Pasal 10
BAB 4 — PENILAIAN KEHADIRAN
(1) Alasan yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a meliputi: a. cuti sakit paling sedikit 3 (tiga) hari kalender dan paling lama 21 (dua puluh satu) hari kalender; b. cuti tahunan; c. cuti bersalin untuk persalinan anak pertama dan anak kedua; d. cuti bersalin untuk gugur kandungan pertama dan gugur kandungan kedua; e. cuti alasan penting paling lama 7 (tujuh) hari kalender; atau f. pelatihan paling lama 3 (bulan). (2) Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b tidak dikenakan pemotongan Tunjangan Kinerja selama menjalankan tugas kedinasan. (3) Pegawai yang tidak melakukan pencatatan kehadiran elektronis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf c tidak dikenakan pemotongan Tunjangan Kinerja apabila dapat membuktikan kehadiran sesuai dengan jam yang tercantum dalam rekaman kamera pengawas. (4) Pegawai yang tidak mengikuti upacara kemerdekaan 17 Agustus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf d tidak dikenakan pemotongan Tunjangan Kinerja apabila menghadiri upacara di instansi lain, yang dibuktikan
dengan surat undangan.
