksaan Labfor; zz. surat permintaan bantuan pemeriksaan identifikasi; aaa. surat hasil pemeriksaan identifikasi; bbb. surat pengiriman berkas perkara; ccc. tanda terima berkas perkara; ddd. surat pengiriman tersangka dan barang bukti; eee. berita acara serah terima tersangka dan barang bukti; fff. surat bantuan penyelidikan; ggg. daftar saksi; hhh. daftar tersangka; iii. daftar barang bukti; www.djpp.kemenkumham.go.id
jjj. surat permintaan blokir rekening bank; kkk. berita acara blokir rekening bank; lll. surat permintaan pembukaan blokir rekening bank; mmm.berita acara pembukaan blokir rekening bank; nnn. Surat permintaan penangkapan tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO); ooo. surat pencabutan permintaan penangkapan tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO); ppp. surat permintaan pencarian barang sesuai Daftar Pencarian Barang (DPB); qqq. surat pencabutan permintaan pencarian barang sesuai Daftar Pencarian Barang (DPB); rrr. surat permintaan cegah dan tangkal (cekal); sss. surat pencabutan cekal; ttt. surat penitipan barang bukti; uuu. surat perintah penyisihan barang bukti; vvv. berita acara penyisihan barang bukti; www. surat perintah pelelangan barang bukti; xxx. berita acara pelelangan barang bukti; yyy. surat perintah pemusnahan barang bukti; zzz. berita acara pemusnahan barang bukti; aaaa. surat perintah penitipan barang bukti; dan bbbb. berita acara penitipan barang bukti. (3) Isi berkas perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, bilamana diperlukan dapat ditambahkan berita acara perekaman suara dan/atau gambar. (4) Selain administrasi penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, administrasi penyidikan yang dapat dilampirkan di dalam berkas perkara meliputi: a. surat perintah penyelidikan; b. LHP; c. kartutik kejahatan/pelanggaran; d. kartu sidik jari; dan e. foto Tersangka dalam 3 (tiga) posisi. www.djpp.kemenkumham.go.id
(5) Administrasi penyidikan yang tidak termasuk dalam berkas perkara, meliputi: a. surat perintah penghentian penyidikan; b. surat ketetapan penghentian penyidikan; c. surat pemberitahuan penghentian penyidikan; d. surat pelimpahan berkas perkara penyidikan kepada instansi lain; e. berita acara pelimpahan berkas perkara penyidikan kepada instansi lain; dan f. Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).
