Pasal 28
(1) Kenaikan pangkat bagi Penghulu dilakukan berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan serta
mempertimbangkan:
- paling singkat 2 (dua) tahun dalam pangkat
terakhir;
- memenuhi Angka Kredit Kumulatif yang ditentukan
untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi; dan
- setiap unsur penilaian prestasi kerja paling rendah
bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.
(2) Kenaikan pangkat PNS yang menduduki Jabatan
Fungsional Penghulu Ahli Madya, pangkat Pembina
Utama Muda, golongan ruang IV/c untuk menjadi
Penghulu Ahli Utama, pangkat Pembina Utama Madya,
golongan ruang IV/d sampai dengan pangkat Pembina
Utama, golongan ruang IV/e, ditetapkan dengan
Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan
teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara.
(3) Kenaikan pangkat PNS yang menduduki Jabatan
FungsionalPenghulu Ahli Madya, pangkat Pembina
Tingkat I, golongan ruang IV/b untuk menjadi pangkat
Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c ditetapkan
oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara atas nama
Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala
Badan Kepegawaian Negara.
(4) Kenaikan pangkat PNS yang menduduki Jabatan
FungsionalPenghulu Ahli Pertama, pangkat Penata
Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Penghulu
Ahli Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang
IV/b ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina
Kepegawaian yang bersangkutan setelah mendapat
persetujuan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara.
(5) Pejabat Pembina Kepegawaian dapat memberikan kuasa
kepada pejabat yang ditunjuk di lingkungannya untuk
menetapkan kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud
pada ayat (4), untuk Penghulu Ahli Pertama, pangkat
Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan
Penghulu Ahli Muda, pangkat Penata Tingkat I, golongan
ruang III/d.
(6) Kenaikan pangkat bagi Penghulu dalam jenjang jabatan
yang lebih tinggi dapat dipertimbangkan jika kenaikan
jenjang jabatannya telah ditetapkan oleh Pejabat yang
Berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
(7) Penghulu yang memiliki Angka Kredit melebihi Angka
Kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi, kelebihan Angka Kredit tersebut
dapat diperhitungkan untuk kenaikan pangkat
berikutnya.
(8) Penghulu yang pada tahun pertama telah memenuhi
atau melebihi Angka Kredit yang disyaratkan untuk
kenaikan pangkat dalam masa pangkat yang
didudukinya, pada tahun berikutnya diwajibkan
mengumpulkan paling rendah 20% (dua puluh persen)
Angka Kredit dari jumlah Angka Kredit yang disyaratkan
untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang
berasal dari kegiatan tugas jabatan.
(9) Kenaikan pangkat bagi Penghulu dalam jenjang jabatan
yang lebih tinggi sebagaimana yang dimaksud pada ayat
(6), kelebihan Angka Kredit dapat diperhitungkan untuk
kenaikan pangkat berikutnya sebagaimana yang
dimaksud pada ayat (7), dan kewajiban mengumpulkan
Angka Kredit bagi Penghulu yang melebihi Angka Kredit
sebagaimana yang dimaksud pada ayat (8), sesuai contoh
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Badan ini.
