Pasal 170
(1)
Pemohon
Perizinan
Berusaha
melalui
subsistem
Perizinan Berusaha sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 167 ayat (2) huruf b terdiri atas Pelaku Usaha:
a.
orang perseorangan;
b.
badan usaha;
c.
kantor perwakilan; dan
d.
badan usaha luar negeri.
(2)
Orang perseorangan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a merupakan orang perseorangan warga
negara Indonesia yang cakap untuk bertindak dan
melakukan perbuatan hukum.
(3)
Badan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf b merupakan badan usaha berbentuk badan
hukum atau tidak berbentuk badan hukum yang
didirikan di wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia dan melakukan usaha dan/atau kegiatan
pada bidang tertentu.
(4)
Kantor perwakilan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf c merupakan:
a.
orang perseorangan warga negara Indonesia;
b.
orang perseorangan warga negara asing; atau
c.
badan usaha yang merupakan perwakilan Pelaku
Usaha dari luar negeri,
dengan persetujuan pendirian kantor di wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(5)
Badan usaha luar negeri sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf d merupakan badan usaha asing yang
didirikan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik
www.peraturan.go.id
2021, No.15
Indonesia dan melakukan usaha dan/atau kegiatan
pada bidang tertentu.
(6)
Badan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
paling sedikit terdiri atas:
a.
perseroan terbatas;
b.
persekutuan
komanditer
(commanditaire
vennotschap);
c.
persekutuan firma (venootschap onder firma);
d.
persekutuan perdata;
e.
koperasi;
f.
yayasan;
g.
perusahaan umum;
h.
perusahaan umum daerah;
i.
badan hukum lainnya yang dimiliki oleh negara;
dan
j.
lembaga penyiaran.
(7)
Kantor perwakilan sebagaimana dimaksud pada ayat
(4) paling sedikit terdiri atas:
a.
kantor
perwakilan
perusahaan
perdagangan
asing;
b.
kantor perwakilan perusahaan asing; atau
c.
kantor perwakilan badan usaha jasa konstruksi
asing.
(8)
Badan usaha luar negeri sebagaimana dimaksud pada
ayat (5) yang dapat melakukan kegiatan usaha di
Indonesia paling sedikit terdiri atas:
a.
pemberi waralaba dari luar negeri;
b.
pedagang berjangka asing;
c.
penyelenggara sistem elektronik lingkup privat
asing; dan
d.
bentuk usaha tetap.
(9)
Kantor perwakilan perusahaan asing sebagaimana
dimaksud pada ayat (7) huruf b termasuk dalam
tingkat Risiko rendah.
www.peraturan.go.id 2021, No.15 Paragraf 3 Pendaftaran Hak Akses
