Pasal 24
BAB 3 — PEMUNGUTAN SUARA
(1) Sampul kertas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf d, ditetapkan: a. sampul kertas yang disampaikan KPU kepada KPPSLN melalui PPLN, sebelum Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPSLN; dan b. sampul kertas yang disampaikan KPPSLN kepada KPU melalui PPLN, setelah Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPSLN. (2) Sampul kertas yang disampaikan KPU kepada KPPSLN melalui PPLN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri dari: a. sampul kertas dalam keadaan disegel yang memuat Surat Suara beserta cadangannya: b. sampul kertas kosong yang akan digunaan setelah Pemungutan dan Penghitungan Suara, untuk memuat:
- Surat Suara sah;
- Surat Suara yang dikembalikan oleh Pemilih karena rusak dan/atau keliru dicoblos;
- Surat Suara tidak sah;
- Surat Suara yang tidak terpakai termasuk sisa Surat Suara cadangan;
- formulir Model C PPWP LN, Model C1 PPWP LN dan Lampirannya Berhologram. (3) Sampul kertas yang disampaikan KPPSLN kepada KPU melalui PPLN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b harus dalam keadaan disegel. (4) Penggunaan sampul kertas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sebagai berikut: a. sampul kertas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, setelah dibuka tidak boleh digunakan lagi oleh KPPSLN; www.djpp.kemenkumham.go.id
b. sampul kertas kosong yang telah diisi sesuai peruntukannya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b ditandatangani oleh KPPSLN, disegel, serta disampaikan kepada PPLN.
