Pasal 31
(1) Untuk kelancaran kegiatan Angkutan di Perairan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, dapat diselenggarakan Usaha Jasa Terkait dengan Angkutan di Perairan. (2) Usaha Jasa Terkait dengan Angkutan di Perairan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. bongkar muat barang; b. jasa pengurusan transportasi; c. angkutan perairan Pelabuhan; d. penyewaan peralatan angkutan laut atau peralatan jasa terkait dengan angkutan laut; e. tatly mandiri; f. depo peti kemas; g. pengelolaan Kapal (ship management); h. perantara jual beli dan/atau sewa Kapal; i. keagenan Awak Kapal (ship manning agencgl; j. keagenan Kapal; dan k. perawatan. . . SK No 176409 A PRESIDEN REPUBI.IK INDONESTA k. perawatan dan perbaikan Kapal (ship repairing and maintenanel. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai Usaha Jasa Terkait dengan Angkutan di Perairan diatur dalam Peraturan Pemerintah. Ketentuan Pasal 32 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
