Pasal 3
- Dasar untuk menghitung tunjangan anak yatim (piatu) ialah: a. untuk anak-anak pegawai laki-laki yang tewas, sebesar tunjangan janda yang ditetapkan menurut ketentuan dalam pasal 2 ayat 1 dan 3; b. untuk anak-anak pegawai wanita yang tewas, sebesar tunjangan untuk seorang janda dari pegawai laki-laki yang dapat dipandang sama keadaannya dengan pegawai wanita itu.
- Besar tunjangan anak-anak sebulan selama ada seorang istri yang berhak menerima tunjangan janda ialah;
untuk 1 anak 25 % dari dasar termaksud dalam ayat 1;
untuk 2 anak 40 % dari dasar termaksud dalam ayat 1;
untuk 3 anak 50 % dari dasar termaksud dalam ayat 1;
untuk 4 anak 55 % dari dasar termaksud dalam ayat 1;
untuk 5 anak atau lebih 60 % dari dasar termaksud dalam ayat 1. 3. Besarnya tunjangan untuk anak-anak yang tidak termasuk dalam ayat 2 ialah:
untuk 1 anak 40% dari dasar termaksud dalam ayat 1;
untuk 2 anak 70% dari dasar termaksud dalam ayat 1;
untuk 3 anak 100% dari dasar termaksud dalam ayat 1;
untuk 4 anak 115% dari dasar termaksud dalam ayat 1;
untuk 5 anak atau lebih 120% dari dasar termaksud dalam ayat 1. 4. Kepada anak-anak yang ibu dan ayahnya menjadi pegawai dan kedua-duanya tewas, hanya diberikan satu tunjangan atas dasar yang lebih menguntungkan. 5. Tunjangan untuk anak-anak yang berlainan ibu/ayahnya, ditetapkan untuk tiap-tiap golongan anak yang seibu-ayah tersendiri, dengan ketentuan bahwa perubahan dalam jumlah anak dalam sesuatu golongan tidak mempengaruhi jumlah- jumlah tunjangan untuk golongan-golongan anak lain, kecuali dalam hal tambahan anak termaksud dalam pasal 9 ayat 1. 6. Jumlah semua tunjangan anak termaksud ayat 5 tidak boleh melebihi: a. jumlah dasar untuk menghitung tunjangan termaksud dalam ayat 1, selama masih ada seorang isteri yang berhak menerima tunjangan; b. dua kali jumlah dasar itu dalam hal tidak ada lagi isteri yang berhak menerima tunjangan. 7. Apabila batas-batas jumlah semua tunjangan tersebut dalam ayat 6 dilampaui, maka tunjangan untuk tiap-tiap golongan anak dikurangi demikian rupa hingga imbangan perhitungan menurut ayat 2 atau ayat 3 tetap sama.
