Pasal 84
BAB 4 — HUKUM ACARA
(1) Putusan Pengadilan Pajak harus memuat:
kepala putusan yang berbunyi "DEMI KEADILAN BERDASARKAN
nama, tempat tinggal atau tempat kediaman, dan/atau identitas lainnya dari pemohon Banding atau penggugat;
nama jabatan dan alamat terbanding atau tergugat;
hari, tanggal diterimanya Banding atau Gugatan;
ringkasan Banding atau Gugatan, dan ringkasan Surat Uraian Banding atau Surat Tanggapan, atau Surat Bantahan, yang jelas;
pertimbangan dan penilaian setiap bukti yang diajukan dan hal yang terjadi dalam persidangan selama sengketa itu diperiksa;
pokok sengketa;
alasan hukum yang menjadi dasar putusan;
amar putusan tentang sengketa; dan
PRESIDEN
- hari...
- hari, tanggal putusan, nama Hakim yang memutus, nama Panitera, dan keterangan tentang hadir atau tidak hadirnya para pihak.
(2) Tidak dipenuhinya salah satu ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) menyebabkan putusan dimaksud tidak sah dan Ketua memerintahkan sengketa dimaksud segera disidangkan kembali dengan acara cepat, kecuali putusan dimaksud telah melampaui jangka waktu 1 (satu) tahun.
(3) Ringkasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf e tidak
diperlukan dalam hal putusan Pengadilan Pajak diambil terhadap Sengketa Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) huruf c, huruf d, dan Pasal 66 ayat (2).
(4) Putusan Pengadilan Pajak harus ditandatangani oleh Hakim yang
memutus dan Panitera.
(5) Apabila Hakim Ketua atau Hakim Tunggal yang menyidangkan
berhalangan menandatangani, putusan ditandatangani oleh Ketua dengan menyatakan alasan berhalangannya Hakim Ketua atau Hakim Tunggal.
(6) Apabila Hakim Anggota berhalangan menandatangani, putusan
ditandatangani oleh Hakim Ketua dengan menyatakan alasan berhalangannya Hakim Anggota dimaksud.
