Pasal 1O
(U Penyaluran DBH Sawit dilaksanakan dengan cara pemindahbukuan dari RKUN ke RKUD. l2l Penyaluran DBH Sawit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan berdasarkan rincian alokasi DBH Sawit yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden mengenai rincian APBN sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 7 ayat (3).
(3) Penyaluran DBH Sawit sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dapat dilaksanakan secara sekaligus atau bertahap.
(4) Dalam hal Daerah tidak mernenuhi persyaratan dalam
penyaluran DBH Sawit yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan, dapat dilakukan penundaan penyaluran dan/atau penghentian penyalura.n DBH Sawit.
Pasal 1 1
(U Dalam hal penyaluran DBH Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 lebih kecil dari nilai DBH Sawit yang dihitung berdasarkan realisasi penerimaan negara yang dibagihasilkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (21 sampai dengan akhir tahun anggaran, Menteri menetapkan kurang bayar.
(2) Dalam...
SK No 180972 A
PRESIDEN REPUELIK INDONEgIA
(21 Dalam hal penyaluran DBH Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1O lebih besar dari nilai DBH Sawit yang dihitung berdasarkan realisasi penerimaan negara yang dibagihasilkan ss$agaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayal (21 sampai dengan akhir tahun anggaran, Menteri menetapkan lebih bayar.
(3) Perhitungan kurang bayar sebagaimana dimaksud pada
ayat (U dan/atau lebih bayar sebagaimana dimaksud pada ayat (21 mempertimbangkan alokasi minimum DBH Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat {21 dan/atau alokasi minimum DBH Sawit untuk provinsi/kabupatenfkota sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 7 ayat l2l.
(4) Jangka waktu penyelesaian kurang bayar sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) mempertimbangkan kemampuan keuangan negara.
(5) Realisasi penerimaan negara yang dibagihasilkan
sebagaimana dimaksud pada ayat {1} dan ayat (2) dapat memperhitungkan belanja Pemerintah yang manfaatnya diterima oleh Daerah.
(6) Penetapan kurang bayar sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), penetapan lebih bayar sebagaimana dimaksud pada ayat (21, dan tata cara penyaluran kurang bayar dan/atau penyelesaian lebih bayar diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri.
