Pasal 189
(1) Pemohon PB terdiri atas Pelaku Usaha: a. orang perseorangan; b. badan usaha; c. kantor perwakilan; dan d. badan usaha luar negeri. (21 Orang perseorangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan orang perseorangan warga negara Indonesia yang cakap untuk bertindak dan melakukan perbuatan hukum. (3) Badan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan badan usaha berbentuk badan hukum atau tidak berbentuk badan hukum yang didirikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan melakukan usaha dan/atau kegiatan pada bidang tertentu. SK No 193172 A (4) Kantor . PRESIDEN REPUBLIK INOONESIA _ 108_ (4) Kantor perwakilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan: a. orang perseorangan warga negara Indonesia; b. orang perseorangan warga negara asing; atau c. badan usaha yang merupakan perwakilan Pelaku Usaha dari luar negeri, dengan persetujuan pendirian kantor di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. (5) Badan usaha luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d merupakan badan usaha asing yang didirikan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan melakukan usaha dan/atau kegiatan pada bidang tertentu. (6) Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri atas: a. perseroan terbatas; b. persekutuan komanditer (commanditaire uennotschap); c. persekutuan firma (uenootschap onder firma); d. persekutuan perdata; e. koperasi; f. perusahaan umum; g. perusahaan umum daerah; h. badan usaha milik desa/badan usaha milik desa bersama; i. lembaga penyiaran; j. badan hukum lainnya yang dimiliki oleh negara; dan k. badan hukum lainnya. (71 Kantor perwakilan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa: a. kantor perwakilan perLrsahaan perdagangan asing; b. kantor perwakilan perusahaan asing; atau c. kantor perwakilan badan usaha jasa konstruksi asing. (8) Badan usaha luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (5) yang dapat melakukan kegiatan usaha di Indonesia dapat berupa: a. pemberi waralaba berasal dari luar negeri; b. pedagang berjangka asing; c. penyelenggara sistem elektronik lingkup privat asing; dan d. bentuk usaha tetap. Pasal. . . SK No 193171 A PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
