Pasal 42
(1) Pengusaha yang telah mendapat Perizinan Berusaha
dari Badan Pengusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1), pengusaha TPS, pengusaha pengurusan jasa kepabeanan, pengusaha pengangkutan, atau pengusaha di bidang cukai wajib menyelenggarakan pembukuan.
(2) Pejabat bea dan cukai berwenang melakukan audit
kepabeanan dan/atau audit cukai terhadap pengusaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Atas permintaan pejabat bea dan cukai dalam rangka
menjalankan audit sebagaimana dimaksud pada ayat
(2), pengusaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
wajib menyerahkan laporan keuangan, buku, catatan, dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan untuk kepentingan audit kepabeanan dan/atau kegiatan di bidang cukai untuk kepentingan audit cukai.
(4) Tata cara pelaksanaan audit kepabeanan dan/atau
audit cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (2ll, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai audit kepabeanan dan/atau audit cukai.
Paragraf7 .
SK No 086489 A
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
Paragraf 7 Pemeriksaan Bersama Dalam Rangka Kepentingan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai
