Pasal 66
BAB 5 — KESIAPSIAGAAN DAN PENANGGULANGAN
(1) Kesiapsiagaan nuklir sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 65 huruf a terdiri atas:
- kesiapsiagaan ...
- kesiapsiagaan nuklir tingkat instalasi;
- kesiapsiagaan nuklir tingkat provinsi; dan
- kesiapsiagaan nuklir tingkat nasional.
(2) Kesiapsiagaan nuklir sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilakukan berdasarkan program kesiapsiagaan
nuklir.
(3) Program kesiapsiagaan nuklir sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) disusun oleh:
- pemegang izin, untuk program kesiapsiagaan nuklir tingkat instalasi;
- Kepala BPBD provinsi, untuk program kesiapsiagaan nuklir tingkat provinsi; dan
- Kepala BNPB, untuk program kesiapsiagaan nuklir tingkat nasional.
(4) Dalam penyusunan program kesiapsiagaan nuklir
tingkat provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b, Kepala BPBD provinsi berkoordinasi dengan pemegang izin, BAPETEN, dan instansi terkait lainnya.
(5) Program kesiapsiagaan nuklir tingkat provinsi
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan bagian dari program kesiapsiagaan penanggulangan bencana provinsi.
(6) Dalam penyusunan program kesiapsiagaan nuklir
tingkat nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c, Kepala BNPB berkoordinasi dengan pemegang izin, BAPETEN, dan kementerian dan/atau lembaga nonkementerian lainnya.
(7) Program kesiapsiagaan nuklir tingkat nasional
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c merupakan bagian dari program kesiapsiagaan penanggulangan bencana nasional.
(8) Program kesiapsiagaan nuklir sebagaimana dimaksud
pada ayat (3) disusun saling berkesinambungan, tidak bertentangan, dan didasarkan atas kategori potensi bahaya radiologi.
(9) Kategori potensi bahaya radiologi sebagaimana
dimaksud pada ayat (8) paling sedikit meliputi:
kategori I;
kategori II ...
- kategori II; dan
- kategori III.
