Pasal 4
(1) Surat-surat izin pelayaran terdiri atas, a. surat izin biasa untuk trayek atau trayek-trayek tertentu yang ditetapkan oleh Menteri Pelayaran selama suatu waktu, b. surat izin luar biasa untuk pelayaran yang tidak termaksud dalam ketentuan sub a. (2) Kepada perusahaan pelayaran yang ditugaskan untuk menyelenggarakan pengangkutan pokok di seluruh perairan INDONESIA diberikan izin untuk menyelenggarakan trayek-trayek sesuai dengan tugasnya. (3) Surat izin pelayaran sebagai termaksud dalam ayat (1) diberikan dengan alasan-alasan dan menyebutkan, a. Nama dan tempat kedudukan perusahaan pelayaran yang bersangkutan, b. Tanggal permulaan dan bila perlu lamanya izin pelayaran, c. Trayek yang dilayari dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 ayat (1), d. Jumlah kapal dan daya muat kapal-kapal seluruhnya, e. Peraturan Perjalanan kapal, f. Tarip pengangkutan barang dan/atau penumpang, g. Kewajiban mengangkut sebagai termaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6,
(4) Ketentuan-ketentuan lebih lanjut tentang bentuk dan isi, cara dan batas waktu MENETAPKAN serta cara mengumumkan surat izin sebagai termaksud dalam ayat (1) ditentukan oleh Menteri Pelayaran. Kewajiban… Kewajiban pengangkutan
