Pasal 156
(1)
Industri alat utama sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 155 huruf a dilakukan oleh badan usaha milik
negara dan/atau badan usaha milik swasta yang
ditetapkan oleh pemerintah sebagai pemadu utama
(lead integrator) yang menghasilkan alat utama sistem
senjata dan/atau mengintegrasikan semua komponen
utama, komponen, dan bahan baku menjadi alat
utama.
(2)
Industri alat utama sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) terdiri atas:
a.
industri senjata dan amunisi;
b.
industri pesawat terbang;
c.
industri kendaraan perang;
d.
industri kapal perang; dan
e.
industri radar pertahanan.
(3)
Industri alat utama sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)
dilakukan
oleh
Pelaku
Usaha
sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 153 yang bidang usahanya
www.peraturan.go.id
2021, No.15
terbuka dengan persyaratan tertentu dan wajib
mendapatkan
persetujuan
dari
menteri
yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
pertahanan.
(4)
Industri
komponen
utama
dan/atau
penunjang
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155 huruf b
dilakukan oleh badan usaha milik negara dan/atau
badan
usaha
milik
swasta
yang
memproduksi
komponen
utama
dan/atau
mengintegrasikan
komponen atau suku cadang dengan bahan baku
menjadi komponen utama alat peralatan pertahanan
dan keamanan dan/atau wahana (platform) sistem alat
utama sistem senjata.
(5)
Industri komponen dan/atau pendukung (perbekalan)
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155 huruf c
dilakukan oleh badan usaha milik negara dan/atau
badan usaha milik swasta yang memproduksi suku
cadang untuk alat utama sistem senjata, suku cadang
untuk komponen utama, dan/atau yang menghasilkan
produk perbekalan.
(6)
Industri bahan baku sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 155 huruf d dilakukan oleh badan usaha milik
negara dan/atau badan usaha milik swasta yang
memproduksi bahan baku yang akan digunakan oleh
industri
alat
utama,
industri
komponen
utama
dan/atau
penunjang,
dan
industri
komponen
dan/atau pendukung (perbekalan).
